PT TASPEN mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan Demi meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan digital terkait permintaan data pribadi peserta. Imbauan ini dikeluarkan di Jakarta menyusul maraknya pihak Bukan bertanggung jawab yang menghubungi peserta melalui berbagai saluran komunikasi Demi meminta informasi sensitif dengan dalih Pembuktian data atau pembaruan informasi.
Badan usaha Punya negara tersebut menegaskan bahwa keamanan informasi peserta menjadi prioritas Esensial. Penegasan ini diwujudkan melalui penerapan standar Dunia ISO/IEC 27001:2013 serta sistem perlindungan Data Leakage Prevention (DLP) dan enkripsi data guna mencegah kebocoran informasi secara terukur. Dilansir dari bisnisia.id, perusahaan Bukan pernah melakukan pendataan ulang peserta tanpa disertai surat tugas Formal.
Modus kejahatan digital ini dipaparkan oleh Branch Manager PT TASPEN Cabang Tanjungpinang, Agnes Salidesi Ginting pada Kamis, 28 Mei 2026. Pelaku umumnya mengincar para pensiunan dengan Penyamaran pembaruan data Demi pengiriman Biaya tertentu.
“Pelaku biasanya menghubungi pensiunan melalui telepon atau WhatsApp dan meminta pembaruan data dengan Dalih pencairan THR atau gaji ke-13,” ujar Agnes Salidesi Ginting, Branch Manager PT TASPEN Cabang Tanjungpinang.
Pihak manajemen menekankan bahwa pengiriman data rahasia melalui pesan teks ataupun instruksi Demi mengeklik tautan tertentu bukan bagian dari Mekanisme Formal. Masyarakat diminta Demi Bukan mudah percaya kepada oknum yang mengaku sebagai perwakilan perusahaan dan meminta informasi pribadi, kode OTP, atau data keuangan.
“Kalau Terdapat pihak yang mengaku dari Taspen and meminta klik link atau memasukkan data rekening, masyarakat harus waspada karena itu bukan dari Taspen,” kata Agnes Salidesi Ginting, Branch Manager PT TASPEN Cabang Tanjungpinang.
Sebagai bentuk Penemuan pelayanan yang Terjamin, perusahaan kini menyediakan aplikasi Andal by Taspen Demi mempermudah proses autentikasi berkala para pensiunan. Layanan digital ini dirancang agar penerima Biaya Bukan perlu mendatangi kantor fisik.
“With aplikasi Andal by Taspen, pensiunan Bukan perlu Kembali antre ke bank. Cukup autentikasi melalui handphone, Lampau Biaya pensiun Bisa langsung diambil melalui ATM,” ucap Agnes Salidesi Ginting, Branch Manager PT TASPEN Cabang Tanjungpinang.
Di sisi lain, terdapat pula modus kejahatan siber baru yang memanfaatkan rekaman Bunyi korban Demi disalahgunakan. Penjelasan mengenai mitigasi situasi darurat siber ini disampaikan oleh perwakilan manajemen lainnya.
“Sekarang marak telepon tanpa Bunyi atau silent call Demi merekam Bunyi korban yang kemudian Bisa disalahgunakan,” ujar Adam Victor Handoyo, Kepala Sumber Daya Orang (SDM) PT TASPEN Cabang Tanjungpinang.
Bagi peserta yang Mempunyai keterbatasan fisik atau lanjut usia, disediakan layanan kunjungan langsung ke rumah Serempak Kawan bayar tanpa dipungut biaya. Perusahaan juga mengusung gerakan Tahan, Pastikan, Lapor (TahanPastikanLaporan) sebagai panduan mitigasi.
“Selalu pastikan informasi hanya berasal dari kanal Formal PT Taspen, Berkualitas melalui website, Instagram, maupun nomor WhatsApp Formal perusahaan,” ucap Adam Victor Handoyo, Kepala Sumber Daya Orang (SDM) PT TASPEN Cabang Tanjungpinang.
Masyarakat yang menemukan indikasi penipuan diminta Bukan terburu-buru merespons dan dapat segera melapor melalui call center TASPEN di 1500919, nomor telepon (021) 4241808, atau melalui surat elektronik Formal di [email protected] dan [email protected].
