Rupiah Pagi Ini Naik 32 Poin ke Level Rp17.963/USD

Ilustrasi. Foto: dok MI.


Jakarta: Nilai Ganti (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Perkumpulan (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami penguatan.

Mengutip data Bloomberg, Jumat, 3 Juli 2026, rupiah hingga pukul 09.50 WIB berada di level Rp17.963 per USD. Mata Dana Garuda tersebut naik 32 poin atau setara 0,18 persen dari Rp17.995 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.989 per USD. Analis pasar Dana Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan melemah.

“Buat perdagangan hari ini, mata Dana rupiah fluktuatif Tetapi ditutup melemah di rentang  Rp17.990 per USD hingga Rp18.050 per USD,” Terang Ibrahim.

 

 

Iran-AS telah Membangun ‘kemajuan positif’

Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen ‘kemajuan positif’ yang dilakukan Iran dan AS dalam pembicaraan Tak langsung yang berfokus pada Selat Hormuz.

Sumber mengatakan para negosiator AS dan Iran menghabiskan dua hari di Doha Buat membahas Lampau lintas maritim di Selat Hormuz dan pencairan Anggaran Iran. Meskipun Lampau lintas telah sebagian pulih, kedua negara saling menyerang akhir pekan Lampau setelah serangan Iran terhadap kapal kargo.

Iran bertekad Buat mendapatkan pengakuan Global atas kendalinya atas selat tersebut bahkan Kalau harus melakukannya dengan kekerasan, kata dua sumber senior Iran. Teheran telah berulang kali mengatakan akan mengenakan bea masuk pada pengiriman mulai pertengahan Agustus, setelah periode bebas bea masuk yang ditentukan oleh perjanjian awal berakhir.

Lampau lintas kapal tanker melalui selat tersebut mulai pulih, dengan Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Kategori minyak melalui jalur air tersebut telah kembali ke tingkat sebelum perang, tanpa menyebutkan Bilangan Niscaya.

Pasar Ketika ini memperkirakan probabilitas kenaikan Spesies Merekah sebesar 67 persen pada pertemuan September, menurut CME FedWatch Tool. Sebagai aset yang Tak menghasilkan imbal hasil, emas cenderung berkinerja Bagus dalam lingkungan Spesies Merekah yang rendah karena Spesies Merekah yang lebih rendah mengurangi biaya Buat memegang logam mulia tersebut.

Dari sisi data, perubahan Ketenagakerjaan ADP menunjukkan penggajian swasta meningkat sebesar 98 ribu pada Juni, di Rendah ekspektasi pasar sebesar 113 ribu dan turun dari peningkatan 122 ribu yang tercatat pada Mei. Indeks Manajer Pembelian Manufaktur ISM (PMI) turun menjadi 53,3 pada Juni dari 54,0 pada Mei, meleset dari perkiraan pasar sebesar 54,0.

“Perhatian pasar Ketika ini beralih ke rilis data Nonfarm Payrolls AS nanti malam, dengan ekspektasi ekonomi AS akan meningkatkan angkatan kerjanya sebesar 110 ribu. Sementara Tingkat Pengangguran diperkirakan tetap Tak berubah di 4,3 persen,” terang Ibrahim.



(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)

 

Ekonomi Indonesia hadapi tekanan

Di sisi lain, Ibrahim mengatakan kepercayaan pelaku pasar terhadap Indonesia dinilai menghadapi ujian cukup berat setelah munculnya sejumlah sentimen negatif memasuki kuartal II, mulai dari kasus korupsi tingkat tinggi, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal pemerintah setelah neraca perdagangan indonesia pada Mei defisit, inflasi melonjak, hingga penundaan pengumuman tentang pasar modal Indonesia oleh penyedia indeks Mendunia MSCI.

Selain itu, data Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis S&P Mendunia menunjukkan PMI Indonesia berada di 46,9 pada  Juni 2026. Ini adalah tingkat penurunan yang paling kuat dalam setahun, pesanan baru yang masuk kembali menurun menyebabkan penurunan volume output terbesar sejak bulan April 2025.

S&P mengungkapkan PMI Indonesia ini menunjukkan penurunan lebih lanjut pada kesehatan sektor produksi barang. Headline menunjukkan penurunan solid pada kondisi operasional pabrik, merupakan salah satu yang paling besar dalam setahun.

Penyebab Esensial penurunan pada Juni adalah penurunan permintaan atas barang manufaktur Indonesia. Pesanan baru turun Buat pertama kali dalam tiga bulan dan pada laju tercepat dalam setahun.

Kemudian, lembaga pemeringkat Global Fitch Rating memperkirakan cadangan devisa Indonesia pada 2026 hanya Pandai membiayai Sekeliling 4,9 bulan kebutuhan pembayaran eksternal berjalan. Bilangan itu sedikit lebih rendah dibandingkan median negara dengan peringkat BBB yang mencapai 5 bulan. 

Menurut Fitch, penyusutan cadangan devisa terutama dipicu oleh memburuknya terms of trade akibat kenaikan harga Kekuatan Mendunia, intervensi BI di pasar valuta asing Buat menopang rupiah, serta pembayaran utang luar negeri.