Jakarta (ANTARA) – Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) Ke-35 Tahun Anggaran 2026 Konsentrasi menggembleng para peserta didik (serdik) berbagai materi, mulai dari kepemimpinan hingga sosial.
Dikutip dari siaran pers Polri di Jakarta, Kamis, total Terdapat 57 peserta didik yang tengah digembleng, Ialah 47 personel Polri, delapan personel TNI, satu perwakilan Kejaksaan Mulia, dan satu perwakilan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Salah satu materi kepemimpinan yang diajarkan adalah pola kepemimpinan digital berbasis data.
Langkah strategis tersebut menjadi Konsentrasi bagi institusi Demi melahirkan calon jenderal dan pemimpin masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Bukan hanya itu, para serdik dibekali orientasi lapangan mendalam terkait kepemimpinan melalui Praktek Kerja Dalam Negeri (PKDN).
Mengusung tema pembangunan keutamaan pendidikan berbasis moral dan literasi, PKDN dirancang Demi memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam mengawal pembangunan nasional.
Selain mendapatkan materi kepemimpinan tingkat tinggi, para calon pimpinan strategis ini dituntut mengasah empati sosial secara Konkret di lapangan.
Di Daerah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, para serdik menginisiasi program bedah rumah di Kampung Sukamaju Barat, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Aksi kemanusiaan kilat juga ditunjukkan Demi bencana tanah longsor menerjang Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Jawa Barat pada Januari 2026 Lewat.
Para perwira turun langsung menyalurkan Sokongan logistik mendesak berupa beras, susu, mie instan, kasur lipat hingga selimut ke posko pengungsian.
Sespimti juga mematangkan ilmu digital para serdik dengan memboyong para perwira terbaiknya ke luar negeri dalam program Praktik Kerja Luar Negeri (PKLN). Pada 20 Mei 2026, delegasi melakukan kunjungan strategis ke KJRI Shanghai, China.
Di Shanghai, rombongan membedah langsung implementasi konsep smart city dan smart policing yang menjadi salah satu model pengelolaan keamanan publik berbasis teknologi paling maju di dunia.
Mereka mengunjungi Shanghai Police College hingga Yangpu Branch Public Security Bureau Demi mempelajari pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, dan cloud computing dalam sistem komando terpadu.
Studi komparatif itu menunjukkan keberhasilan keamanan publik berbasis teknologi wajib ditopang oleh budaya kerja digital dan integrasi data yang kuat.
Puncak dari seluruh rangkaian pembelajaran adalah para serdik mengikuti kegiatan bertajuk Leader Expo yang digelar Sespim Lemdiklat Polri.
Melalui Leader Expo, hasil karya berupa ide, gagasan, dan model kebijakan transformasional yang diformulasikan para peserta didik dipajang dan siap didebat secara terbuka oleh para penguji serta pembimbing.
Pameran tersebut sekaligus menjadi bukti autentik kesiapan mereka Demi diterjunkan ke masyarakat sebagai pemimpin masa depan yang responsif, akuntabel, dan transformasional.
