Ringkasan Informasi:
- Kadin Jatim meminta Pemkab Jember segera membentuk tim Tertentu Demi mengawal kerja sama sister city dengan Jinhua, China.
- Kolaborasi dinilai berpotensi memperluas pasar ekspor komoditas unggulan Jember seperti kopi, tembakau, dan edamame.
- Kerja sama disarankan diawali dari sektor agro sebelum diperluas ke bidang lain.
- Program ekonomi diharapkan berjalan beriringan dengan pertukaran pelajar dan transfer teknologi.
Jember (Liputanindo.id) – Ruangan Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember segera membentuk tim Tertentu Demi mengawal rencana kerja sama sister city dengan Kota Jinhua, China. Langkah tersebut dinilai Krusial agar implementasi kerja sama Bukan Tertahan birokrasi dan Pandai memberikan Dampak Konkret bagi perekonomian daerah.
Wakil Ketua Kadin Jawa Timur Edi Purwanto mengatakan Kabupaten Jember dan Kota Jinhua Mempunyai potensi besar Demi saling melengkapi. Jember dikenal sebagai salah satu sentra pertanian nasional dengan komoditas unggulan seperti kopi, tembakau, dan edamame yang telah menembus pasar Dunia, sedangkan Jinhua merupakan pusat logistik, perdagangan Dunia, dan e-commerce di China.
“Jember adalah salah satu lumbung pangan dan pertanian, khususnya sentra kopi, tembakau, edamame yang sudah dikenal Dunia. Sebaliknya Jinhua adalah salah satu pusat logistik, perdagangan Dunia, dan e-commerce,” kata Edi, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, kolaborasi kedua daerah akan membuka Kesempatan lebih besar bagi produk agro Jember Demi menembus pasar Dunia dengan dukungan jaringan perdagangan dan logistik yang dimiliki Jinhua.
“Hasil-hasil agro Jember dengan dukungan Jinhua sebagai pusat perdagangan Dunia dan e-commerce akan mempercepat pergerakan dan perluasan pasar agro dengan potensi harga yang lebih Bagus dan size market-nya makin besar,” ujarnya.
Edi menilai kerja sama tersebut menjadi semakin strategis di tengah perlambatan ekonomi Dunia akibat ketidakpastian geopolitik, termasuk Dampak krisis di kawasan Teluk Persia yang memengaruhi aktivitas perdagangan Dunia.
Karena itu, ia meminta Pemkab Jember segera mempersiapkan perangkat pelaksana agar kerja sama dapat berjalan efektif sejak tahap awal.
“Pemkab Jember perlu membentuk tim Tertentu Demi menangani kerja sama ini yang diberi kewenangan Demi meretas sekat-sekat birokratis yang Eksis selama ini,” katanya.
Menurut Edi, tim tersebut harus Mempunyai kewenangan melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah sehingga proses implementasi Bukan Tertahan Mekanisme administratif.
Ia juga menyarankan pemerintah daerah Bukan hanya mengandalkan pembiayaan dari APBD, tetapi membuka ruang yang lebih luas bagi investasi swasta dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Selain itu, perguruan tinggi dan berbagai organisasi pelaku usaha perlu dilibatkan secara aktif dalam Penyelenggaraan kerja sama.
Sebagai tahap awal, Edi mengusulkan agar kolaborasi difokuskan pada sektor agro sebagai proyek percontohan sebelum diperluas ke bidang lainnya.
“Sementara ini sebaiknya kerja sama terfokus pada satu bidang Demi dijadikan role model dan portofolio. Misal sektor agro dengan support dari Jinhua Demi membuka akses market dan dukungan transfer knowledge maupun teknologi dengan tetap memperhatikan kearifan lokal Jember,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap program kerja sama harus Mempunyai Sasaran yang Jernih dan terukur sehingga dapat dievaluasi secara berkala oleh kedua belah pihak.
Selain kerja sama ekonomi, Edi juga mendorong penguatan Rekanan di bidang pendidikan melalui program pertukaran siswa dan mahasiswa yang diarahkan Demi mendukung pengembangan sektor agro.
“Paralel dengan kerja sama ekonomi, juga dibarengi program penguatan pendidikan melalui program pertukaran siswa dan mahasiswa antar keduanya dan Pandai difokuskan ke sektor agro tersebut,” katanya.
Edi optimistis kerja sama tersebut akan memberikan Dampak positif bagi perekonomian Jember apabila dijalankan secara konsisten dan mendapat pengawalan yang Bagus.
“Ini karena kerja sama berbasis sister city banyak yang berhasil Apabila diawali kerja sama ekonomi dan pendidikan,” pungkasnya. [wir/beq]
