Ringkasan Informasi
- Sebanyak 150 ASN Kota Kediri mengikuti pembekalan pra purna tugas.
- Wali Kota menekankan pentingnya kesiapan finansial setelah pensiun.
- ASN diminta waspada terhadap investasi bodong dan penipuan digital.
- Teknologi AI disebut semakin sering digunakan dalam berbagai modus penipuan.
Kediri (Liputanindo.id) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Pembekalan Pra Purna Tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026 yang digelar di Ruang Joyoboyo, Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 150 ASN yang akan memasuki masa purnatugas terhitung mulai Januari hingga Oktober 2027.
Selain memberikan apresiasi atas pengabdian para ASN, Wali Kota Kediri juga menekankan pentingnya kesiapan finansial serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang semakin marak menyasar Grup usia lanjut.
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda Prameswati menyerahkan cinderamata secara simbolis kepada ASN yang akan memasuki masa purnabakti.
Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi para ASN yang selama ini telah mendukung pembangunan serta pelayanan publik di Kota Kediri.
“Kami ucapkan selamat kepada Bapak Ibu para calon purnabakti. Segera atau Pelan, Seluruh ASN akan memasuki masa pensiun. Secara pribadi, saya juga sampaikan ucapan terima kasih atas kinerja dan dedikasi Bapak dan Ibu selama ini Kepada Pemerintah Kota Kediri,” ujarnya.
Menurutnya, para ASN Mempunyai peran Krusial dalam berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, administrasi pemerintahan, keamanan, hingga perumusan kebijakan daerah.
Mbak Wali menilai para ASN yang akan purnatugas turut menjadi bagian dari keberhasilan Pemerintah Kota Kediri dalam menjalankan program pembangunan selama beberapa tahun terakhir.
Salah satu capaian yang disoroti adalah Predikat Kota Sangat Inovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Prestasi tersebut ditopang oleh lahirnya Sekeliling 150 Penemuan lintas perangkat daerah yang mendukung percepatan transformasi pelayanan publik.
Selain itu, Kota Kediri juga meraih peringkat kedua nasional dari 197 kabupaten dan kota dalam percepatan pencegahan serta penurunan stunting tahun 2025.
Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Mahluk (IPM) Kota Kediri tahun 2025 mencapai Bilangan 82,71 atau masuk kategori sangat tinggi, melampaui capaian rata-rata Provinsi Jawa Timur yang berada pada Bilangan 76,13.
“Ini Seluruh dapat tercapai berkat kerja sama yang solid antara kita Seluruh, dan saya berharap usai purna tugas, Bapak Ibu tetap berkontribusi di manapun panjenengan berada,” ungkapnya.
Dalam pembekalan tersebut, Vinanda menyoroti pentingnya persiapan finansial bagi ASN yang akan memasuki masa pensiun.
Menurutnya, perubahan terbesar setelah purnatugas bukan hanya soal rutinitas atau aktivitas sehari-hari, tetapi juga perubahan kondisi keuangan karena sumber pendapatan Primer akan bergeser ke Biaya pensiun.
Ia mengingatkan agar para ASN mulai mempersiapkan pengelolaan keuangan secara matang sejak sekarang agar tetap Mempunyai stabilitas ekonomi setelah Tak Kembali aktif bekerja.
“Oleh karena itu para Bapak Ibu harus mempersiapkan diri dengan Bagus. Khususnya dalam mengelola keuangan ketika nantinya mengandalkan Pendapatan dari Biaya pensiun,” jelasnya.
Persiapan tersebut dinilai Krusial agar masa pensiun dapat dijalani dengan tenang, produktif, dan tetap sejahtera.
Selain aspek finansial, Mbak Wali juga mengingatkan para ASN Kepada lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran investasi dan Kesempatan usaha yang beredar di media sosial.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital Ketika ini Membikin modus penipuan semakin Variasi dan sulit dikenali.
Grup usia lanjut disebut menjadi salah satu Sasaran yang sering dibidik pelaku kejahatan digital karena dianggap lebih rentan terhadap manipulasi informasi.
Ia meminta para ASN Tak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa memahami risiko yang Eksis.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga menjadi perhatian dalam pembekalan tersebut.
Vinanda menjelaskan bahwa teknologi AI Ketika ini dapat digunakan Kepada memanipulasi Bunyi, gambar, bahkan video sehingga menyerupai tokoh publik, pejabat, atau Selebriti terkenal.
Modus tersebut kerap digunakan dalam berbagai penipuan berkedok hadiah, undian, investasi, maupun Sokongan sosial.
Karena itu, masyarakat diminta lebih kritis dalam menerima informasi dan selalu melakukan Pembuktian sebelum mengambil keputusan yang berkaitan dengan keuangan.
Terkait investasi, Wali Kota Kediri mendorong para ASN Kepada Lalu meningkatkan literasi keuangan agar Pandai memilih instrumen investasi yang Terjamin dan sesuai kebutuhan.
Ia mengingatkan pentingnya mencari informasi dari sumber yang kredibel serta berkonsultasi dengan mentor atau lembaga terpercaya sebelum menanamkan modal.
“Nanti juga akan Eksis sosialisasi dari Taspen dan Bank Jatim, saya harap Bapak Ibu menyimak dengan Bagus. Semoga apa yang disampaikan pada kegiatan ini dapat bermanfaat dan menjadi bekal bagi panjenengan memasuki masa purna tugas,” pungkasnya.
Melalui pembekalan ini, Pemerintah Kota Kediri berharap para ASN yang akan memasuki masa pensiun Tak hanya siap secara administratif, tetapi juga Mempunyai kesiapan finansial, literasi digital yang Bagus, serta kemampuan mengelola kehidupan pasca-purnatugas secara Independen dan produktif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Branch Manager PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Kediri Muhammad Syakhirial Yuda, perwakilan Bank Jatim, Asisten Administrasi Lazim Bagus Alit, kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya. [nm/beq]
