Waktu membaca: 8 menit
Gambar hidup Pesta Babi kembali menjadi sorotan setelah salah satu Watak dalam Gambar hidup tersebut, Yasinta Moiwend atau Mama Yasinta, mengatakan kecewa atas pemutaran Gambar hidup tersebut, dan melaporkan pimpinan LBH Pos Merauke ke Polda Metro Jaya, pada Jumat (29/05).
LBH Pos Merauke adalah pihak yang selama ini memberi pendampingan advokasi kepada Mama Sinta dalam menentang program Food Estate di Merauke—topik yang diangkat Gambar hidup dokumenter Pesta Babi.
Selama beberapa.pekan terakhir Gambar hidup Pesta Babi menjadi sorotan setelah acara nonton bareng (nobar) Gambar hidup tersebut mendapat intimidasi dan ancaman Member TNI/Polri di sejumlah Area sehingga menimbulkan kontroversi.
Menanggapi sikap Mama Sinta, Pengarah adegan Gambar hidup Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale mengatakan, “Kami hormati pilihan Mama Yasinta”.
LBH Pos Merauke yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya mengatakan akan mengambil sikap.
Para kolaborator Gambar hidup Pesta Babi menyatakan Mama Yasinta sebagai “seorang tokoh Perempuan adat Malind yang sudah Lamban berjuang Demi diri dan komunitasnya” bahkan jauh sebelum proses Gambar hidup dokumenter ini berlangsung. Mereka “meminta publik Demi Bukan menyudutkan atau menghakimi beliau”.
Tokoh Perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan Merauke, Papua Selatan ini mendatangi Polda Metro Jaya karena keberatan wajahnya ditampilkan dalam Gambar hidup Pesta Babi, Jumat (30/05).
Ia meminta agar pemutaran Gambar hidup Pesta Babi ini “dihentikan”. Pesta Babi adalah Gambar hidup dokumenter tentang Pemanfaatan alam dan penggusuran terhadap masyarakat adat khususnya di Papua Selatan dengan mengurai aktor-aktor pemerintah, aparat, dan pengusaha di baliknya.
Serempak tim kuasa hukumnya, Yasinta juga melaporkan John Teddy Wakum selaku direktur LBH Papua Pos Merauke dengan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi.
Apa saja yang sejauh ini diketahui?
Siapa Mama Yasinta?
Yasinta Moiwend alias Mama Yasinta alias Mama Sinta sudah bertahun-tahun menentang Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan atau food estate di Papua.
Ia adalah bagian dari masyarakat adat Bangsa Malind Anim yang tinggal di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke, Papua Selatan.
Posisi kampung berpenduduk 734 jiwa ini hanya Pandai dijangkau melalui jalur udara atau jalur laut. Belum Eksis jalur darat yang sepenuhnya tersambung. Kampung Wanam merupakan salah satu Posisi pengembangan cetak sawah bagian dari PSN.
Alat berat eskavator, buldoser, dan peralatan lainnya sudah masuk ke kampung ini sejak 2024.
Gelombang pertama sebanyak 500 unit alat berat telah tiba sejak Juli 2024. Bulan berikutnya, datang Tengah 264 unit dari total 2.000 alat berat yang dipesan Demi pengerjaan proyek cetak sawah 1 juta hektar.
Ratusan eskavator itu diangkut secara bertahap menggunakan tongkang.
Mama Yasinta menjadi salah satu Watak dalam Gambar hidup Pesta Babi yang Demi ini sudah dipublikasi Formal melalui saluran Jubi TV di platform YouTube pada 22 Mei. Satu pekan ditayangkan, penontonnya tembus 10 juta.
Ia tampil sebagai sosok yang langka karena tak banyak Perempuan Papua vokal menyuarakan keluh kesah tentang nasib tanah adatnya.
Pada 2024, ia ikut serta dalam Aksi Kamisan ke-836. Di depan Istana, Yasinta Serempak masyarakat adat di Papua menyampaikan surat kepada Presiden Joko Widodo yang segera digantikan Prabowo Subianto.
“Kedatangan kami dari Merauke ke Jakarta, Eksis tujuan dan maksud yang kami mau sampaikan kepada Presiden Jokowi.”
“Karena kami yang kena Pengaruh ini sudah berusaha, kami mau sandar kepada pemerintah Kabupaten [Merauke], bahkan Tamat ke pemerintah pusat, mereka Bukan tanggapi,” kata Yasinta, Kamis (17/10/2024).
Mama Sinta dan Grup masyarakat adat telah berulang kali menggelar demonstrasi, mempertanyakan proyek itu ke kepala daerah, Majelis Rakyat Papua Selatan, DPR Kabupaten Merauke, hingga Keuskupan Akbar Merauke. Tapi Bunyi mereka membal.
“Kami sudah buat Tanam Sasi, kami Bukan dihargai. Mereka Lagi gusur kami,” tutur dia di setiap kesempatan.
Tanam Sasi, adalah upacara adat Mortalitas Bangsa Marind, yang menggambarkan rasa duka. Mama Sinta merasakan banyak kehilangan.
“Kami rasa kehilangan dusun, kehilangan makan minum, kehilangan hewan-hewan yang Eksis di hutan kami.”
Mama Sinta bilang, proyek cetak sawah bahkan masuk ke area sakral di kampungnya.
Pada 2025, ia diganjar penghargaan S.K. Trimurti Award 2025 oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Penghargaan ini diberikan kepada Perempuan atas dedikasi, keberanian, dan komitmen memperjuangkan HAM, demokrasi, kebebasan pers, dan keadilan sosial di Indonesia.
Dalam kegiatan pra-peluncuran Gambar hidup Pesta Babi yang disiarkan Jubi TV pada Maret 2026, Mama Sinta juga menyampaikan:
“Harus kuat, apa pun yang terjadi di depan kita, kita harus Rival. Saya dari 2024 Tamat 2026 saya Lagi bertahan perjuangan tanah kami se-Papua,” katanya disambut tepuk tangan riuh.
Setelah Gambar hidup diluncurkan perdana pada 12 April di Jakarta, nobar Pesta Babi mendapat “intimidasi” hingga pembubaran di sejumlah Area. Aktornya Member TNI, otoritas kampus dan otoritas lokal.
Bagaimanapun, pekan Lewat, sebuah video pernyataan dari Sinta Membangun heboh jagat media sosial. Ia mengatakan, dirinya “kecewa” terhadap Gambar hidup Pesta Babi.
Demi itu, ia mengklaim Gambar hidup ini dibuat “tanpa izin dari saya, tanpa sepengetahuan dari saya”.
“Itu yang saya kecewa sekali sekarang dengan mereka LBH (Pos Merauke),” kata Yasinta dalam sebuah video dikutip dari Tribunnews.
Apa yang Membangun Mama Sinta jadi sorotan?
Perubahan sikap Mama Sinta atas mega proyek pangan jutaan hektar di Papua Selatan.
Dalam video pernyataan yang menghebohkan pekan Lewat, Mama Sinta mengatakan sudah Bukan Tengah bergabung dengan LBH Pos Merauke yang selama ini membantunya melakukan kampanye.
“Saya sudah ambil keputusan sendiri. Jadi saya mau cari pekerjaan di perusahaan, cari pekerjaan karena rumah saya Ingin direhab karena sudah Bukan layak Tengah,” kata dalam video tersebut.
Ia bilang, ketiga anaknya juga perlu pekerjaan Demi memenuhi kebutuhan harian.
“Jadi mama harap ke depan Minta dibantu. Saya tetap di pihak perusahaan sekarang, Bukan seperti dulu Tengah karena dulu itu saya dimanfaatkan, saya diajak oleh orang-orang LBH,” jelasnya.
Apa Dalih Mama Sinta mendatangi Polda Metro Jaya?
Sepekan setelah pernyataanya viral di media sosial, Sinta didampingi kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya, Jumat (29/05).
Dikutip dari kantor Informasi Antara, Mama Sinta mengutarakan alasannya datang ke kantor polisi Jakarta.
“Saya punya Paras ini di mana-mana mereka putar Gambar hidup itu, saya sakit hati. Tanpa izin dari saya. Maka itu saya datang ke Jakarta,” katanya.
Ia juga mengklaim Bukan Eksis komunikasi terkait izin pihak penyelenggara Gambar hidup yang menampilkan wajahnya pada cover Gambar hidup Pesta Babi. Ia meminta agar pemutaran Gambar hidup tersebut dihentikan.
“Dihentikan! Mulai dari hari ini dihentikan! Seandainya Eksis yang putar Gambar hidup itu, tolong proses orang itu,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukumnya Hamonangan Daulay mengatakan telah melaporkan Direktur LBH Pos Merauke dengan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi.
“Ini yang kita laporkan ini adalah Demi perorangan. Perorangan, Eksis Ketua LBH Merauke. Ketua LBH Merauke, ya. Jhon, ini inisialnya adalah JTW,” kata Hamonangan seperti dilaporkan Detik.
Laporan ini terkait dengan Pasal 65 juncto 67 tentang Perlindungan Data Pribadi. Isinya berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum karena mengungkap data pribadi yang bukan milinya, dengan Denda pidana penjara paling Lamban empat tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4 miliar.
Bagaimana respons Pengarah adegan dan LBH Pos Merauke Papua?
BBC News Indonesia telah menghubungi Johnny Teddy Wakum Demi meminta komentar. Ia mengatakan, “akan kami tanggapi. Kami akan kirim rilis”.
“Waktu tanah ulayatnya diambil tanpa izin, mereka tak datang menjemput dan mengantarnya ke Jakarta Demi lapor polisi.
Yang datang adalah anak-anak adat yang jadi pengacara pro bono karena solidaritas dan Ingin ikut melindungi tanah moyangnya.
Kami hormati pilihan Mama Yasinta. Sebagaimana kami menghormati hak setiap orang Demi Mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi di Papua.”
Pihak yang berkolaborasi dalam Gambar hidup Pesta Babi Yakni Ekspedisi Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, Jubi Media, LBH Papua Merauke, Pusaka Bentala Rakyat, dan Watchdoc ikut merespons hal ini.
Menurut mereka, Mama Yasinta “sudah Lamban berjuang Demi diri dan komunitasnya” jauh sebelum proses pembuatan Gambar hidup Pesta Babi berlangsung.
“Kami tim kolaborasi Gambar hidup Pesta Babi menghormati apa pun sikap Mama Yasinta Demi ini dan meminta publik Demi Bukan menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami Lagi berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini,” kata tim kolaborator Pesta Babi dalam keterangan tertulisnya.
Mereka mengatakan Lagi belum dapat menghubungi atau menemui langsung Mama Yasinta sejak video pernyataan berbaliknya Sabtu malam (23/05) Tamat kedatangannya ke Polda Metro Jaya, Jumat (29/05).
“Kami Lalu berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya. Kami mengharapkan dukungan perhatian publik terhadap persoalan ini, sembari kita melanjutkan solidaritas Demi upaya penyelesaian persoalan yang begitu besar di Tanah Papua,” tulis pernyataan Serempak.
Artikel ini akan Lalu diperbarui.
