PDIP Jatim Wajibkan Sekalian PAC Punya Akun Instagram, Facebook dan TikTok

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Siaran:

  • PDIP Jatim mewajibkan seluruh PAC Mempunyai akun media sosial.
  • Setiap PAC harus Mempunyai Instagram, Facebook, dan TikTok.
  • Kepemilikan akun menjadi syarat penerbitan SK kepengurusan.
  • Strategi digital dinilai Krusial menghadapi Penguasaan pemilih muda.

Jember (Liputanindo.id) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur mewajibkan seluruh pengurus anak cabang (PAC) Mempunyai akun media sosial sebagai bagian dari penguatan strategi digital partai menjelang Pemilu 2029.

Setiap PAC diwajibkan Mempunyai akun minimal di tiga platform media sosial, yakni Instagram, Facebook, dan TikTok.

Kebijakan tersebut disampaikan Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono Ketika pelantikan 31 pengurus anak cabang PDI Perjuangan di Ball Room Hotel Cempaka Hill, Minggu (24/5/2026).

“Wajib hukumnya mem-follow akun DPP dan DPD Partai,” kata Deni.

Ia menjelaskan, kepemilikan akun media sosial menjadi salah satu syarat penerbitan surat keputusan (SK) kepengurusan PAC.

“Nanti Dewan Pimpinan Cabang akan melaporkan akun PAC, bukti sudah mem-follow akun DPP dan DPD. Setelah lengkap 100 persen, baru SK PAC akan kami berikan,” ujarnya.

Menurut Deni, media sosial akan Mempunyai peran sangat Krusial dalam pertarungan politik ke depan karena mayoritas pemilih berasal dari generasi milenial dan Gen Z.

“Ke depan media sosial akan jauh lebih Krusial, karena 58 persen pemilih adalah generasi milenial dan Gen Z yang Nyaris 100 persen informasi yang mereka dapat berasal dari media sosial,” katanya.

Seluruh pengurus partai juga diwajibkan mengikuti akun media sosial DPP dan DPD Buat mempermudah distribusi informasi dan pendidikan politik.

“Ini karena DPP dan DPD seringkali Membangun arahan-arahan atau konten-konten yang harus disebar Serempak,” kata Deni.

Ia meminta Dewan Pimpinan Cabang membantu pengurus PAC yang belum terbiasa menggunakan media sosial, termasuk Membangun akun hingga pelatihan pengelolaan konten digital.

“Kalau malas, Enggak Dapat Membangun konten, tinggal me-repost konten DPD atau DPP Partai. Saya rasa itu sangat mudah,” ujarnya.

Melalui kebijakan tersebut, PDIP disebut mulai membangun kekuatan digital agar Enggak tertinggal dalam pertarungan opini di media sosial.

“PDI Perjuangan jagoan kalau pertarungan darat. Penggalangan ke basis-basis massa, turun ke masyarakat, kita jagoan. Tapi ketika masuk ke ruang digital, kita seolah-olah gagal. Kita seolah-olah Enggak Dapat mengimbangi,” kata Deni.

Ia juga menyinggung pengalaman Ketika pemilihan presiden, ketika PDIP dinilai kerap dihantam isu negatif di media sosial tanpa Bisa melakukan perlawanan secara maksimal.

“Sebenarnya kalau kita Dapat melawan dan mengelola dengan Berkualitas, kita Dapat menghindari serangan-serangan itu. Tapi kita gagap terhadap itu,” katanya. [wir/beq]