PDIP Gresik Bekali Pengurus PAC soal Strategi Branding Media dan Digitalisasi

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Informasi: 

  • DPC PDIP Gresik memberikan pembekalan branding media kepada pengurus PAC se-Kabupaten Gresik.
  • Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
  • Pengurus PAC didorong aktif memanfaatkan media sosial Kepada publikasi kegiatan partai.
  • PDIP Gresik mulai memperkuat strategi komunikasi digital melalui kader muda.

Gresik (Liputanindo.id) – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik memberikan pembekalan kepada ratusan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Gresik terkait media branding dan pengelolaan informasi digital guna memperkuat Gambaran kegiatan kepartaian yang berdampak langsung terhadap elektabilitas partai maupun kedekatan dengan masyarakat.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Gresik, Deni Ali Setiono sebagai narasumber dengan peserta ratusan pengurus baru dari 18 PAC di Kabupaten Gresik.

Dalam pemaparannya, Deni menegaskan pentingnya membangun komunikasi publik yang positif melalui berbagai platform media sosial di era digital Demi ini. Pengurus PAC didorong aktif mempublikasikan kegiatan sosial, gotong royong, pelayanan masyarakat hingga program kerakyatan yang dilakukan kader partai agar diketahui masyarakat secara lebih luas.

“Branding media sangat Krusial di era sekarang. Semuanya bebas mengakses dan mempublikasikan kegiatan pribadi maupun organisasi. Tapi tetap harus bijak dalam bermedsos,” tuturnya, Sabtu (22/5/2026).

Wartawan Liputanindo.id itu menyebut perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan sekaligus Kesempatan bagi kader partai dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

Karena itu, pengurus PAC diminta Pandai beradaptasi dengan perkembangan Era dan memanfaatkan media digital secara bijak serta produktif.

“Meskipun bebas, tapi jangan Tamat menyebar hoax, menyerang Harkat orang lain, karena kita sendiri yang akan rugi. Kita Dapat kena undang-undang ITE dan masuk ranah pidana,” imbuh Deni.

Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok hingga YouTube sebagai sarana penyebaran informasi positif dan edukatif kepada masyarakat.

Melalui media sosial, kader PDI Perjuangan diharapkan Pandai menyampaikan pesan-pesan edukatif, kegiatan sosial, serta kerja Konkret partai secara kreatif, informatif, dan mudah diterima masyarakat.

“Saya sampaikan jangan mudah termakan Informasi yang belum Terang sumbernya. Kita harus pandai memilah informasi yang Cocok dan Seksama, termasuk melakukan Pembuktian sumber Informasi sebelum menyebarkannya kepada publik,” kata Deni.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Gresik, Thoriqi Fajrin mengatakan, kepengurusan 18 PAC periode 2026-2031 banyak diisi kader muda yang berusia di Rendah 35 tahun.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal Krusial dalam memperkuat soliditas dan sinergitas organisasi partai di tingkat Rendah.

“Menjalankan roda organisasi Eksis tiga pilar dan harus berjalan Serempak. Mulai dari DPC, PAC dan ranting. Semuanya harus bersinergi dan berkolaborasi Kepada mewujudkan kemenangan di Pemilu 2029,” katanya.

Melalui branding media dan pemanfaatan platform digitalisasi, lanjut dia, berbagai kegiatan PAC se-Kabupaten Gresik dapat lebih mudah diakses masyarakat, Berkualitas kegiatan partai, sosial maupun pelayanan publik.

“Saya berharap pengurus PAC PDIP memanfaatkan platform digitalisasi yang sekarang ini sangat Segera perkembangannya,” papar Kaji Ricki, sapaan akrabnya.

Selain itu, pengusaha muda tersebut memastikan kepengurusan PAC yang baru juga akan melibatkan pengurus ranting dalam kegiatan serap aspirasi atau reses serta sosialisasi peraturan daerah (Sosperda).

“Dengan Langkah itu, kami Dapat mengerti permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sebagai partainya wong cilik, PDI Perjuangan siap selalu membantu kesulitan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, pengurus PAC dan kader PDI Perjuangan di Kabupaten Gresik diharapkan Pandai menjadi garda terdepan dalam menghadirkan komunikasi politik yang sehat, edukatif, dan berdampak positif bagi masyarakat. [rma/beq]