Banyuwangi Raih Predikat Kabupaten Berkinerja Terbaik dari Kemendagri

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sukses menerapkan sejumlah strategi taktis dalam tata kelola pemerintahan hingga berhasil menyabet predikat sebagai kabupaten berkinerja terbaik di Indonesia. Penghargaan bergengsi tersebut diberikan secara Formal oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sebelumnya, pada April 2026, kementerian terkait telah menobatkan Distrik di ujung timur Pulau Jawa ini sebagai kabupaten berkinerja tinggi peringkat pertama. Keberhasilan ini menjadi bukti Konkret dari efektivitas program kerja yang dijalankan oleh jajaran pemerintah daerah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan penjelasan mendalam mengenai signifikansi dari pencapaian tersebut dalam acara Sekar Agni di detikSore pada Kamis (18/6/2026), seperti dilansir dari Detikcom.

“Jadi penghargaan kinerja terbaik ini memang salah satu penghargaan yang diberikan oleh Kemendagri kepada daerah-daerah, terutama daerah yang Pandai meningkatkan capaian kinerjanya. Eksis lebih dari 600 indikator yang dinilai di sini,” kata Ipuk.

Indikator penilaian yang sangat kompleks tersebut mencakup berbagai aspek krusial di lapangan. Penurunan Bilangan kemiskinan dan Percepatan indeks pembangunan Mahluk menjadi dua poin Istimewa yang berhasil dipenuhi dengan Bagus.

“Salah satunya adalah bagaimana kemiskinan Dapat kita turunkan dan pertumbuhan ekonomi Dapat kita jaga. Lampau juga Eksis pengangguran serta indeks pembangunan Mahluk. Eksis Sekeliling 600 indikator yang dinilai, jadi banyak sekali,” tutur Ipuk.

Dalam upaya memenuhi Sasaran-Sasaran tersebut, pemeliharaan iklim kerja yang profesional menjadi kunci Istimewa di lingkungan aparatur sipil negara. Kesetaraan standar performa diberlakukan secara adil tanpa Memperhatikan gender.

“Kita bekerja secara profesional. Kita juga dituntut oleh standar yang sama, Bagus pemimpin Perempuan maupun Pria. Tapi mungkin memang Kepribadian Perempuan dan Pria inilah yang kadang-kadang menjadi pembeda,” Terang Ipuk.

Ipuk mencontohkan bahwa sinergi kepemimpinan tetap berjalan Seimbang di jajaran birokrasi struktural tertinggi tingkat daerah. Ritme kerja diselaraskan demi mencapai Sasaran organisasi secara kolektif.

“Tapi kalau dari segi kinerja, kita semuanya sama. Karena di Dasar saya juga banyak sekda dan asisten yang merupakan pria. Jadi saya sebagai bupati juga harus mengikuti ritme kerja yang sama,” sambung Ipuk.

Keberhasilan menembus ratusan indikator penilaian ketat dari pemerintah pusat ini Tak lepas dari pola Rekanan kerja kolaboratif. Keterlibatan aktif dari berbagai lapisan masyarakat menjadi motor penggerak Istimewa dalam implementasi kebijakan.

“Bagi Banyuwangi, penghargaan ini bukan hanya sekadar sebuah penghargaan. Tetapi, ini membuktikan bahwa kami Pandai melibatkan banyak sektor. Hebatnya Kembali, masyarakat Banyuwangi Berbarengan-sama Pandai mencapai indikator kinerja yang Bagus seperti ini.

Jadi kalau kita bicara penghargaan ini, Eksis kontribusi dari Kawan-Kawan ASN, anak-anak muda, pengusaha, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga sektor teknologi. Seluruh elemen masyarakat yang Eksis di Banyuwangi Mempunyai peran,” kata Ipuk.