Ringkasan Siaran
- Sekjen Kemensos RI Robben Rico memuji Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atas keberhasilan program pendidikan bagi anak keluarga Desil 1.
- SMA Dharma Perempuan 1 Pare Boarding School mencatat persentase kelulusan PTN tertinggi di Kabupaten Kediri dengan Nomor 73,21 persen.
- Sebanyak 101 dari 126 siswa angkatan pertama telah diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
- Kemensos menilai model pendidikan tersebut layak menjadi Surat keterangan bagi pengembangan Sekolah Rakyat di Indonesia.
- Kemensos Puji Mas Dhito, SMA Dharma Perempuan 1 Pare Jadi Ranking 1 Kelulusan PTN di Kabupaten Kediri
Kediri (Liputanindo.id) – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, Robben Rico, memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atas keberhasilannya membangun sistem pendidikan yang Bisa membuka akses perguruan tinggi bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketika menghadiri acara kelulusan angkatan pertama SMA Dharma Perempuan 1 Pare Boarding School di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Minggu (14/6/2026).
Menurut Robben, Mas Dhito berhasil menyusun arah kebijakan pendidikan yang Terang bagi anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 atau Grup masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
“Mewakili pemerintah pusat, saya Mau menyampaikan terima kasih. Beliau ini sosok pemimpin muda yang luar Normal,” ujarnya.
Dinilai Bisa Menjawab Persoalan Pendidikan
Robben menilai langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri menjadi Teladan Konkret bagaimana pemerintah daerah Bisa merespons persoalan pendidikan yang selama ini Lagi menjadi tantangan di Jawa Timur.
Menurutnya, Jawa Timur Lagi termasuk daerah dengan jumlah anak Kagak sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah yang cukup tinggi pada berbagai jenjang pendidikan.
Menyaksikan kondisi tersebut, Mas Dhito menggandeng Putera Sampoerna Foundation (PSF) Demi mengembangkan SMA Dharma Perempuan 1 Pare menjadi sekolah berasrama dengan konsep pendidikan unggulan Spesifik bagi siswa dari keluarga kurang Bisa.
Setelah berjalan selama tiga tahun, program tersebut berhasil meluluskan 126 siswa pada angkatan pertamanya.
Tertinggi di Kabupaten Kediri
Prestasi yang diraih sekolah tersebut menjadi perhatian Kemensos RI karena berhasil mencatatkan persentase kelulusan perguruan tinggi negeri tertinggi di Kabupaten Kediri.
Dari 56 siswa yang mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sebanyak 41 siswa atau 73,21 persen dinyatakan lolos ke perguruan tinggi negeri.
Secara keseluruhan, sebanyak 101 dari 126 siswa telah diterima di berbagai perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.
“Saya cukup surprise dengan prestasi yang dicapai. SMA Dharma Perempuan 1 Pare ini menduduki ranking satu sekolah yang Terdapat di Kabupaten Kediri Demi lulusannya terbanyak diterima di perguruan tinggi,” ungkap Robben.
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa siswa dari keluarga Desil 1 Bisa Bertanding dan bahkan melampaui capaian sejumlah sekolah yang selama ini dikenal sebagai sekolah unggulan.
Jadi Surat keterangan Sekolah Rakyat
Keberhasilan SMA Dharma Perempuan 1 Pare Boarding School juga dinilai relevan dengan program Sekolah Rakyat yang Ketika ini tengah dikembangkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
Robben menyebut konsep pendidikan yang diterapkan di sekolah tersebut dapat menjadi Surat keterangan dalam pengembangan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
“Ini nanti yang Mau kita tiru juga di Sekolah Rakyat,” katanya.
Selain keberhasilan di sektor pendidikan, Kemensos juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri yang telah menghibahkan lahan seluas 7,6 hektare di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Demi pembangunan Sekolah Rakyat.
Keberadaan sekolah tersebut diharapkan semakin memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Kabupaten Kediri.
Mas Dhito Tegaskan Sekolah Spesifik Anak Desil 1
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak dari keluarga kurang Bisa Mempunyai kesempatan yang sama Demi meraih masa depan yang lebih Bagus melalui pendidikan.
Mas Dhito menegaskan komitmennya Demi mempertahankan SMA Dharma Perempuan 1 Pare Boarding School sebagai sekolah Spesifik bagi siswa dari keluarga Desil 1.
Melalui konsep tersebut, sekolah diharapkan tetap menjadi instrumen Demi memutus rantai kemiskinan antargenerasi di Kabupaten Kediri.
“Sekolah ini Kagak boleh menjadi sekolah komersial, hanya Spesifik anak-anak Desil 1,” tegas Mas Dhito.
Ia berharap para lulusan dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diperoleh Demi meraih kesuksesan dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka di masa depan.
Acara kelulusan angkatan pertama tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Dharma Perempuan Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito, perwakilan Putera Sampoerna Foundation, perguruan tinggi Kawan, pihak swasta, serta para orang Sepuh siswa yang menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut.
Keberhasilan SMA Dharma Perempuan 1 Pare Boarding School kini menjadi salah satu Teladan Konkret bahwa pendidikan yang Betul sasaran Bisa menghadirkan perubahan sosial yang signifikan dan membuka jalan menuju mobilitas ekonomi bagi Grup masyarakat paling rentan. [ADV PKP/nm/but]
