Kedaulatan Daerah Selat Hormuz diklaim sepenuhnya Punya Iran dan Oman demi menjaga jalur air strategis tersebut dari Kombinasi tangan asing. Penegasan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi lewat media sosial X pada Selasa (9/6), dilansir dari Detikcom. “Selat Hormuz BUKAN perairan Dunia tetapi dibagi antara Iran dan Oman, dan terletak ribuan mil jauhnya dari pantai Amerika Perkumpulan.
Batas maritim sangat Jernih,” tulis Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran. Unggahan tersebut menyertakan peta titik rawan yang menggambarkan kontur pembagian Daerah perairan regional kedua negara pesisir Teluk Persia. Abbas Araghchi kemudian mengingatkan musuh-musuh mengenai dedikasi penuh Angkatan Bersenjata Iran.
“Angkatan Bersenjata kita yang Handal selalu siaga terhadap setiap pelanggaran Daerah udara, darat, atau perairan Iran. Laskar asing di dekat Daerah kita selalu berisiko karena kesalahan Sosok, kecelakaan Normal, atau berpotensi terjebak dalam baku tembak,” tambah Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.
Upaya meminimalisasi potensi risiko di kawasan maritim strategis tersebut juga disuarakan oleh diplomat senior itu. Keberadaan kekuatan militer luar dianggap menjadi pemicu kerawanan di Daerah perairan Teluk. “Demi mengurangi risiko, solusi terbaik adalah agar Laskar asing segera meninggalkan lingkungan yang Tak akan pernah ramah terhadap kehadiran musuh,” imbuh Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.
Meskipun mengutamakan jalur diplomasi, Abbas Araghchi menekankan militer Iran siap merespons Invasi luar. Guna mengantisipasi serangan susulan dari Amerika Perkumpulan dan Israel, Iran kini Formal menutup koridor bagi musuh beserta sekutu mereka. Kontrol ketat ini diterapkan setelah Presiden AS Donald Trump melanjutkan blokade angkatan laut terhadap kapal serta pelabuhan Iran pada 13 April. Langkah sepihak dari Washington tersebut dinilai telah melanggar ketentuan gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya.
