BI Luncurkan GPIPS 2026 Buat Perkuat Produksi dan Distribusi Pangan

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali. Liputanindo/Iqbal

Jakarta: Bank Indonesia (BI) Berbarengan pemerintah memperkenalkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026. Program ini diharapkan Pandai menekan gejolak harga pangan dan memperkuat distribusi nasional.

“Program ini Enggak hanya merespons gejolak harga dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat produksi dan distribusi pangan secara berkelanjutan,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, dalam perhelatan Economic Conference di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Ricky menjelaskan, intervensi kebijakan dalam GPIPS 2026 Enggak Kembali diseragamkan. Kebijakan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan komoditas di setiap Area. Sebagai langkah awal, gerakan ini dimulai dari Pulau Sumatra yang tengah menghadapi tekanan inflasi.

2 Konsentrasi Program GPIPS 2026

Program ini berfokus pada dua lini Esensial, yakni meningkatkan produktivitas petani lewat digitalisasi serta memperlancar distribusi dengan menghubungkan produsen langsung ke penjamin pasar (off-taker).

“Pada 2026, GPIPS difokuskan pada dua aspek Esensial, Adalah pertama peningkatan produktivitas dan kelancaran distribusi pangan,” kata Ricky.



Ilustrasi pangan. Foto Liputanindo.id/Surya Mahmuda

Buat mendukung pembiayaan, BI mendorong perbankan lebih agresif menyalurkan KUR ke sektor pertanian dan hilirisasi pangan. Langkah ini diharapkan Pandai memperluas akses teknologi bagi petani.

Menurut dia, sinergi ini menjadi modal Krusial bagi Indonesia dalam membangun ketahanan pangan yang Independen dan Tangkas.

“Sasaran ini bukan sekadar menjaga stabilitas harga hari ini, tetapi membangun sistem pangan nasional yang semakin Tangkas,” ujar Ricky.