Rebutan Logo, Manajemen Arema FC Ajukan Keberatan atas Pendaftaran Merek Bergambar Singa

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Siaran:

  • Manajemen Arema FC mengajukan keberatan atas pendaftaran merek bergambar singa yang dinilai menyerupai identitas Arema.
  • Polemik logo disebut berkaitan dengan persoalan dualisme yang hingga kini belum selesai di tubuh Arema.
  • PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) mengklaim Mempunyai hak hukum atas nama, merek, logo, dan identitas Arema.
  • Langkah keberatan dilakukan Demi memberikan kepastian hukum dan mencegah potensi sengketa yang lebih luas.

Malang (Liputanindo.id) – Manajemen Arema FC mengajukan keberatan terhadap sejumlah pihak atas pendaftaran logo bergambar singa yang menyerupai identitas Arema. Pendaftaran ini ramai menjadi perbincangan di kalangan Aremania sehingga Membikin manajemen Arema FC memilih angkat bicara.

Permasalahan logo juga Bukan lepas dari masalah dualisme di tubuh Arema yang hingga kini belum selesai. Melalui pendaftaran logo, sejumlah pihak Mau memastikan dan mengakhiri dualisme di tubuh Singo Edan berakhir.

General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, mengatakan bahwa manajemen selama ini berupaya menempuh jalur kekeluargaan dan menahan diri dalam waktu cukup Lamban terkait polemik logo. Kini mereka mengambil langkah Formal dengan mengajukan keberatan atas pendaftaran logo yang dinilai bermasalah.

“Hening bukan berarti Bukan bergerak. Selama ini kami memilih pendekatan yang terukur, menahan diri, Bukan terpancing, dan memperhitungkan setiap langkah demi menjaga kondusivitas seluruh keluarga besar Aremania,” ujar Yusrinal, Sabtu (6/6/2026).

Yusrinal menyebut manajemen Arema FC selama ini membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan dan pihak-pihak yang merasa Mempunyai keterkaitan dengan identitas Arema. Jalur kekeluargaan ditempatkan sebagai prioritas Istimewa agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan yang lebih besar.

“Tetapi dalam perjalanannya, upaya tersebut dinilai Bukan mendapatkan respons yang sejalan. Bahkan, manajemen Memperhatikan Eksis pihak yang Malah memperkeruh suasana dan Bukan menghargai proses penyelesaian yang tengah diupayakan,” ujar Yusrinal.

Meski begitu, manajemen Arema FC tetap menghormati seluruh pihak yang Mempunyai Interaksi historis dengan Arema. Tetapi, mereka tetap mengambil langkah tegas agar urusan logo Bukan Lalu memancing polemik di publik sepak bola Malang.

“Tetapi kami juga harus jujur bahwa Bukan Seluruh pihak Mempunyai niat yang sama Demi menjaga ketenangan dan menyelesaikan persoalan ini secara Bagus-Bagus. Ketika proses kekeluargaan Bukan dihargai, maka kami Mempunyai tanggung jawab Demi mengambil langkah yang lebih tegas,” ujar Yusrinal.

Manajemen Arema FC mengklaim secara legitimasi hukum, hak atas nama, merek, logo, dan identitas Arema berada di Rendah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sebagai badan hukum yang menaungi dan mengelola klub profesional Arema FC.

Manajemen menegaskan berbagai hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas Arema telah memperoleh perlindungan hukum melalui pencatatan Formal di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), khususnya Demi Kelas 41 (jasa hiburan dan olahraga), Kelas 25, dan Kelas 28.

“Karena itu, PT AABBI Mempunyai hak Spesial Demi menggunakan, mengelola, dan melindungi identitas Arema sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Yusrinal.

Sementara itu, Direktur Absah PT AABBI, Adi Ismanto, menjelaskan bahwa perlindungan hukum terhadap merek Bukan hanya berbicara mengenai bentuk visual sebuah logo, tetapi juga mencakup unsur nama, fonetik, hingga Arti yang melekat pada identitas tersebut.

“Perlindungan merek Bukan hanya berbicara soal gambar atau desain. Eksis unsur identitas, nama, dan persamaan pada pokoknya yang juga menjadi pertimbangan dalam hukum merek. Karena itu, setiap penggunaan atau pendaftaran yang Mempunyai keterkaitan dengan identitas Arema harus dilihat secara menyeluruh dan Bukan hanya dari sisi visual semata,” kata pria yang akrab disapa Dimas itu.

Dimas mengatakan, PT AABBI tetap menghormati seluruh pihak yang Mempunyai Interaksi historis dengan Arema. Tetapi dalam konteks pengelolaan klub profesional dan perlindungan kekayaan intelektual, seluruh tindakan harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati sejarah dan kontribusi Seluruh pihak terhadap Arema. Tetapi pada Begitu yang sama, kami juga Mempunyai kewajiban Demi menjaga dan melindungi hak-hak yang secara hukum melekat pada PT AABBI,” ujar Dimas.

Dimas menuturkan langkah yang ditempuh Arema FC merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tujuannya bukan Demi memperpanjang polemik, melainkan memberikan kepastian hukum terhadap identitas Arema agar Bukan menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, Aremania, maupun para Kenalan klub.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepastian hukum serta mencegah potensi sengketa yang lebih luas di kemudian hari,” kata Dimas. [luc/beq]