Jember (Liputanindo.id) – Perjalanan tuan rumah Persid dalam Babak 32 Besar Aliansi 4 Nasional berakhir dramatis, tragis, dan penuh tangis. Kendati menang 1-0 atas Persiharjo pada pertandingan terakhir di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026), mereka gagal lolos ke babak selanjutnya.
Hal ini dikarenakan Pasuruan United pada pertandingan terakhirnya di Stadion Notohadinegoro, Jember, berhasil mengalahkan Persak Kebumen 1-0. Dengan demikian, Pasuruan United menjadi Pemenang Grup X dengan nilai 5. Sementara Persak lolos sebagai runner-up grup dengan nilai 4.
Poin yang dikantongi Persak sebenarnya sama dengan Persid. Tetapi karena pernah mengalahkan Persid 1-0, maka Persak dianggap unggul head-to-head.
Disaksikan 1.401 penonton, serangan Persid Jember berkali-kali gagal menembus pertahanan Persiharjo. Bahkan beberapa kali Persiharjo Membangun Kesempatan yang Semestinya berbuah gol ke gawang Persid yang dikawal Rahmad Taufiq Hidayat.
Hingga babak pertama berakhir, dua pertandingan Grup X sama-sama mencatatkan skor 0-0. Hasil ini Membangun Persak berada di peringkat pertama dengan lima Nomor, diikuti Persiharjo dan Pasuruan United dengan tiga Nomor. Persid di posisi juru kunci dengan dua Nomor.
Persak dalam posisi terjepit setelah bek kanan Hairul P menerima kartu merah pada menit ke-48. Praktis mereka harus bermain dengan sepuluh pemain menghadapi Pasuruan United yang memburu tiga poin absolut Demi lolos.
Menit ke-67, penyerang Persid Rezza Maulana Fahrullah menjebol gawang Persiharjo yang dikawal Ilham Putra Pratama melalui sundulan. Gol ini disambut histeris oleh penonton dan ofisial di bangku cadangan Persid.
Keistimewaan ini Membangun posisi Persid terkatrol ke posisi kedua di Rendah Persak dengan empat Nomor. Tinggal 23 menit Demi mempertahankan Keistimewaan dan lolos ke Babak 16 Besar Nasional.
Begitu wasit Dwi Aprialdi Prawira meniup peluit akhir, para pemain dan ofisial Persid berpelukan. Mereka mendengar hingga menit ke-90, Pasuruan United dan Persak Lagi bermain imbang 0-0.
Terdapat tambahan waktu enam menit setelah waktu normal. Tinggal beberapa Demi Kembali Persid akan dipastikan lolos ke babak selanjutnya Apabila Pasuruan United dan Persak tetap bermain imbang.
Tetapi pada menit 90+3, Pasuruan United mencetak gol melalui skema tendangan sudut. Pemain sayap kanan Noel Christian Huby menyundul bola masuk ke gawang Persak yang dijaga Nova Romadhona Adi Saputra.
Suasana kontras terjadi di dua stadion dalam satu kota. Euforia di JSG hanya bertahan beberapa menit setelah peluit akhir dibunyikan. Sejumlah pemain Persid terlihat tertunduk dan menangis sehingga harus ditenangkan ofisial. Sementara itu, di Stadion Notohadinegoro, pemain dan ofisial Pasuruan United merayakan gol Noel layaknya Pemenang.
Suasana di JSG mendadak tegang setelah sejumlah pemain Persid ramai-ramai mengejar beberapa orang yang diduga penonton hingga pelataran stadion. Informasi yang diperoleh Liputanindo.id, para pemain Persid marah karena merasa dihina.
Polisi pun turun tangan mengendalikan situasi. Bahkan Wakil Kepala Kepolisian Resor Jember Kompol Ferry Dharmawan sempat datang ke stadion.
Ketua Yayasan Persid Jember Baru Jember Maju, Ardi Pujo Prabowo, terlihat terpukul. Dia terduduk di dekat tangga stadion Sembari menangis. Beberapa orang ofisial dan suporter datang dan memeluknya.
“Kami menang tapi belum rezeki kami Demi lolos ke babak selanjutnya,” kata Nurul Huda, Instruktur Persid Jember.
Nurul Huda mengaku bangga dengan perjuangan para pemain. “Mereka pantang menyerah dalam kondisi tertekan,” katanya.
Nurul Huda berharap anak-anak asuhnya Pandai Bangun setelah kegagalan ini. “Setelah Pasuruan memasukkan gol, pemain langsung drop. Sayang sekali. Ini banyak pemain muda yang akhirnya mentalnya drop. Kami sebagai Instruktur harus memotivasi bahwa main sepak bola bukan sekarang saja. Lagi Terdapat kesempatan. Pemain muda Lagi Pandai berkembang Kembali,” katanya.
Tetapi Nurul Huda berharap PSSI lebih jeli ke depan dalam melaksanakan dua pertandingan yang menentukan. “Masa pertandingan kami sudah selesai, pertandingan yang lain belum. Sangat disayangkan Terdapat selisih lima menit antara dua pertandingan ini,” katanya.
Selisih waktu selesainya dua pertandingan hingga lima menit itu menurut Huda Semestinya tak perlu terjadi Apabila waktu kick-off babak pertama dilakukan secara bersamaan. “Empat tim ini kan sama-sama berpeluang Seluruh,” katanya. [wir/kun]
