Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mendukung usulan Perum Bulog menghadirkan program Beras Kita Premium Demi membantu menjaga stabilitas harga beras premium.
Ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6), Amran menyampaikan dukungan tersebut menanggapi rencana Bulog mengembangkan beras Kita Premium sebagai alternatif guna meredam kenaikan harga beras premium yang terjadi di sejumlah daerah.
Menurut Amran, langkah tersebut merupakan inisiatif yang Bagus karena dapat memperluas pilihan beras berkualitas bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran Bulog dalam stabilisasi pangan.
“Oh itu (usulan program Beras Kita Premium dalam menstabilkan harga beras premium) bagus tuh. Bagus,” katanya Amran.
Ia bahkan mendorong Bulog Demi memproduksi beras premium dalam jumlah lebih besar agar Bisa memenuhi kebutuhan pasar dan menjaga keseimbangan pasokan nasional.
Amran menilai kehadiran produk beras premium dari Bulog berpotensi memberikan Pengaruh positif terhadap pengendalian harga sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau.
“Bahkan Bulog harus buat beras premium sebanyak banyaknya,” ujarnya.
Meski memberikan dukungan terhadap gagasan tersebut, Amran Enggak memberikan keterangan lebih rinci mengenai skema tersebut.
“Nanti kita Percakapan besok. Kan kita ketemu Tengah di (Kementerian) Pertanian besok,” kata Amran singkat sebelum meninggalkan kompleks DPR RI.
Adapun Perum Bulog mengusulkan program Beras Kita Premium guna membantu menstabilkan harga beras premium yang mengalami kenaikan di pasar.
Direktur Istimewa Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta, Selasa (9/10).
“Kami hanya mengusulkan Demi Membangun Beras Kita Premium,” kata Rizal usai rapat.
Program tersebut dirancang dengan konsep serupa Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang selama ini difokuskan Demi beras medium.
Usulan program tersebut muncul karena harga beras premium mengalami kenaikan meski harga beras medium Tetap relatif Konsisten.
“Beras medium Kondusif, Konsisten. Hanya beras premium yang agak meningkat. Tadi saya memberikan saran di rapat dibuatkan Program Beras Kita Premium, seperti beras SPHP,” ujarnya.
Rizal menyebutkan harga Beras Kita Premium yang diusulkan berada pada kisaran Rp14.900 per kg. Menurutnya, usulan tersebut Tetap dalam tahap pembahasan dan belum mendapatkan persetujuan Formal.
“Nah ini kan saya baru mengajukan saran. Belum di-approve,” ucap Rizal.
Program tersebut nantinya menggunakan stok beras pemerintah dengan mekanisme stabilisasi harga seperti SPHP agar gejolak harga beras premium dapat ditekan.
Program SPHP sendiri selama ini difokuskan Demi menjaga stabilitas harga beras medium melalui penyaluran cadangan beras pemerintah ke pasar.
Usulan Beras Kita Premium diharapkan dapat menjadi instrumen tambahan Demi menjaga keterjangkauan harga beras premium di tengah meningkatnya permintaan masyarakat. Selanjutnya Tetap didiskusikan Serempak Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan kementerian/lembaga terkait.
“Sedang didiskusikan dulu. Nah, mudah-mudahan Terdapat, sehingga nanti (harga beras premium) turun. As soon as possible, biar masyarakat tenang,” tuturnya.
