Ilustrasi. Foto: Dok MI
New York: Dolar Amerika Perkumpulan (AS) menguat tipis pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, setelah data pasar tenaga kerja yang solid meningkatkan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Spesies Kembang Federal Reserve (The Fed). Di Ketika yang sama, yen Jepang kembali tertekan ke level terlemahnya terhadap dolar AS dalam Dekat empat Sepuluh tahun.
Dikutip dari Investing.com, Rabu, 1 Juli 2026, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan dolar terhadap enam mata Duit Primer naik 0,1 persen menjadi 101,20. Indeks tersebut juga berada di jalur mencatat kuartal positif keempat berturut-turut, dengan kenaikan Sekeliling 1,2 persen sepanjang kuartal II.
Data ketenagakerjaan jadi petunjuk Spesies Kembang
Pelaku pasar pekan ini mencermati sejumlah indikator pasar tenaga kerja AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter The Fed.
Sebelumnya, indikator inflasi pilihan The Fed mencatat kenaikan tahunan tertinggi pada Mei sejak Oktober 2023. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bank sentral AS akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
Meski harga minyak telah kembali turun setelah sempat melonjak akibat konflik Iran, analis menilai tekanan inflasi dari sektor Daya Lagi berpotensi memengaruhi perekonomian.
Pada Selasa, data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan jumlah lowongan kerja pada Mei mencapai 7,594 juta, melampaui ekspektasi pasar sebesar 7,296 juta dan sedikit lebih tinggi dibandingkan Bilangan revisi April sebesar 7,585 juta. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sejak Mei 2024.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Sementara itu, indeks kepercayaan konsumen AS versi Conference Board naik menjadi 91,2 pada Juni dari 90,6 pada bulan sebelumnya.
“Sentimen risk-on Membikin investor meningkatkan eksposur ke ekuitas dan komoditas Sembari mengurangi kepemilikan aset pendapatan tetap karena kondisi pasar tenaga kerja yang kuat meningkatkan probabilitas kenaikan Spesies Kembang dan proyeksi PDB,” kata Ekonom Senior Interactive Brokers José Torres.
Pelaku pasar juga menantikan hasil Lembaga Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra, Portugal, terutama pernyataan Ketua The Fed yang diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah Spesies Kembang ke depan.
Yen terpuruk ke level terendah sejak 1986
Di pasar valuta asing, yen Jepang kembali melemah. Kekasih USD/JPY naik 0,4 persen menjadi 162,60 sehingga yen berada di level terlemahnya terhadap dolar AS sejak 1986.
Pernyataan pejabat pemerintah Jepang belum Bisa membendung pelemahan mata Duit tersebut.
Meski Bank of Japan telah Meningkatkan Spesies Kembang acuannya ke level tertinggi dalam Sekeliling tiga Sepuluh tahun, selisih Spesies Kembang yang lebar antara AS dan Jepang Lagi menjadi Elemen Primer yang menopang penguatan dolar AS.
Sebelumnya, pemerintah Jepang juga telah menggelontorkan Biaya Sekeliling 11,73 triliun yen atau lebih dari USD70 miliar pada akhir April hingga Mei Demi menstabilkan nilai Salin yen.
