Magetan (Liputanindo.id) – Member Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, turun langsung meninjau Posisi aktivitas tambang di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Senin (8/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan menyusul meningkatnya keresahan Penduduk serta audiensi masyarakat yang mempertanyakan Akibat aktivitas pertambangan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di Area tersebut.
Peninjauan lapangan dilakukan Demi memastikan kondisi sebenarnya di Posisi tambang. Diana menegaskan bahwa persoalan pertambangan Tak cukup hanya dibahas melalui laporan administratif maupun Perhimpunan dengar pendapat, melainkan perlu diverifikasi langsung di lapangan.
“Saya Ingin Memperhatikan langsung kondisi di lapangan. Karena persoalan seperti ini Tak cukup hanya dibaca dari laporan atau hearing saja. Kita harus Memperhatikan sendiri fakta sebenarnya,” ujarnya.
Dari hasil peninjauan, Diana menemukan sejumlah kondisi yang menurutnya memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait. Salah satu Intervensi yang paling menonjol adalah keberadaan sejumlah sumber mata air di Sekeliling area tambang yang selama ini menjadi sumber kebutuhan air masyarakat setempat.
Menurutnya, keberadaan mata air tersebut menunjukkan kawasan itu Mempunyai fungsi ekologis yang Krusial dan perlu mendapatkan perlindungan dalam setiap proses pengelolaan aktivitas pertambangan.
“Rupanya memang di situ banyak mata air. Saya Memperhatikan sendiri pipa-pipa air yang disalurkan ke rumah Penduduk. Bahkan saya minum langsung air dari keran Penduduk. Airnya segar, jernih, dan murni. Ini menunjukkan kawasan tersebut Mempunyai fungsi ekologis yang Krusial bagi masyarakat Sekeliling,” jelasnya.
Selain menemukan sumber mata air, Diana juga mengamati adanya rembesan air pada bekas galian tambang. Ia menilai kondisi geografis kawasan tersebut cukup sensitif karena berada di Sekeliling tebing dengan Kategori sungai di bagian Dasar serta vegetasi bambu yang Lagi cukup rapat.
Unsur lain yang menjadi sorotannya adalah jarak Posisi tambang yang dinilai sangat dekat dengan kawasan permukiman Penduduk. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan Akibat apabila aktivitas pertambangan berlangsung tanpa kajian dan pengawasan yang memadai.
“Yang menurut saya mengkhawatirkan, Posisi tambang ini sangat mepet dengan permukiman padat penduduk. Eksis Sekeliling dua RT yang berpotensi terdampak apabila aktivitas penambangan Lanjut dilakukan tanpa kajian dan pengawasan yang ketat,” katanya.
Tak hanya aspek lingkungan, Diana juga menyoroti Akibat sosial dan kultural yang dirasakan masyarakat Desa Sayutan. Di Sekeliling Posisi tambang terdapat makam leluhur desa yang selama ini dihormati dan dianggap Mempunyai nilai historis oleh Penduduk setempat.
Dalam dialog dengan masyarakat, Diana mengaku mendengar langsung berbagai keluhan terkait perubahan kondisi sosial sejak aktivitas pertambangan mulai beroperasi.
“Saya juga mendengar langsung cerita Penduduk. Mereka menyampaikan bahwa desa mereka sebelumnya tenang, masyarakat hidup Bagus-Bagus saja, sekolah berjalan Bagus, dan keresahan mulai muncul setelah aktivitas tambang masuk,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Diana juga Berjumpa dengan Kekasih suami istri beserta anaknya yang mengaku sedang meninjau lahan Punya keluarganya. Dari keterangan yang diterimanya, terdapat dugaan lahan keluarga tersebut telah terdampak aktivitas alat berat.
“Mereka menyampaikan bahwa tanah Punya neneknya tiba-tiba sudah dibuldozer. Hal-hal seperti ini tentu harus diverifikasi dan ditelusuri secara serius, termasuk apakah seluruh Mekanisme sosial, persetujuan Penduduk, dan kajian lingkungannya sudah Betul-Betul dilakukan sesuai aturan,” tegasnya.
Intervensi-Intervensi tersebut, menurut Diana, menjadi Dalih Krusial bagi pemerintah Demi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan di kawasan tersebut. Ia mengungkapkan telah menerima informasi bahwa inspektur tambang Berbarengan dinas terkait dijadwalkan turun ke Posisi pada Selasa Demi melakukan pemeriksaan lapangan.
“Kita tunggu hasil pemeriksaan besok. Tapi saya berharap proses ini dilakukan secara serius dan Rasional, bukan sekadar formalitas administratif. Karena fakta-fakta di lapangan menurut saya cukup Terang dan Tak Pandai diabaikan,” katanya.
Sebagai Member Komisi D DPRD Jawa Timur yang membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup, Diana menilai persoalan ini perlu mendapatkan perhatian Tertentu dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut mengingat kewenangan pengelolaan sektor pertambangan berada di tingkat provinsi.
Menurutnya, pengawasan yang ketat menjadi sangat Krusial Demi mencegah munculnya persoalan lingkungan maupun konflik sosial yang berpotensi merugikan masyarakat dalam jangka panjang. Apalagi sektor pertambangan Demi ini juga menjadi sorotan publik terkait tata kelola dan pengawasan perizinan.
“Karena itu saya mendorong adanya Penilaian dan audit menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan, terutama yang memunculkan polemik sosial dan persoalan lingkungan. Jangan Tamat kasus-kasus lelet yang pernah memakan korban dan berujung penghentian tambang Malah terulang kembali karena lemahnya pengawasan dan Penilaian,” pungkasnya.
Pemeriksaan lapangan oleh inspektur tambang dan instansi terkait kini menjadi langkah yang dinantikan Penduduk Desa Sayutan. Hasil Penilaian tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai Akibat aktivitas pertambangan terhadap lingkungan, sumber mata air, serta keselamatan masyarakat yang tinggal di Sekeliling Posisi tambang. Selain itu, hasil pemeriksaan juga diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan tindak lanjut pengawasan maupun kebijakan terhadap operasional tambang di Area tersebut. [fiq/kun]
