Gontor FC vs Timnas All Star Buka Super Copa 100 Tahun Gontor, Olahraga Jadi Pintu Dakwah

Foto BeritaJatim.com

Ponorogo (Liputanindo.id) – Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Kagak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang lembaga pendidikan Islam tersebut. Melalui ajang Super Copa 100 Tahun Pondok Gontor yang Formal dibuka dengan laga eksebisi antara Gontor FC melawan Timnas All Star. Laga eksebisi digelar di Stadion Darussalam Gontor, Membangun pesantren terbesar di Ponorogo itu juga menunjukkan bahwa olahraga merupakan bagian Krusial dalam proses pendidikan Kepribadian santri.

“Ini adalah salah satu kegiatan yang mendidik anak-anak bahwa bermain itu harus sebaik-baiknya. Kalau memang dari Gontor mempunyai kemampuan yang luar Standar, Dapat menjadi pemain nasional,” kata Ketua Standar Panitia Peringatan 100 Tahun PMDG, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, usai pembukaan Super Copa 100 tahun Pondok Gontor, Minggu (31/5/2026).

Bagi Pondok Gontor, sepak bola bukan sekadar aktivitas pengisi waktu Senggang. Olahraga ditempatkan sebagai sarana pendidikan yang melatih disiplin, kerja sama, sportivitas, hingga kepemimpinan. Karena itu, pengembangan minat dan Potensi santri di bidang olahraga Maju mendapatkan ruang dalam sistem pendidikan pondok.

“Kalau Eksis anak Gontor yang mau jadi pemain sepak bola setelah itu, terserah, Kagak Eksis masalah,” ugkapnya.

Menurut Hamid Fahmy, orientasi Penting pendidikan di Gontor tetap mencetak kader umat dan pemimpin masyarakat. Tetapi, pondok juga memberikan kesempatan kepada para santri Kepada mengembangkan potensi di berbagai bidang, termasuk olahraga profesional apabila Mempunyai kemampuan yang menonjol.

“Kan ini santri, kalau tamat dari sini ya kiai. Ini juga jadi alternatif alumni, alternatif santri kalau dia Kagak menjadi apa-apa, dia Dapat menjadi pemain sepak bola,” ungkapnya.

Dia mencontohkan sejumlah alumni Gontor yang berhasil berkiprah di dunia olahraga. Bahkan Eksis alumni yang meniti karier sebagai pemain basket, sebelum kemudian menjadi Instruktur basket bagi sekolah-sekolah Islam di Jakarta. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa dunia olahraga dapat berjalan berdampingan dengan misi dakwah dan pendidikan.

“Eksis alumni dari Jakarta menjadi pemain basket. Setelah agak lanjut usianya menjadi trainer basket SMA Islam seluruh Jakarta. Ini salah satu bidang bahwa olahraga bukannya sesuatu yang Kagak Krusial,” jelasnya.

Lebih jauh, Hamid Fahmy menegaskan bahwa olahraga di lingkungan pondok juga menjadi sarana dakwah yang efektif. Aktivitas fisik dan pembinaan spiritual berjalan beriringan, sehingga membentuk Kepribadian santri yang sehat jasmani maupun rohani.

“Sembari melatih anak-anak, juga berdakwah. Anak-anak olahraga, habis itu salat dan sebagainya. Ini salah satu pintu dakwah,” tegasnya.

Pembinaan sepak bola di Gontor sendiri berlangsung secara terstruktur. Pondok Mempunyai lebih dari sepuluh klub internal yang secara rutin menggelar pertandingan antarklub. Kompetisi tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan santri.

“Di pondok memang Eksis jadwal mereka. Di pondok ini Eksis lebih dari 10 klub. Dan setiap klub itu bertanding antara mereka setiap waktu tertentu. Itu menjadi pelatihan. Inilah pendidikan bagi kita,” katanya.

Menariknya, fanatisme dan semangat kompetitif yang sehat juga tumbuh di antara klub-klub tersebut. Situasi itu dinilai menjadi bagian dari proses pendidikan yang melatih mental bertanding serta kemampuan bekerja dalam tim.

Sementara itu, Super Copa 100 Tahun Gontor Kagak hanya melibatkan tim dari lingkungan pondok. Turnamen tersebut diikuti 16 klub yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk klub-klub swasta dan profesional. Kehadiran peserta dari luar pondok diharapkan Pandai meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperluas jejaring pembinaan olahraga.

“Kepada Super Copa sendiri Eksis 16 klub. Bukan Seluruh dari pondok pesantren. Dari klub-klub swasta yang profesional,” Terang Hamid Fahmy.

Dia juga mengungkapkan bahwa sejumlah pemain yang berkarier di level profesional Rupanya Mempunyai keterkaitan dengan Gontor. Salah satunya adalah pemain yang pernah memperkuat Persebaya dan Mempunyai latar belakang keluarga alumni Gontor. Hal itu menjadi bukti bahwa lingkungan pesantren juga Pandai melahirkan Bakat olahraga yang berkiprah di level lebih tinggi.

“Rupanya alumni pondok pesantrennya alumni Gontor. Dia bermain Persebaya. Jadi dia Kagak Dapat apa-apa, bisanya main bola, Kagak Eksis masalah,” ujarnya Sembari tersenyum.

Laga pembuka Super Copa 100 Tahun Gontor sendiri berlangsung meriah melalui pertandingan eksebisi antara Gontor FC melawan Timnas All Star. Tim bertabur bintang tersebut diperkuat sejumlah pemain yang pernah meramaikan kompetisi sepak bola nasional, di antaranya Selvio Escobar, Ferdinand Sinaga, Januar Eka,, Bagus Kahfi, Basile Enembele, Gunawan Dwi, Bagas Kaffa, Dandi Maulana, Otavio Dutra, serta Sahar Ginanjar dan raja tarkam King Polo. Kehadiran para pemain tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor. (end/but)