Ilustrasi. Foto: dok MI.
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyelenggarakan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) pada 1 Mei-31 Agustus 2026 sebagai kegiatan strategis nasional Buat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia.
Dalam pendataan ini, BPS dibantu oleh petugas sensus yang secara Formal direkrut dan ditetapkan sebagai Kawan Statistik BPS. Mereka bukanlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ASN organik, melainkan tenaga profesional yang direkrut, dilatih, dan dikontrak Spesifik Buat mengerjakan sensus atau survei.
Terkait hal tersebut, gaji petugas BPS Sensus Ekonomi 2026 menjadi topik paling ramai diperbincangkan sejak rekrutmen Formal dibuka. Tak ayal memang, karena Kesempatan ini menawarkan Pendapatan bulanan yang cukup menggiurkan Buat pekerjaan kontrak jangka pendek.
Berdasarkan pernyataan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, besaran honor bervariasi tergantung daerah penugasan. Besaran honor atau gaji petugas sensus didasarkan biaya hidup, medan geografis, dan beban kerja yang berbeda di setiap Daerah Indonesia.
Kisaran gaji/honor petugas BPS Sensus Ekonomi 2026
Mengutip Desamokel.id, gaji atau honor petugas BPS Sensus Ekonomi 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Nominal tersebut Dapat berbeda tergantung Daerah penugasan dan jenis pekerjaan yang dijalankan petugas di lapangan. Ini bukan Bilangan tetap yang berlaku seragam di seluruh Indonesia.
Secara nasional, Perkiraan gaji Kawan Statistik BPS pada tahun 2026 berada pada kisaran Rp2,8 juta hingga Rp5,5 juta. Tetapi, nominal yang Likuid ke rekening masing-masing petugas Dapat berbeda-beda sangat bergantung pada Upah Minimum Regional (UMR) Daerah penugasan, tingkat kesulitan geografis, posisi tugas, serta volume Sasaran kuesioner yang diselesaikan.
Berikut rincian gaji atau honor petugas BPS Sensus Ekonomi 2026:
- Kawan Pengolahan/Entri Data dengan sistem kerja per Berkas: Rp2,8 juta-Rp3,5 juta.
- Pencacah/Pendataan Lapangan dengan sistem kerja kontrak proyek: Rp3,2 juta-Rp4,2 juta.
- Pengawas/Pemeriksa (PML) dengan sistem kerja per bulanan: Rp4 juta-Rp5 juta.
- Koordinator Tim/Kortim dengan sistem kerja per bulanan: Rp4,5 juta-Rp5,5 juta.
- Kisaran Lumrah Nasional Buat Sekalian posisi: Rp2,8 juta-Rp5,5 juta.
Bilangan di atas bersifat Perkiraan. BPS Kagak merilis secara rinci berapa besaran gaji yang akan diterima oleh para calon Kawan. Tetapi, Apabila Menonton pola seleksi dan tugas kerja yang dibebankan, besaran gaji yang akan diterima Dapat berbeda-beda tergantung pada kebijakan kantor BPS di Daerah setempat.

(Ilustrasi petugas Sensus Ekonomi 2026. Foto: dok Istimewa)
Elemen penentu besaran gaji/honor
Kagak Sekalian petugas akan mendapat Bilangan yang sama. Terdapat tiga variabel Istimewa yang Membangun gaji petugas sensus berbeda-beda antarwilayah yakni Daerah kerja yang disesuaikan dengan UMP atau UMK 2026 di Letak tugas; beban kerja berupa posisi dan tanggung jawab di lapangan; serta kebijakan BPS daerah di setiap kantor kabupaten/kota yang punya anggaran disesuaikan kondisi geografis.
Daerah dengan medan terjal, jarak antardesa yang jauh, atau kepadatan usaha yang tinggi biasanya mendapat penyesuaian honor lebih besar. Ini logis kerja keras di lapangan pegunungan tentu berbeda bebannya dibanding pendataan di kawasan perkotaan yang padat.
Selain itu, kontrak kerja BPS menggunakan basis kinerja, bukan sekadar kehadiran harian. Honorarium penuh hanya akan dicairkan Apabila Kawan berhasil menyelesaikan pendataan sesuai dengan jumlah Sasaran sampel atau Berkas yang dibebankan. Artinya, komitmen dan kemampuan menyelesaikan Sasaran adalah kunci honor penuh Dapat Likuid.
Masa kerja dan jadwal penugasan
Petugas akan bekerja secara efektif selama kurang lebih 2,5 bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026. Status sebagai Kawan Statistik adalah tenaga kontrak kegiatan, bukan merupakan pegawai tetap, ASN, maupun PPPK.
Durasi ini memang terbilang singkat, tapi cukup padat. Penyelenggaraan lapangan Buat Sensus Ekonomi 2026 direncanakan berjalan secara serentak selama dua bulan penuh, yakni pada kisaran Juni hingga Juli 2026.
Buat beberapa Daerah dengan cakupan kluster industri yang kompleks, masa kerja total Dapat meluas hingga tiga bulan, mencakup periode Mei hingga Juli.
Bagi mahasiswa atau pekerja yang Ingin sambilan, jendela waktu ini cukup Luwes Buat diatur. Kuncinya adalah kejelasan jadwal sejak awal agar Kagak bentrok dengan aktivitas lain.
