Gangguan aktivitas melanda masyarakat di sebagian Kawasan Pancoran Mas Kota Depok dan Rawalumbu Kota Bekasi akibat pemadaman listrik bergilir yang dilakukan oleh PT PLN (Persero). Pemadaman tanpa pemberitahuan matang ini memicu keluhan karena menghentikan operasional usaha dan mengganggu pekerja jarak jauh pada pertengahan Juni 2026.
Di Pancoran Mas, Depok, Kategori listrik padam menjelang waktu magrib pada Kamis, 18 Juni 2026. Kondisi pemukiman yang gelap gulita memaksa Anggota berbondong-bondong membeli lilin hingga menyebabkan para pedagang keliling kehabisan stok dagangan mereka.
Sementara itu, pemadaman di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur, terjadi lebih awal dengan durasi mencapai beberapa jam. Seorang Anggota Pengasinan bernama Yeni Lestari (29) mengaku terkejut karena Enggak mengetahui informasi pemeliharaan tersebut sebelumnya.
“Tewas lampu di rumah saya tadi Sekeliling jam 5 sore, dikiranya token abis karena wifi nggak connect, tapi Rupanya Tewas lampu. Baru nyala Kembali Sekeliling jam 8 malam,” ujar Yeni Lestari, Anggota Pengasinan.
Yeni menambahkan bahwa ketiadaan pengumuman Formal membuatnya terpaksa mencari informasi Sendiri melalui platform digital. Hal ini dinilai menyulitkan masyarakat yang sangat bergantung pada koneksi internet rumah.
“Sejauh ini sih nggak Eksis pemberitahuan ya, atau mungkin Eksis, tapi saya yang ke-skip infonya. Saya Mengerti Eksis pemadaman listrik serentak itu Bahkan dari (medsos) X,” kata Yeni Lestari, Anggota Pengasinan.
Pengaruh matinya arus daya berimbas langsung pada pemakaian kuota data internet tambahan karena matinya fasilitas pemancar wifi. Pengeluaran rumah tangga Anggota pun menjadi membengkak secara mendadak.
“Pertama, wifi Tewas. Jadi mesti Guna paket data sendiri, harusnya kalau di rumah kan berhemat,” ujar Yeni Lestari, Anggota Pengasinan.
Kondisi ini diperparah dengan menipisnya daya penyimpan baterai pada gawai Esensial yang digunakan Demi menyelesaikan sisa pekerjaan kantor.
“Dan menyusahkan saya yang bekerja karena HP lowbatt, powerbank sudah habis, listrik lelet nyalanya,” kata Yeni Lestari, Anggota Pengasinan.
Merespons situasi tersebut, pihak layanan pelanggan PLN memberikan konfirmasi mengenai Argumen di balik pemutusan arus sementara di Kawasan kerja Bekasi. Tindakan tersebut diklaim sebagai bagian dari perawatan berkala aset distribusi demi keandalan jangka panjang.
“Sekeliling tadi siang Tamat sore hari Eksis pemadaman di Kawasan tersebut dan kami cek ini pemadamannya terkait sehubungan adanya upaya peningkatan pasokan listrik Demi masyarakat. PLN sedang melaksanakan kegiatan penguatan dan pemeliharaan jaringan distribusi listrik yang membutuhkan pengaturan pasokan listrik atau manajemen beban,” ujar petugas layanan call center PLN.
Manajemen beban di Dasar Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bantargebang diakui Mempunyai rentang waktu penyelesaian yang berbeda-beda pada setiap area.
“Demi pemadaman kami cek khususnya di ULP Bantargebang bervariasi Eksis di pukul 9 pagi, Eksis di pukul 10 pagi, Eksis yang jam 11 (siang) sudah menyala dan Eksis juga yang pukul 8 malam baru menyala,” kata petugas layanan call center PLN.
