Aksi demonstrasi massa melanda India akibat gerakan satire bernama Cockroach Janta Party atau Partai Kecoak yang menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Federal Dharmendra Pradhan. Berdasarkan laporan dari Detikcom, gerakan yang awalnya dibentuk pada Mei 2026 sebagai bentuk protes terhadap komentar kontroversial pejabat hukum tersebut kini telah berhasil menggerakkan ribuan anak muda ke jalanan di New Delhi.
Gerakan ini memicu kemarahan luas setelah ujian masuk kedokteran National Eligibility cum Entrance Test atau NEET dibatalkan oleh pemerintah akibat dugaan kebocoran soal. Dampaknya, para calon mahasiswa yang telah bersiap selama bertahun-tahun harus menghadapi ujian ulang yang dijadwalkan pada 21 Juni 2026.
Kekecewaan ini diperparah oleh pernyataan Ketua Mahkamah Mulia India Surya Kant yang membandingkan pemuda pengangguran dengan serangga. Komentar tersebut memicu reaksi keras dari kalangan akademisi dan mahasiswa di berbagai Kawasan.
“Terdapat anak-anak muda, seperti kecoak, yang Tak mendapatkan pekerjaan dan Tak Mempunyai tempat dalam profesi apa pun,” kata Surya Kant, Ketua Mahkamah Mulia India.
Pernyataan tersebut langsung memicu respons dari mahasiswa India di Boston University, Abhijeet Dipke, yang kemudian menginisiasi gerakan perlawanan digital hingga berujung pada aksi Konkret di lapangan. Gerakan ini dibentuk sebagai sindiran langsung terhadap partai penguasa di India.
“Beberapa dari mereka menjadi media, beberapa aktif media sosial, dan beberapa menjadi aktivis RTI,” ujar Surya Kant, Ketua Mahkamah Mulia India.
Dipke memimpin langsung demonstrasi perdana di kawasan Jantar Mantar, New Delhi, setelah kembali dari luar negeri. Dalam aksi tersebut, para demonstran memberikan tenggat waktu yang ketat kepada menteri terkait Kepada segera meletakkan jabatannya.
“Tetapi, ini Tak berakhir di sini. Dharmendra Pradhan telah merugikan seluruh generasi. Apabila ia Tak dicopot atau Tak mengundurkan diri dalam tujuh hari ke depan, kami terpaksa akan melanjutkan aksi protes kami di lapangan,” tulis Abhijeet Dipke, Pimpinan Partai Kecoak.
Meskipun jumlah massa di New Delhi dinilai belum maksimal oleh beberapa pihak, pengurus gerakan menyatakan bahwa struktur organisasi mereka Lalu berkembang. Penggalangan massa Lalu meluas hingga ke pusat-pusat pendidikan lainnya di negara bagian Maharashtra.
“Terdapat banyak tantangan dalam menggerakkan orang di lapangan. Kami bukan organisasi terdaftar atau Perkumpulan pekerja. Kepada Mempunyai struktur semacam itu, akan membutuhkan waktu. Begitu kami memilikinya, menggerakkan orang juga akan lebih mudah,” ujar Saurav Das, Juru Bicara Partai Kecoak.
Dukungan terhadap gerakan ini Tak hanya terjadi di Letak unjuk rasa, melainkan juga melalui platform digital. Banyak mahasiswa daerah yang merasa aspirasi mereka terwakili oleh gerakan masif ini dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.
“Tapi rasanya Bunyi saya didengar. CJP mengangkat masalah-masalah kami dan menjaga demokrasi tetap hidup,” kata Ayush Shimpi, Mahasiswa Maharashtra.
Hingga Demi ini, popularitas gerakan tersebut di media sosial Lalu melonjak tajam dengan raihan puluhan juta pengikut. Video dokumentasi aksi protes mereka di berbagai kota telah disaksikan oleh ratusan juta penonton dalam waktu singkat.
