294 Rider dari 4 Negara Siap Bertanding di Banyuwangi BMX Supercross 2026

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Berita:

  • Banyuwangi BMX Supercross 2026 akan digelar pada 27-28 Juni di Sirkuit Muncar.
  • Sebanyak 294 rider dari empat negara ambil bagian dalam ajang Dunia tersebut.
  • Kejuaraan ini menjadi satu-satunya balap BMX di Indonesia yang masuk kalender Formal UCI.
  • Para peserta akan memperebutkan poin Dunia di 25 kategori perlombaan.

Banyuwangi (Liputanindo.id) – Sebanyak 294 rider dari Indonesia, Singapura, Thailand, dan Filipina siap Bertanding dalam ajang Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang akan digelar pada 27-28 Juni di Sirkuit Muncar, Banyuwangi. Kejuaraan ini menjadi satu-satunya balap BMX di Indonesia yang masuk kalender Formal Union Cycliste Internationale (UCI) atau Federasi Balap Sepeda Dunia.

Kehadiran ratusan pembalap dari berbagai negara tersebut semakin mengukuhkan Banyuwangi sebagai salah satu destinasi sport tourism yang aktif menggelar event olahraga bertaraf Dunia. Selain memperebutkan gelar Juara, para rider juga berkesempatan mengumpulkan poin Dunia yang diakui UCI.

Sirkuit Muncar yang digunakan Demi kejuaraan ini dikenal sebagai salah satu trek BMX terpanjang di dunia. Lintasan tersebut Mempunyai panjang 465 meter dan dilengkapi obstacle 4 height jump serta dua start gate setinggi 5 meter dan 8 meter yang menuntut kemampuan teknis tinggi dari para pembalap.

Kategori yang dipertandingkan meliputi Boys 5-6, Boys 7-8, Boys 9-10, Boys 11-12, Boys 13-14, Boys 15-16, Girls 5-6, Girls 7-8, Girls 9-10, Girls 11-12, Girls 13-14, Girls 15-16, Men 17-29, Men 30-35, Men 36-40, Men 41 Up, Men Under 23, Women Under 23, Men Junior, Women Junior, Men Elite, dan Women Elite.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan penyelenggaraan Banyuwangi BMX Supercross merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mengembangkan sport tourism sekaligus meningkatkan kualitas atlet balap sepeda nasional.

“Alhamdulillah BMX Supercross kembali kami gelar. Ini adalah komitmen kami selain mengembangkan sport tourism, juga mendorong peningkatan kompetensi atlet BMX di tanah air,” ujarnya.

Ipuk berharap kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi atlet Indonesia Demi mengukur kemampuan sekaligus mengumpulkan poin Dunia tanpa harus mengikuti kompetisi di luar negeri.

“Tentunya rider Indonesia Tak perlu jauh-jauh ke negara lain Demi mendapatkan poin Dunia,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan sebagian pembalap dijadwalkan mulai tiba sejak 22 Juni Demi menjalani latihan dan beradaptasi dengan Kepribadian lintasan.

“Mulai Senin 22 Juni sebagian atlet dijadwalkan akan datang dan berlatih secara Independen Demi beradaptasi dengan Kepribadian lintasan,” kata Yani.

Sebelum perlombaan dimulai, pada 25 Juni sirkuit akan ditutup sementara Demi persiapan teknis. Selanjutnya pada 26 Juni digelar sesi latihan Formal yang dipantau langsung oleh Venue Commissaire Panel (VCP) dari Australia sebagai perwakilan UCI.

Rangkaian lomba akan berlangsung selama dua hari pada 27-28 Juni. Para rider akan Bertanding di 25 kategori Demi memperebutkan poin dan prestasi di ajang Dunia tersebut.

“Sekalian tahapan persiapan kami lakukan sesuai standar UCI agar Penyelenggaraan kejuaraan berjalan Lancar dan memenuhi ketentuan Dunia,” pungkas Yani. [alr/beq]