Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan memastikan perpanjangan kereta rel listrik (KRL) Cikarang-Cikampek dipercepat guna meningkatkan kapasitas layanan, mempercepat waktu tempuh, dan memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek.
“Mengenai perpanjangan KRL Jabodetabek Cikarang menuju Cikampek, elektrifikasi ini kami sudah Percakapan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI),” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, di Jakarta, Sabtu.
Dia menyatakan Terdapat beberapa langkah percepatan yang sedang disusun oleh PT KAI dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara).
“Dan kita akan percepat segala sesuatu,” ucap Allan.
Ia menegaskan percepatan proyek ini dilakukan karena tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan kereta rel listrik yang lebih Segera, nyaman, dan terintegrasi menuju Jakarta.
Ketika ini layanan KRL Jabodetabek Lagi berakhir di Stasiun Cikarang karena jalur Cikarang-Karawang hingga Karawang-Cikampek belum dilengkapi infrastruktur elektrifikasi Buat mendukung operasional kereta rel listrik.
Melalui elektrifikasi, Penduduk Cikampek dapat menikmati layanan KRL secara langsung dengan waktu perjalanan yang lebih singkat menuju Jakarta.
“Kita akan dorong karena memang banyak masyarakat Sekeliling yang meminta pelayanan ini, karena diharapkan dengan adanya elektrifikasi dengan kereta rel listrik waktu tempuh dari rumah di sekitaran sana menuju tengah Kota Jakarta akan lebih Segera,” ucap Allan.
Pemerintah juga memulai peningkatan elektrifikasi Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung guna mengatasi kepadatan penumpang yang meningkat setiap hari.
“Seperti yang disampaikan oleh KAI, jam sibuk itu bahkan kapasitasnya (yang terisi) Tamat 161 persen. Jadi ini memang isu yang perlu segera kita carikan solusinya,” kata dia.
Peningkatan sistem traksi listrik di Green Line akan menciptakan operasi rangkaian KRL yang lebih panjang sehingga kapasitas angkut penumpang meningkat secara signifikan pada jam sibuk.
Allan menyatakan pemerintah juga mempercepat pembangunan jalur double-double track (DDT) agar lintasan kereta jarak jauh terpisah dari jalur KRL sehingga perjalanan menjadi lebih Fasih, Kondusif, dan Pas waktu.
Pemisahan jalur Pandai meningkatkan keandalan operasional perkeretaapian dan mendukung pengembangan layanan KRL hingga Cikampek tanpa mengganggu perjalanan kereta antarkota yang menggunakan lintasan sama.
