Ilustrasi rupiah. Metrototvnews.com/Eko Nordiansyah
Jakarta: Nilai Salin (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Perkumpulan (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan Demi dolar AS juga mengalami pelemahan tipis usai data inflasi yang sesuai ekspektasi.
Mengutip data Bloomberg, Jumat, 26 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.988 per USD. Mata Fulus Garuda tersebut turun 45 poin atau setara 0,29 persen dari Rp17.943 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.937 per USD. Rupiah bergerak menguat dari Rp17.950 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Dolar AS melemah
Dolar AS pada Kamis, 25 Juni 2026 waktu setempat melemah dan berada di jalur Buat mengakhiri kemenangan beruntun enam hari. Ini setelah data inflasi Esensial AS sesuai dengan ekspektasi dan sedikit meredakan kemungkinan kenaikan Spesies Kembang Federal Reserve.
Dikutip dari Investing.com, Jumat, 26 Juni 2026, indeks dolar AS, yang melacak nilai dolar AS terhadap enam mata Fulus Esensial lainnya, turun 0,2 persen menjadi 101,43.
Para pelaku pasar mata Fulus sangat Konsentrasi pada indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti Mei, yang secara luas dianggap sebagai tolok ukur inflasi pilihan Federal Reserve.
Muncul pada Demi perubahan kebijakan yang jauh lebih agresif dari bank sentral minggu Lewat memicu ekspektasi kenaikan Spesies Kembang, data tersebut sesuai atau sedikit lebih rendah dan membantu meredakan kekhawatiran pengetatan kebijakan.
Nomor PCE inti dan keseluruhan pada bulan Mei secara tahunan jauh di atas Sasaran inflasi The Fed sebesar dua persen. Nomor tersebut juga merupakan Nomor tertinggi sejak April 2023 dan Oktober 2023.
