Bunda Rita Minta OPD Ponorogo Percepat Serapan Anggaran 2026

Foto BeritaJatim.com

Ponorogo (Liputanindo.id) – Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita memberi peringatan tegas kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar Bukan lamban menjalankan program pembangunan tahun 2026.

Seluruh jajaran diminta bergerak Segera mempercepat realisasi kegiatan. Hal itu Krusial dilakukan supaya anggaran daerah Bukan mengendap terlalu Lamban di kas daerah dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Terutama proyek infrastruktur jalan yang kini mulai masuk tahap Penyelenggaraan.

Instruksi percepatan itu disampaikan menyusul realisasi serapan anggaran Pemkab Ponorogo hingga akhir April 2026 yang Tetap berada di Bilangan 28 persen. Meski capaian tersebut lebih Berkualitas dibanding tahun sebelumnya, pada periode yang sama. Tetapi, Pemkab Ponorogo menilai seluruh OPD tetap harus meningkatkan kecepatan Penyelenggaraan program agar Sasaran pembangunan Bukan molor di akhir tahun.

“Akhir April serapan 28 persen, ya Tetap lebih Berkualitas dari tahun sebelumnya pada periode yang sama. Tetapi harus ditingkatkan supaya lebih Berkualitas dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Plt. Bupati Lisdyarita, ditulis Jumat (29/5/2026).

Lebih lanjut, Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto menjelaskan sebagian besar serapan anggaran Ketika ini Tetap terserap Buat belanja pegawai. Sementara sejumlah program fisik dan pembangunan lainnya Tetap berjalan bertahap, karena beberapa proyek baru memasuki proses pengadaan barang dan jasa.

“Kalau Buat belanja pegawai mungkin 20 persen sendiri, jadi Eksis Sekeliling delapan persen yang Buat belanja lainnya,” kata Agus Sugiarto.

Menurut Agus, proyek perbaikan jalan menjadi salah satu sektor yang diharapkan Bisa mendongkrak percepatan realisasi APBD dalam beberapa bulan ke depan. Ketika ini sejumlah pekerjaan Tetap berproses di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ). Pemkab Ponorogo menargetkan pekerjaan pengaspalan segera dimulai, agar roda pembangunan Bisa bergerak lebih Segera.

“Sesuai tahun-tahun sebelumnya, serapan maksimal itu mulai bulan Agustus,” ungkapnya.

Lisdyarita pun meminta OPD Bukan menjadikan fluktuasi harga material sebagai Argumen keterlambatan pekerjaan. Kenaikan harga aspal akibat situasi geopolitik di Timur Tengah memang sempat memengaruhi proses penyusunan proyek jalan. Tetapi dirinya menegaskan seluruh pekerjaan harus tetap berjalan sesuai jadwal dan Sasaran yang telah ditentukan pemerintah daerah.

Bunda Rita, sapaan akrab Lisdyarita, bahkan meminta OPD berani melakukan penyesuaian perhitungan anggaran agar proyek strategis Bukan tersendat di tengah jalan. Menurutnya, langkah itu lebih Berkualitas dibanding pekerjaan tertunda dan manfaat pembangunan terlambat dirasakan masyarakat.

“Kalau memang harganya aspal berubah-ubah Bisa dinaikkan dulu sedikit lebih banyak. Nanti kalau Eksis sisa, tentu Bisa dikembalikan. Jadi biar anggaran ini segera bermanfaat Buat masyarakat,” tegasnya.

Pemkab Ponorogo Bukan Ingin pola pengerjaan program yang menumpuk di akhir tahun kembali terulang. Karena itu, seluruh perangkat daerah kini diminta mulai mempercepat eksekusi kegiatan sejak pertengahan tahun agar pembangunan lebih efektif dan penyerapan anggaran lebih sehat. (end/ted)