Mendagri-Menteri PKP tinjau program Sokongan bedah rumah di Bantul

Mendagri-Menteri PKP tinjau program bantuan bedah rumah di Bantul

Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian Serempak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait pada Kamis, meninjau penerima program Sokongan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rombongan meninjau langsung kondisi rumah salah satu Penduduk penerima Sokongan. Rumah tersebut berdinding anyaman bambu yang telah lapuk serta berlantaikan tanah.

Rumah itu juga hanya berdiri di atas fondasi berupa barisan batu tanpa semen. Kondisi ini menunjukkan bahwa rumah tersebut berdiri Kagak terlalu kokoh. Penerima Sokongan tersebut juga terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Berdasarkan dialog Mendagri dengan penghuni rumah, diketahui bahwa rumah itu telah ditempati sejak tahun 1984 dan belum pernah tersentuh Sokongan.

“Kami bersyukur karena rumah tersebut akan segera dibangun melalui Program BSPS. Alhamdulillah,” kata Tito dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis

Hal tersebut disampaikannya Demi meninjau rumah salah seorang penerima Sokongan di Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.

Dalam kesempatan itu, Tito juga menjelaskan bahwa program tersebut Kagak hanya menyasar rumah Kagak layak huni di daerah perdesaan maupun perkotaan. Tetapi, program tersebut juga menyasar rumah Kagak layak huni di daerah perbatasan.

Ia menegaskan, pembangunan rumah Kagak layak huni di daerah perbatasan bukan hanya Demi pemerataan pembangunan. Tetapi, kebijakan ini bertujuan memperkuat pertahanan negara di daerah perbatasan melalui penguatan rasa Asmara Tanah Air masyarakat setempat.

“Jadi [Menteri PKP] Pak Ara sudah mengalokasikan 15.000 Demi daerah perbatasan. Eksis 40 lebih kabupaten perbatasan yang selama ini mungkin jarang tersentuh,” ujarnya.

Ia juga menceritakan bahwa dirinya Serempak Menteri PKP telah mengunjungi langsung rumah Kagak layak huni di daerah perbatasan. Salah satu daerah tersebut adalah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang belum Pelan ini diterjang banjir bandang sehingga merusak sejumlah rumah.

“Kena banjir bandang ratusan rumah rusak. Itu sudah kita datangin dan program itu (BSPS) Dekat 600-an rumah di sana, sekarang [pelaksanaan programnya] Kembali jalan,” kata Tito.

Selain meninjau rumah Kagak layak huni di Kabupaten Bantul, rombongan juga berdialog secara virtual dengan sejumlah penerima Sokongan BSPS di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kesempatan itu juga dilakukan peresmian secara simbolis Penyelenggaraan Program BSPS di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peninjauan juga dilakukan Serempak Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Personil Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya, Kepala BPS Amalya Adininggar Widyasanti, serta pejabat terkait lainnya.