Kesiapan Jawa Timur Menuju PON 2027: Angkat Berat Jadi Prioritas Pembinaan

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Ketua Lazim Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M. Nabil, menegaskan pentingnya angkat berat sebagai cabang olahraga (cabor) yang harus mendapat perhatian lebih dalam pembinaannya.

Hal ini disampaikan Nabil dalam Rapat Kerja Daerah Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) yang digelar di Hotel Keyri Surabaya pada Minggu (22/2/2026).

Menurut Nabil, dalam tiga Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir, Jawa Timur belum Pandai meraih medali emas di cabang angkat berat. Ia pun menekankan, “Angkat berat ini cabor Krusial yang harus dikembangkan di Jawa Timur. Tiga PON terakhir kita belum dapat emas. Karena itu saya minta daerah Betul-Betul mempersiapkan diri menuju Pra-PON 2027.”

Kesiapan Jawa Timur dalam menghadapi Pra-PON 2027 menjadi Konsentrasi Esensial Nabil. Menurutnya, kompetisi pra-PON tersebut akan menjadi ajang Krusial Buat mengukur kemampuan atlet sebelum berlaga di PON 2028. Ia berharap pengurus daerah memanfaatkan potensi atlet yang sudah berada dalam tahap perkembangan, agar Pandai mencapai performa terbaik menjelang PON 2028.

Lebih lanjut, Nabil juga mengimbau agar KONI Pusat segera menetapkan cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON mendatang, guna memberikan kepastian bagi daerah dalam menyusun program pembinaan.

“Cabor harus sering ikut kompetisi dan event. Jangan hanya kuat di latihan, tapi Enggak kuat di pertandingan,” tambahnya, menekankan pentingnya pengalaman bertanding sebagai bagian dari proses pembinaan atlet.

Rangkaian Kejuaraan Provinsi dan Konsentrasi pada Pembenahan Organisasi

Ketua Lazim Pabersi Jawa Timur, Abram Nathan, menjelaskan bahwa hasil Rakerda Pabersi Jatim akan segera ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan kompetisi dan pembenahan organisasi. Salah satu agenda yang telah direncanakan adalah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang akan digelar pada 2026.

Kejurprov pertama dipastikan akan berlangsung pada Mei atau Juni, dengan kategori pertandingan Buat kelas sub-junior dan Lazim. Sedangkan Kejurprov kedua dijadwalkan pada Desember, berfokus pada kategori junior sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan pra-kualifikasi atlet menuju PON 2027.

“Kita akan setting seperti babak kualifikasi agar Ketika Porprov nanti Betul-Betul diikuti atlet yang sudah memenuhi standar kualitas,” Terang Abram, menambahkan bahwa kompetisi ini akan menjadi ajang Buat memastikan hanya atlet yang memenuhi standar kualitas yang berkompetisi pada level lebih tinggi.

Peningkatan Kualitas Atlet melalui Standarisasi dan Pelatihan

Selain itu, Pabersi Jatim juga menyoroti pentingnya memperkuat database atlet, Instruktur, dan wasit, karena Lagi banyak sumber daya Orang (SDM) yang belum Mempunyai lisensi Formal.

Buat itu, program penataran dan pelatihan akan digencarkan guna menyamakan visi dan standar pembinaan di seluruh kabupaten/kota. Standarisasi lisensi diharapkan Pandai meningkatkan kualitas atlet secara menyeluruh dan menyamakan standar di berbagai daerah.

Rakerda ini juga membahas penguatan administrasi dan regulasi organisasi Buat memastikan keselarasan dengan kebijakan KONI, terutama dalam persiapan menuju Porprov dan Pra-PON 2027.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pabersi Jatim menargetkan kebangkitan prestasi dan berharap Buat dapat Bertanding memperebutkan medali emas pada PON mendatang. [way/suf]