Kemenhub Tambah Peron Stasiun KRL JIS Buat Dongkrak Layanan

Kementerian Perhubungan Formal mengoperasikan Stasiun KRL Jakarta International Stadium di Jakarta Utara guna mempermudah akses mobilitas masyarakat menuju stadion tersebut. Infrastruktur transportasi massal ini dijadwalkan akan mendapatkan penambahan fasilitas peron baru yang ditargetkan selesai pada tahun 2027 mendatang. Pengoperasian rute kereta ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengintegrasikan kawasan olahraga dengan jaringan transportasi publik, seperti dilansir dari Detikcom.

Fasilitas ini melayani operasional KRL Buat rute perjalanan Tanjung Priok menuju Jakarta Kota secara permanen. “Ini memang Tetap satu peron dan kita sudah menyampaikan kepada Pemerintah DKI kita akan kembangkan lebih lanjut pengembangannya. Dan perlu saya sampaikan kepada Mitra-Mitra bahwa per hari ini, stasiun ini sudah aktif dan sudah Dapat melayani penumpang,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi.

Konektivitas ini memangkas waktu perjalanan masyarakat secara signifikan menuju pusat kota. Menhub menjelaskan bahwa durasi perjalanan dari stasiun di kawasan stadion tersebut menuju Stasiun Jakarta Kota hanya memerlukan waktu relatif singkat.

“Jadi jarak dari ujung ke ujung kurang lebih Sekeliling 15 menit, kalau nggak salah dari sini seumpamanya 10 menit ke kota. Jadi sudah aktif dan semakin akan kita kembangkan bahwa ini sebagai stasiun yang permanen. (Sasaran) Kita harapkan dalam satu tahun ke depan juga sudah selesai ya,” Jernih Dudy Purwaghandi. Fleksibilitas jadwal perjalanan juga disiapkan oleh pihak kementerian Buat mengantisipasi lonjakan penumpang Ketika kawasan tersebut menggelar acara besar. Kebijakan ini meniru pola operasional moda transportasi massal lain yang berada di area strategis Jakarta.

“Buat penjadwalan kereta, itu kita akan sesuaikan dengan event yang diselenggarakan oleh pihak Pemda maupun pihak Ancol maupun pihak JIS. Sebagaimana rekan-rekan ketahui, kalau Eksis event-event tertentu kami meng-extend atau memperpanjang jam layanan dari kereta seperti MRT,” Jernih Dudy Purwaghandi. Perpanjangan waktu layanan operasional tersebut tercatat sudah pernah diimplementasikan pada sejumlah kegiatan festival besar sebelumnya di ibu kota. Langkah ini dinilai efektif memecah kepadatan arus penonton setelah acara selesai.

“Kalau Eksis event tertentu begitu juga kemarin seperti di Java Jazz kita juga meng-extend operasional daripada layanan kereta maupun layanan stasiunnya,” tambah Dudy Purwaghandi. Dalam kondisi normal tanpa kegiatan Tertentu, operasional moda transportasi kereta di fasilitas baru ini dibatasi hingga menjelang malam hari. Kendati demikian, pemerintah menjamin regulasi tersebut bersifat Bergerak mengikuti situasi di lapangan. “Sesuai dengan ini kita Tiba dengan 21.30 (WIB), tapi kalau Eksis event Tertentu di Area ini maka pengoperasiannya akan kita perpanjang,” tutup Dudy Purwaghandi.