Kami lihat, nggak akan semuanya dipenuhi
Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bakal menyeleksi usulan tambahan anggaran kementerian/lembaga (K/L) yang mencapai Rp984 triliun Demi tahun anggaran 2027.
Purbaya menjelaskan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, bahwa kemungkinan besar tak Sekalian usulan tersebut akan dipenuhi Demi menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam rentang Sasaran yang ditetapkan.
Sebagai catatan, pemerintah dan DPR menyepakati rentang Sasaran defisit 1,80–2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam pembahasan awal Rancangan APBN (RAPBN) 2027.
“Kami lihat, nggak akan semuanya dipenuhi,” kata Purbaya.
Purbaya menyebut Kementerian Keuangan akan mengevaluasi kebutuhan anggaran K/L dan menentukan skala prioritas Demi mengabulkan usulan tambahan anggaran.
Usulan akan dipenuhi selama belum melampaui Sasaran defisit yang ditetapkan.
“Yang Terang, kita kan Eksis Sasaran defisitnya berapa. Selama defisit dipenuhi, ya sudah. Tapi, rasanya sih itu (permintaan Rp984 triliun) di atas defisit yang Eksis,” ujarnya.
Usulan tambahan pagu anggaran K/L sebelumnya disampaikan oleh Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah.
Dalam rapat kerja pemerintah dan Banggar DPR, Senin (29/6), Said menyebut pihaknya telah merampungkan kompilasi usulan dari K/L sesuai Kawan komisi masing-masing.
“Akan kami serahkan usulan dari berbagai pembahasan yang sudah disepakati antara komisi dengan Kawan masing-masing. Pagunya Rp1.389,84 triliun. Usulan tambahannya Rp984 triliun,” ujar Said.
Bila usulan dipenuhi, total belanja K/L akan mencapai Rp2.373,94 triliun.
Said mengatakan usulan tersebut akan disampaikan secara Formal kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Demi dipertimbangkan dalam penyusunan RAPBN 2027 yang akan disampaikan pemerintah Ketika pembacaan Nota Keuangan Serempak RAPBN 2027 pada 16 Agustus 2026.
