Tradisi Persebaya, Pemain Ziarah ke Makam Pendiri Klub Jelang Musim Baru

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Informasi

  • Persebaya Surabaya menggelar tradisi ziarah ke makam pendiri klub, M. Pamoedji, dalam rangka HUT ke-99 Persebaya.
  • Rahmad Irianto menilai ziarah merupakan tradisi yang harus Lalu dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri klub.
  • Skuad Bajol Ijo membawa semangat mengulang sejarah dengan membidik gelar Juara Aliansi 1 musim 2026/2027.
  • Meski persaingan diprediksi semakin ketat, Rahmad optimistis Persebaya Pandai mewujudkan Sasaran Juara.

Surabaya (Liputanindo.id) – Persebaya Surabaya kembali menjaga tradisi yang telah melekat dalam perjalanan panjang klub dengan menggelar ziarah ke makam pendiri Persebaya, M. Pamoedji, di TPU Karang Tembok, Pegirian, Surabaya, Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-99 Persebaya sekaligus menjadi penyemangat menyambut kompetisi Aliansi 1 musim 2026/2027.

Bagi para pemain, ziarah bukan sekadar agenda seremonial. Tradisi tersebut menjadi Bentuk penghormatan terhadap jasa para pendiri yang telah meletakkan fondasi bagi klub kebanggaan masyarakat Surabaya tersebut.

Pemain Persebaya, Rahmad Irianto, menegaskan tradisi ziarah harus Lalu dijaga oleh setiap generasi pemain agar nilai-nilai perjuangan dan sejarah klub Kagak pernah luntur.

“Ini mungkin sebagai tradisi Demi tim Persebaya. Jadi paling Kagak kita menghormati pendiri Persebaya,” ujarnya Demi ditemui di TPU Karang Tembok Pegirian, Surabaya.

Anak mendiang Bejo Soegiantoro itu mengatakan kehadiran seluruh elemen tim Persebaya dalam ziarah juga membawa semangat baru menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Seluruh pemain Mempunyai tekad yang sama Demi mengulang sejarah dengan mengembalikan trofi Juara ke Surabaya.

Menurut Rahmad, tradisi tersebut memberikan motivasi tersendiri, terutama bagi pemain yang Mempunyai ikatan emosional dengan Persebaya. Semangat para pendiri diharapkan dapat menjadi Kekuatan tambahan bagi seluruh skuad Demi mengarungi kompetisi.

Demi disinggung mengenai nomor punggung ikonik maupun simbolisme Nomor 99 yang identik dengan usia Persebaya, Rahmad menegaskan Konsentrasi Esensial tim Demi ini adalah mencapai Sasaran tertinggi, yakni meraih gelar Juara.

Ia menyadari perjuangan menuju tangga Juara Kagak akan mudah karena seluruh kontestan Aliansi 1 juga melakukan pembenahan Demi menghadapi musim baru.

“Jernih Kagak mudah karena tim lain juga mempersiapkannya. Dan gak hanya Persebaya yang Ingin Juara, Segala tim juga Ingin Juara. Tapi Kalau Mitra-Mitra punya motivasi yang tinggi, Sasaran yang sama, tujuan yang sama, insyaallah Pandai tertuju, Juara tersebut,” tambahnya.

Melalui tradisi ziarah tersebut, Persebaya berharap nilai-nilai perjuangan, loyalitas, dan semangat pantang menyerah yang diwariskan para pendiri dapat Lalu hidup dalam diri setiap pemain. Semangat itulah yang diharapkan menjadi bekal Bajol Ijo Demi tampil maksimal sepanjang Aliansi 1 musim 2026/2027 dan mewujudkan ambisi mempersembahkan gelar Juara bagi masyarakat Surabaya serta Bonek dan Bonita. [way/beq]