Pasuruan United, Persak, dan Persiharjo di Mata Instruktur Persid Jember

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Informasi:

  • Instruktur Persid Jember, Nurul Huda, menilai seluruh Rival di Grup X Mempunyai kualitas yang patut diwaspadai.
  • Pasuruan United dinilai Mempunyai jajaran Instruktur berpengalaman yang berpengaruh terhadap permainan tim.
  • Persiharjo Sukoharjo disebut Mempunyai organisasi permainan yang Bagus, sementara Persak Kebumen Lagi belum banyak dipelajari.
  • Persid memilih Konsentrasi membenahi permainan sendiri jelang Babak 32 Besar Perserikatan 4 Nasional.

Jember (Liputanindo.id) – Instruktur Persid, Nurul Huda, Kagak Ingin meremehkan tiga tim yang akan dihadapi anak asuhnya di Grup X Babak 32 Besar Perserikatan 4 Nasional. Seluruh pertandingan grup tersebut akan digelar di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 10-16 Juni 2026.

Persid dijadwalkan menghadapi Persak Kebumen yang berstatus runner-up Piala Gubernur Jawa Tengah 2025/2026, Persiharjo Sukoharjo yang finis di peringkat ketiga Perserikatan 4 Area Jawa Tengah, serta Pasuruan United yang merupakan runner-up Piala Gubernur Jawa Timur.

“Pasuruan persiapannya bagus. Di sana Eksis duet Bio Paulin dan Kas Hartadi. Eksis Siswanto juga. Sosok-sosok Instruktur itu berdampak ke permainan tim,” kata Huda, Rabu (10/6/2026).

Bio Paulin merupakan mantan pemain Persipura Jayapura yang pernah meraih gelar Pemenang Perserikatan Indonesia pada musim 2008/2009, 2010/2011, dan 2013. Setelah dinaturalisasi menjadi Kaum negara Indonesia pada 2015, ia juga sempat memperkuat Timnas Indonesia.

Kas Hartadi pernah membela Arema Malang dan Kramayudha Tiga Berlian pada era Perserikatan Sepak Bola Penting (Galatama). Ia juga menjadi bagian dari Timnas Indonesia yang meraih medali emas SEA Games 1991.

Sementara Siswanto pernah memperkuat Persekabpas Pasuruan, Persmin Minahasa, Persema Malang, Persib Bandung, Sriwijaya FC, hingga Persiba Balikpapan.

Pasuruan United sebelumnya mengalahkan Persid melalui adu penalti pada babak semifinal Piala Gubernur Jawa Timur. Meski demikian, Nurul Huda Kagak Ingin membebani pemain dengan Sasaran balas dendam.

“Kami gak usah ngomong. Malah jadi beban. Yang Krusial pemain Kagak mau kalah,” katanya.

Nurul Huda juga mengaku mengenal Bagus Instruktur Persiharjo Sukoharjo, Dwi Joko.

“Dia filosofi main bolanya Kagak asal main bola. Pengorganisasiannya bagus,” katanya.

Sementara Buat Persak Kebumen, Huda mengaku belum banyak mengetahui Watak permainan lawannya.

“Saya kurang Mengerti gaya main Kebumen,” katanya.

Meski demikian, Huda menegaskan Konsentrasi Penting timnya bukan pada kekuatan Rival, melainkan meningkatkan kualitas permainan sendiri.

“Kami berpikir kami dulu, Langkah mainnya bagaimana. Saya lihat anak-anak antusias. Itu yang positif itu,” katanya.

Ia mengaku puas dengan perkembangan para pemain selama menjalani latihan.

“Agresivitas dan intensitas mereka bagus. Semangat mereka Lagi oke. Yang Krusial menjaga ritme. Jangan Tamat anak-anak ogah-ogahan,” katanya.

Dalam sesi latihan, Huda Meletakkan perhatian besar pada transisi permainan setelah tim merebut penguasaan bola.

“Habis merebut bola apa yang dilakukan. Kadang-kadang anak-anak terlalu slow. Sepatutnya begitu Rival salah posisi, kita harus serang,” katanya.

Selain itu, para pemain juga dilatih Buat meningkatkan kemampuan bertahan dan merebut bola melalui skema high pressing.

“Kalau gagal, baru kita middle block dan low block. Kalau low block kita butuh Konsentrasi. Salah sedikit, bola langsung mengarah ke kiper. Kita butuh transisi positif,” katanya.

Huda memastikan Kagak akan mengubah Pola 4-2-3-1 yang selama ini diterapkan Instruktur sebelumnya, Agus Yuwono. Ia hanya melakukan sedikit penyesuaian Demi fase menyerang.

“Hanya kita kalau menyerang, salah satu dari dua gelandang bertahan itu stay (tetap di posisinya), sementara yang lain berani naik (menyerang),” katanya.

Menurut Huda, Persid juga Kagak membutuhkan sosok playmaker murni karena Mempunyai banyak pemain muda dengan semangat kerja tinggi.

“Kami punya banyak pemain muda. Yang Krusial mau bekerja keras dan Mengerti apa yang dilakukan Demi transisi. Mau berlari tapi Kagak asal berlari,” kata Huda. [wir/beq]