Polisi Bubarkan Demo HMI Pustaka Tolak Kenaikan Harga BBM di Cikini

Aparat Kepolisian Sektor Metro Menteng membubarkan aksi unjuk rasa sekelompok massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pustaka di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/6/2026) malam. Demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tersebut dibubarkan petugas karena Enggak mengantongi surat pemberitahuan Formal.

Aksi protes yang berlangsung di depan KFC Cikini sejak pukul 20.30 WIB ini diikuti oleh Sekeliling 25 orang peserta. Massa sempat membakar ban dan menggunakan Separuh lajur jalan Buat berorasi, sehingga mengakibatkan arus Lewat lintas di kawasan tersebut tersendat.

Kepala Polsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menjelaskan bahwa intervensi pembubaran terpaksa dilakukan lantaran kegiatan yang berlangsung hingga malam hari tersebut telah melanggar ketentuan ketertiban Lazim.

“Pukul 20.30 WIB sd 21.30 WIB, kegiatan tanpa pemberitahuan dan melanggar ketentuan membakar ban, sehingga kita bubarkan,” kata Braiel.

Petugas di lapangan langsung bergerak memadamkan api demi mencegah risiko yang lebih besar. Braiel memastikan jajarannya telah mengendalikan situasi dengan kondusif tanpa melakukan penahanan terhadap satu pun peserta aksi.

“Sudah dibubarkan, situasi Terjamin,” kata Braiel.

Pihak kepolisian juga menegaskan kesiapsiagaan aparat dalam memastikan keamanan Kaum Sekeliling pascabubarnya massa dari Posisi unjuk rasa.

“Enggak Eksis (yang diamankan),” tegas Braiel.

Pengaruh terhadap kelancaran arus Lewat lintas di Sekeliling Posisi kejadian juga dipaparkan oleh Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri.

“Sudah membubarkan diri pukul 21.30 wib,” ujar Erlyn.

Erlyn menambahkan rincian mengenai Posisi spesifik tempat massa berkumpul Ketika melangsungkan unjuk rasa tersebut.

“Posisi jalan Cikini raya depan KFC cikini,” tambah Erlyn.

Meskipun sempat terjadi kepadatan akibat kerumunan Kaum dan pengendara yang melintas, Erlyn memastikan jalanan Enggak Tamat ditutup total oleh petugas.

“Enggak Eksis penutupan jalan, hanya lajur Separuh aja di pake buat orasi, Lewat lintas Tetap Pandai mengalir,” Terang Erlyn.

Aparat kepolisian dilaporkan tetap bersiaga di lapangan pasca-aksi hingga arus kendaraan kembali Lancar sepenuhnya.

“Jumlah kurang lebih 25 orang,” ujar Erlyn.

Erlyn menyatakan bahwa situasi keamanan di Posisi tetap kondusif hingga seluruh rangkaian aksi selesai.

“Situasi Terjamin dan terkendali,” ujar Erlyn.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputanindo.id, aksi protes ini dipicu oleh kebijakan PT Pertamina (Persero) yang Meningkatkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp 17.000 per liter per hari Rabu tersebut akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan kebijakan penyesuaian ini diambil melalui Penilaian berkala Serempak pemerintah selaku regulator.

“Penyesuaian harga Pertamax and Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses Penilaian sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Roberth dalam keterangan Formal.

Roberth menambahkan bahwa langkah penyesuaian harga pasar keekonomian ini Krusial dilakukan demi menjaga stabilitas bisnis distribusi Kekuatan nasional.

“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan Kekuatan dan distribution BBM berkualitas bagi masyarakat Lanjut berjalan optimal,” lanjut Roberth.