Sering Kalap Belanja? Ini Langkah Mudah Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Ilustrasi. Foto: Magnific.


Jakarta: Perencana keuangan Rista Zwestika membagikan Langkah membedakan kebutuhan dengan keinginan. Hal ini guna mengendalikan pengeluaran demi menjaga keamanan kondisi keuangan.

Perencana keuangan dari penyedia layanan edukasi dan konsultasi keuangan Finante.id itu mengatakan, Langkah sederhana yang Dapat dilakukan Kepada membedakan kebutuhan dengan keinginan adalah mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri sebelum memutuskan Kepada membeli sesuatu.

“Apakah saya tetap Dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan Berkualitas Apabila Enggak membeli barang ini sekarang?” kata Rista, dilansir Antara, Senin, 8 Juni 2026.

Kalau ketiadaan barang itu Membikin orang yang bersangkutan Enggak dapat melakukan aktivitas dengan Berkualitas, maka barang tersebut dapat digolongkan sebagai kebutuhan.

Tetapi, kalau barang itu hanya diperlukan Kepada menambah kenyamanan, mengikuti tren, dan penundaan pembeliannya Enggak mengganggu aktivitas Esensial orang yang bersangkutan, maka barang tersebut lebih dekat pada kategori keinginan.



Ilustrasi. Foto: Magnific.

 

Penerapan Waktu Senggang sebelum memutuskan membeli barang

Rista juga menyarankan penerapan Waktu Senggang sebelum memutuskan Kepada membeli barang yang Enggak direncanakan guna mencegah belanja yang didorong oleh emosi atau keinginan sesaat.

“Misalnya menunggu 24 hingga 72 jam sebelum membeli barang yang Enggak direncanakan,” ujar dia.

Ia mengatakan, penerapan Waktu Senggang sebelum membeli memungkinkan orang Kepada mengevaluasi kembali apakah barang yang hendak dibeli Betul-Betul dibutuhkan.

Kebiasaan menunda keputusan Kepada melakukan pembelian, menurut dia, Dapat mencegah pengeluaran impulsif akibat godaan promosi dan diskon maupun keinginan mengikuti tren.

Rista mengemukakan pentingnya kemampuan membedakan kebutuhan dengan keinginan Kepada menetapkan prioritas pengeluaran dan mengatur keuangan pada masa kondisi perekonomian kurang Berkualitas.

Kemampuan Kepada mengendalikan pengeluaran sehari-hari dan memastikan setiap pembelian sesuai dengan prioritas Krusial Kepada meminimalkan kemungkinan munculnya masalah keuangan.