Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Punya Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan melakukan likuidasi atau menutup 12–14 anak usahanya.
“Yang dilikuidasi 12 atau 14. Saya lupa, nanti dicek,” ujar Dony ketika dijumpai setelah menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.
Dony menjamin bahwa penutupan anak usaha Telkom Kagak akan menyebabkan pemutusan Rekanan kerja (PHK), Karena para karyawan akan dikonsolidasikan dengan anak usaha Telkom lainnya.
“Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsolidasi Eksis beberapa perusahaan yang jadi satu. Kan, size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger,” ujar Dony.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dalam Rapat Lumrah Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyepakati pergantian dua jajaran komisaris, sebagai upaya memperkuat fondasi kepemimpinan dalam mengawal dan mengawasi agenda transformasi serta menghadapi dinamika industri digital.
Direktur Penting Telkom Dian Siswarini mengatakan keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST mencerminkan komitmen perseroan Demi Lanjut meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah.
Telkom juga menyetujui pembagian dividen Kas senilai Rp21,9 triliun Demi tahun Naskah 2025.
Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui rencana program buyback (pembelian kembali) saham perseroan dengan nilai sebesar-besarnya Rp4 triliun.
Dalam kesempatan lain, BP BUMN Serempak Danantara juga menyepakati Demi mempercepat proses streamlining (perampingan) Telkom Group dengan memangkas 67 anak usaha Telkom menjadi 19 entitas pada akhir tahun 2026 guna memperkuat perannya sebagai strategic holding digital nasional.
Sejumlah program prioritas juga Lanjut dipercepat, termasuk konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, dan InfraCo, serta penataan lisensi Telkom Group guna mendukung transformasi menuju strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing Mendunia.
Melalui transformasi tersebut, BP BUMN Serempak Danantara Lanjut mendorong penguatan tata kelola, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional agar BUMN semakin agile, sehat, dan Bisa menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia ke depan.
