Direktur Istimewa PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa. Foto: dok PalmCo.
Keberadaan fasilitas tersebut memperpendek rantai distribusi minyak goreng menuju Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang selama ini dilayani dari pabrik pengolahan di Kawasan Ekonomi Tertentu (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara. Dengan pola baru itu, minyak goreng dikirim dalam bentuk curah ke Surabaya Buat kemudian dikemas dan didistribusikan ke Daerah tujuan.
Direktur Istimewa PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan mendekatkan titik distribusi ke pasar Istimewa di Indonesia bagian tengah dan timur.
Menurut dia, Letak Surabaya dipilih karena Mempunyai konektivitas pelabuhan yang kuat dengan berbagai Daerah di Indonesia Timur, sehingga Bisa mempercepat arus barang, sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok.
“Selama ini produk dikirim dalam bentuk kemasan dari Sumatra Utara. Dengan pengemasan dilakukan di Surabaya, distribusi menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan hingga 40 persen,” ucap Jatmiko, dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu, 7 Juni 2026.
Biaya logistik Lagi jadi tantangan
Efisiensi tersebut dinilai Krusial mengingat biaya logistik Lagi menjadi salah satu tantangan Istimewa distribusi pangan nasional. Bagi komoditas kebutuhan pokok seperti minyak goreng, tingginya biaya pengiriman sering kali berdampak pada harga jual di tingkat konsumen, terutama di Daerah kepulauan yang berjarak jauh dari pusat produksi.
Sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Perak selama ini menjadi simpul distribusi barang ke kawasan timur. Posisi geografis Surabaya yang lebih dekat ke pasar tujuan dibandingkan Sumatra Utara memungkinkan waktu pengiriman menjadi lebih singkat dannpasokan lebih terjaga.

Jatmiko mengatakan, penguatan jaringan distribusi merupakan bagian dari transformasi PalmCo yang Bukan Kembali hanya berfokus pada produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), tetapi juga memperbesar Bagian bisnis hilir yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.
“PTPN mendapat tugas Buat menjadi instrumen negara yang dapat diandalkan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas industri sawit nasional. Karena itu, kami Lalu memperkuat hilirisasi dan distribusi agar produk Dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif,” kata dia.
Operasional fasilitas pengemasan di Surabaya dilakukan melalui kerja sama dengan PT Lestari Jaya Indonesia Maju (LJIM). Komisaris PT LJIM Mayjen TNI (Purn) Gamal Haryo Putro mengatakan, distribusi awal dari fasilitas tersebut telah berjalan dan mendapat respons positif dari pasar.
Memperkuat distribusi seiring meningkatnya permintaan
Menurut dia, kapasitas distribusi akan ditingkatkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan permintaan di Daerah sasaran. Pusat perhatian Istimewa pada tahap awal adalah memastikan kelancaran pasokan ke berbagai daerah di Indonesia bagian tengah dan timur.
“Kami Menonton kebutuhan pasar yang cukup besar. Karena itu, distribusi akan Lalu diperkuat seiring meningkatnya kapasitas operasional dan daya serap pasar,” ujar Gamal.
Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantangan logistik nasional, kehadiran fasilitas pengemasan di Surabaya diharapkan Bukan hanya mempercepat distribusi minyak goreng kenIndonesia Timur, tetapi juga memperkuat ketahanan rantai pasok nasional melalui sistem distribusi yang lebih dekat dengan pasar tujuan.
Bagi PalmCo, skema pengiriman minyak goreng dalam bentuk curah dari Sumatra Utara Buat kemudian dikemas di Surabaya juga memberikan manfaat bisnis yang signifikan.
Perusahaan memperkirakan langkah tersebut Bisa menekan biaya logistik hingga 40 persenndibandingkan pola distribusi sebelumnya, sehingga meningkatkan efisiensi operasionalnsekaligus memperkuat daya saing produk minyak goreng di pasar Indonesia bagian tengah dan timur.
