Gaza: Derita anak-anak yang mendadak kehilangan kemampuan bicara

Seorang anak perempuan di antara reruntuhan bangunan di Gaza.

Kekerasan, kehancuran, dan Mortalitas di Gaza Membikin sejumlah anak merespons penderitaan yang luar Lumrah itu dengan Hening.

Salah satunya adalah Adam. Sebelum perang terjadi, Adam adalah anak yang ceria dan banyak bicara. Tetapi Demi usianya menginjak lima tahun, dia mendadak berhenti berinteraksi dengan dunia.

“Enggak Terdapat satu pun anak di Gaza yang Enggak trauma,” kata psikoterapis anak dari Norwegia, Katrin Glatz Brubakk, ke BBC Mundo.

“Terdapat lebih dari satu juta anak yang telah menderita trauma parah.”

Katrin telah melakukan dua misi kemanusiaan ke Gaza pada 2024 dan 2025 Berbarengan Médecins Sans Frontières (MSF), Demi melayani anak-anak yang kehilangan kemampuan berbicara akibat konflik.

Katrin tak mengetahui dengan Niscaya berapa banyak anak di Gaza yang berhenti berkomunikasi. Tetapi, Katrin mengaku menemukan puluhan kasus serupa di Gaza.

Dokter-dokter setempat mengatakan kepada jaringan Al Jazeera bahwa kasus seperti itu “jumlahnya Lanjut meningkat.”

Enam bulan pengumuman gencatan senjata di Gaza terlewati. Tetapi, kekerasan Lagi berlanjut dan “serangan-serangan Israel Lanjut berlanjut secara rutin,” kata Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Demi Hak Asasi Orang, Volker Türk, April silam.

Sedikitnya 846 orang, yang mencakup Perempuan dan anak-anak, tewas di Gaza dalam rentetan serangan Israel sejak gencatan itu, menurut kementerian kesehatan setempat.

Israel, yang mengklaim melakukan serangan Demi membela pasukannya dan menghadapi ancaman dari milisi Hamas, menyatakan lima dari tentaranya tewas dalam periode itu.

Hamas dan Israel saling menuduh satu sama lain melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Sejak Oktober 2023, Laskar Israel dilaporkan telah membunuh lebih dari 20.000 anak di Gaza dan menyebabkan lebih dari 41.000 terluka, menurut UNICEF.

Secara total, serangan-serangan Israel menewaskan lebih dari 72.000 orang yang mayoritas Anggota sipil, dan melukai lebih dari 172.000, menurut kementerian kesehatan Gaza.

BBC Mundo mewawancarai Katrin Glatz Brubakk tentang trauma yang menyebabkan anak-anak Gaza kehilangan kemampuan berbicara.

Lewat, Dampak-Dampak kekerasan pada otak mereka, dan mengapa jalan menuju pemulihan terkadang dimulai dengan meniup gelembung sabun.

Berikut petikan wawancaranya.

Katrin Glatz Brubakk meniup gelembung bersama Maria, tiga tahun, di rumah sakit Nasser di Gaza selatan. "Saya menyebutnya gelembung harapan karena mereka secara harfiah meniupkan harapan kepada anak-anak ini".
línea gris

Mengapa Terdapat anak-anak di Gaza berhenti berbicara?

Di Gaza, anak-anak hidup dalam trauma parah di kondisi yang penuh ketidakpastian dam berlangsung lelet. Anak-anak itu mengkhawatirkan nyawa mereka, hidup keluarga mereka, Kolega-Kolega dan orang yang mereka kasihi.

Elemen-Elemen itu Membikin tingkat stres dan Dampak pada sistem saraf anak-anak sangat luar Lumrah.

Reaksi dari tekanan itu berbeda di masing-masing anak. Beberapa menunjukan sikap Bimbang, susah tidur, emosi, hingga berteriak. Dan, penderitaan seperti itu Dapat dideteksi.

Tetapi, Terdapat anak-anak yang bereaksi dengan membisu sepenuhnya. Seolah-olah sistem saraf mereka Mengucapkan: “Saya Enggak kuat Tengah”.

Akhirnya, Metode yang dilakukan Demi melindungi diri mereka adalah dengan menarik diri. Dan, bahasa adalah bagian dari hal itu.

Bagi anak-anak itu, Hening menjadi Metode Demi Enggak berinteraksi dengan dunia, yang Enggak berhenti Membikin mereka menderita dan sakit.

Jadi Hening bukan pilihan yang disadari, melainkan respons neurologis terhadap stres dan trauma ekstrem.

Katrin Glatz Brubakk melakukan dua misi ke Gaza bersama Médecins Sans Frontières. Psikoterapis anak ini adalah profesor di Universitas Sains dan Teknologi Norwegia, NTNU.

Banyak orang sulit memahami penderitaan yang telah dan sedang dialami oleh anak-anak di Gaza. Bisakah Anda memberi kami gambaran tentang trauma ekstrem yang mereka derita?

Enggak Terdapat satu pun anak di Gaza yang Enggak trauma. Terdapat lebih dari satu juta anak yang telah mengalami trauma parah.

Mereka harus mengungsi, mereka kehilangan rumah, mereka mustahil pergi ke sekolah karena sekolah-sekolah dibom.

Segala anak-anak merasakan kehilangan, seperti Personil keluarga, Kolega sekolah, guru, seorang tetangga. Banyak anak-anak Menyaksikan tubuh-tubuh yang terpotong-potong dan mencium bau darah yang tumpah.

Beberapa anak bercerita kepada saya bahwa mereka membantu mengumpulkan sisa-sisa tubuh Orang atau bagian-bagian otak di jalan. Itu adalah trauma ekstrem.

Dan itu Enggak terjadi hanya sekali, melainkan berkali-kali dialami sebagian besar anak-anak.

Selain itu, mereka juga telah kehilangan seluruh rasa Terjamin. Demi Mempunyai perkembangan yang Bagus, anak-anak perlu Mempunyai kepercayaan di tingkat tertentu pada dunia, keyakinan bahwa dunia Dapat menjadi Bagus, bahwa orang-orang Enggak Ingin menyakiti Anda.

Rasa Terjamin ini telah hilang sepenuhnya karena besarnya kehancuran, yang berdampak pada Segala orang di Gaza. Enggak Terdapat anak di Gaza yang Dapat tidur dengan kepastian bahwa mereka akan bangun keesokan harinya.

Mereka Enggak Mempunyai Ruangan yang Dapat mereka masuki, menutup pintu, dan Paham bahwa Enggak Terdapat yang Dapat menjangkau mereka.

Jadi perang ini Enggak hanya menyebabkan trauma, tetapi juga memengaruhi seluruh pandangan dunia mereka.

Bisakah Anda bercerita tentang anak-anak yang Anda tangani di Gaza?

Saya Ingin berbicara kepada Anda tentang Adam, seorang anak Lelaki berusia lima tahun. Dia adalah anak yang sangat lincah, ceria, banyak bicara, dan aktif. Dia senang berada di luar ruangan dan bermain.

Setelah pertikaian dimulai pada 2023, keluarganya dipaksa mengungsi dan pindah ke sebuah tenda. Kakek dan neneknya tinggal sedikit lebih jauh, juga di sebuah tenda.

Suatu hari, Adam dan ayahnya Ingin mengunjungi kakek dan neneknya, di sebuah daerah yang Enggak Terdapat perintah evakuasi dan Sepatutnya Terjamin.

Tetapi tanpa peringatan sebelumnya, sebuah proyektil Anjlok sangat dekat dengan mereka dan melukai Adam serta ayahnya dengan parah.

Mereka dibawa dengan segera ke rumah sakit. Tetapi seperti yang Lumrah terjadi ketika Terdapat serangan-serangan ini, Terdapat begitu banyak korban sehingga Enggak Terdapat ranjang rumah sakit yang Nihil. Banyak orang ditempatkan di Dasar.

Adam dan ayahnya berada di Dasar ruang Darurat darurat menunggu Demi diobati. Dan, anak itu Menyaksikan dan mendengar bagaimana ayahnya, di sampingnya, mengembuskan napas terakhirnya.

Adam juga terluka parah. Dia kehilangan satu kaki dan kaki yang lain terluka. Setelah menyaksikan Mortalitas ayahnya, anak itu berhenti berbicara.

Terkadang dia membisikkan beberapa kata terpisah kepada ibunya, tetapi dia Enggak Ingin berbicara dengan siapa pun. Dia nyaris Enggak makan. Dia adalah seorang anak dalam kondisi kritis.

Dokter Katrin Glatz Brubakk berkata, salah satu cara anak-anak untuk melindungi diri mereka dari trauma adalah dengan menarik diri.

Dampak-Dampak apa yang Dapat dimunculkan oleh trauma-trauma ini di masa depan?

Ketika seorang anak seperti Adam berhenti berinteraksi dan berbicara, dia juga berhenti berkembang.

Seorang anak berusia lima tahun Sepatutnya mempraktikkan keterampilan bahasanya dengan anak-anak lain dan orang dewasa Demi belajar, menyelesaikan masalah, mempelajari Kebiasaan-Kebiasaan sosial melalui permainan.

Segala ini terputus. Bahasa adalah sebuah tanda, tetapi perkembangannya berhenti sepenuhnya.

Apa yang telah saya amati berulang kali adalah Apabila situasi ini berkepanjangan, hal itu memengaruhi otak anak-anak ini secara fisik.

Kita Paham bahwa pada anak-anak yang mengalami trauma parah, amigdala, bagian otak yang bertanggung jawab atas emosi yang intens, membesar ukurannya.

Ini Dapat diukur. Ukurannya lebih besar pada anak-anak yang trauma.

Korteks prefrontal, bagian otak yang berkembang paling akhir dan yang bertanggung jawab atas fungsi-fungsi seperti perencanaan, penyelesaian masalah, interaksi sosial, dan regulasi emosional, aspek-aspek Mendasar dalam kehidupan, ditemukan kurang berkembang. Bentuknya lebih tipis dan Mempunyai lebih sedikit koneksi saraf.

Apabila seorang anak tetap berada dalam keadaan seperti Adam, menarik diri, tanpa perkembangan maupun bahasa, dan dibiarkan dalam situasi stres ekstrem Demi waktu yang lelet, dia akan Mempunyai masalah di kemudian hari dalam hidupnya. Dia Enggak akan pernah pulih.

Misalnya terbaik yang saya miliki adalah adik saya sendiri. Dia diadopsi pada 1974, setelah perang Vietnam. Dia tumbuh seperti anak-anak Gaza tumbuh sekarang, pemboman Lanjut-menerus, banyak ketidakpastian, dan kekurangan makanan,. Kondisi itu memengaruhi perkembangan otaknya.

Ketika adik Lelaki saya tiba di Norwegia, meskipun itu adalah tempat yang Terjamin dan dia Dapat ambil Segala makanan yang dia butuhkan, perlu waktu bertahun-tahun baginya Demi berhenti menyembunyikan makanan di balik Kitab-bukunya, karena dia Enggak merasa Terjamin.

Itulah yang kami sebut “cedera kognitif akibat perang”, yang Enggak terlihat, yang dalam banyak kasus akan menyertai anak-anak ini, mungkin, sepanjang hidup mereka.

Jika situasi stres ekstrem terjadi berkepanjangan, hal itu memengaruhi otak anak-anak secara fisik.

Bagaimana Anda mencoba membantu Adam?

Bekerja dalam konteks seperti Gaza, Terdapat banyak hal yang Enggak Dapat kami lakukan.

Yang Betul-Betul diperlukan oleh anak-anak ini adalah tempat yang Terjamin Demi tinggal, kehidupan sehari-hari yang terstruktur, dapat kembali ke sekolah, bermain tanpa rasa takut. Tetapi untungnya Terdapat hal-hal yang memang Dapat kami lakukan.

Yang paling Krusial adalah anak-anak ini Paham bahwa, meskipun seluruh dunia bukan tempat yang Terjamin bagi mereka Demi ini, Terdapat ruang-ruang Terjamin yang kecil. Bahwa Terdapat orang-orang yang mengelilingi mereka di sini dan Demi ini akan mendukung mereka.

Pada awalnya Adam Enggak Ingin berbicara dengan kami, tetapi kami Lanjut pergi ke kamarnya setiap hari dan kami berbicara dengan ibunya. Kami berbicara dengan ibunya tentang suami yang telah hilang, tentang kenangan-kenangan indah, tentang impian-impian yang dia miliki Demi masa depan, hal-hal yang Dapat memberi Adam sedikit Asa bahwa ini bukanlah akhir, Terdapat Asa sesuatu yang lebih Bagus akan datang.

Suatu hari, ketika saya berada di sana, tiba-tiba Adam berbisik kepada ibunya: “Perintah Perempuan ini pergi, saya Enggak menyukainya”.

Itu adalah sebuah penolakan tetapi saya sangat, sangat senang karena itu berarti Adam mulai berinteraksi dengan apa yang terjadi di sekitarnya.

Beberapa hari kemudian dia Menyaksikan ke arah saya, hal yang Enggak pernah dia lakukan sebelumnya. Tatapan itu hanya sesaat, tetapi saya memanfaatkan kesempatan tersebut dan Mengucapkan kepadanya:

“Wah, Anda punya mata cokelat yang sangat besar! Itu sangat indah. Mata saya sangat berbeda, warnanya biru. Apakah Anda pernah Menyaksikan mata seperti saya sebelumnya?”.

Dan itu membangkitkan rasa Ingin Paham anak berusia lima tahun itu.

Itu adalah awal kami Dapat Membikin dia memercayai orang-orang sedikit demi sedikit. Dia Dapat berbicara singkat kepada kami, kembali ke suatu yang normal meskipun Enggak secara permanen, karena dia memikul Segala trauma itu.

Foto kehancuran di Gaza. Bangunan-bangunan yang hancur dan puing-puing terlihat jelas.

Apakah Anda berbicara dengan Adam dalam bahasa Arab atau melalui seorang penerjemah?

Di Gaza Terdapat banyak orang yang sangat berpendidikan. Dengan ibu Adam saya berbicara bahasa Inggris, dia Mempunyai gelar doktor dalam bidang fisika.

Demi Adam, Terdapat seorang penerjemah. Saya harus menambahkan bahwa, ketika saya bekerja di proyek-proyek seperti ini, saya memimpin sebuah tim psikolog dan pekerja sosial setempat.

Saya membawa pengetahuan, tetapi pekerjaan Primer, yang berlanjut kemudian, dilakukan oleh tim MSF kami di lapangan.

Di Rumah Sakit Nasser Anda juga bekerja dengan anak-anak dengan luka bakar parah…

Ketika bom Anjlok, Terdapat gelombang panas yang sangat besar dan memengaruhi Segala orang di dekatnya. Golongan usia paling banyak yang kami layani adalah anak-anak usia empat Tamat enam tahun.

Ini terjadi hanya karena mereka terlalu berat Demi digendong oleh orang Uzur yang sudah menggendong anak-anak yang lebih kecil, tetapi kaki mereka Lagi terlalu pendek Demi berlari Segera.

Ini menunjukkan dengan Terang bahwa Enggak Terdapat anak yang Terjamin di Gaza.

Dan anak-anak sangat menyadari hal itu. Ketakutan akan nyawa sendiri tetap menjadi Fakta sehari-hari bagi anak-anak di Gaza.

Bagaimana Anda bekerja dengan anak-anak in yang mengalami penderitaan fisik yang besar?

Luka bakar sangat amat menyakitkan sehingga hal-hal sederhana seperti mengganti perban harus dilakukan menggunakan anestesi. Pemulihannya lelet.

Ketika Enggak Terdapat cukup asupan makanan, waktu pemulihannya lebih lelet Tengah. Ini berarti anak-anak tetap berada dalam penderitaan yang mengerikan Demi waktu yang lebih lelet.

Salah satu anak Perempuan yang datang ke departemen kami adalah Mona, enam tahun. Dia menderita luka bakar di seluruh tubuhnya. Dia Mempunyai begitu banyak perban sehingga satu-satunya hal yang Dapat kami lihat adalah mata dan lubang hidungnya.

Pada awalnya semuanya berkisar pada bagian medis, Demi memastikan dia dapat bertahan hidup. Jadi saya Enggak sempat mengenal Mona Tamat mereka mulai melepas beberapa perbannya dan saya Menyaksikan wajahnya dengan banyak luka.

Una madre en Gaza muestra las extensas cicatrices de quemaduras en el tórax y abdomen de su hija pequeña

Apa yang telah terjadi dengan Mona?

Keluarganya dipaksa Demi berpindah tempat dan mereka tinggal di sebuah tenda. Tetapi kemudian pemboman berpindah ke daerah lain dan mereka berpikir Terjamin Demi kembali ke rumah mereka yang hancur.

Baru dua hari setelah kembali ke rumah, sebuah bom menghantam apartemen tersebut. Dua dari Kerabat kandungnya tewas seketika. Tetapi ledakan itu membakar sebuah tangki gas, yang memicu kebakaran yang meluas: gorden, sofa, kasur-kasur terbakar, dan Terdapat tiga anak Perempuan di Ruangan itu.

Sang Orang Uzur secara Luar Lumrah berhasil mengeluarkan ketiga anak Perempuan itu dari apartemen. Mona menderita luka bakar di seluruh tubuhnya; Kerabat perempuannya, yang berada di tempat tidur sebelah, juga Mempunyai luka bakar dan menderita rasa sakit yang hebat. Saudari Perempuan tengahnya berada di perawatan intensif karena dia menghirup begitu banyak udara panas sehingga dia juga mengalami luka bakar internal.

Jadi Mona Enggak hanya menghadapi rasa sakitnya sendiri, tetapi dia juga khawatir tentang apakah saudari perempuannya akan bertahan hidup.

Keluarga Mona sangat mendukungnya dan dia mulai pulih. Yang Betul-Betul Membikin saya terkesan adalah para orang Uzur di Gaza, Enggak hanya orang Uzur Mona, yang menyaksikan bagaimana anak-anak mereka menderita, terluka, dan mereka sendiri trauma oleh Segala pemboman, Mortalitas, kehancuran.

Meskipun demikian, mereka Bisa memberikan kepada anak-anak ini perawatan, kehangatan, dan Kasih yang luar Lumrah agar Dapat pulih dengan sebaik-baiknya.

Bagaimana Anda membantu Mona?

Salah satu hal yang saya lakukan ketika bekerja dengan anak-anak adalah banyak bermain, karena bermain adalah bahasa anak-anak. Melalui permainan mereka mempelajari keterampilan praktis, menyelesaikan masalah, berinteraksi sosial, mengekspresikan perasaan mereka.

Dan dengan Mona kami memulai dengan gelembung sabun. Saya menyebutnya “gelembung Asa” karena mereka secara harfiah meniupkan Asa kepada anak-anak ini. Yang Membikin gelembung sabun begitu fantastis adalah menarik perhatian, indah dan menenangkan.

Apabila saya Mempunyai anak yang sangat Bimbang, saya bertanya kepadanya: “Apakah Anda Menyaksikan berapa banyak Rona yang Terdapat dalam satu gelembung?”. Karena Apabila Anda memperhatikannya dengan Bagus, itu adalah Segala Rona pelangi.

Ini membantu anak Demi beralih dari keadaan stres itu sesuatu yang lebih tenang, lebih lembut, Demi mengubah Konsentrasi. Karena trauma bekerja sedemikian Macam-macam sehingga Anda terjebak dalam keadaan itu.

Hal Luar Lumrah lainnya dari gelembung sabun adalah Apabila Anda Ingin Mempunyai gelembung yang besar, Anda harus meniup sepelan mungkin. Karena Apabila Anda meniup dengan Segera Anda hanya mendapatkan gelembung-gelembung kecil atau Enggak sama sekali.

Tetapi Apabila Anda meniup dengan pelan Anda mendapatkan gelembung-gelembung yang bagus. Bernapas dengan pelan dan dalam, menenangkan sistem saraf.

"Jika kamu ingin gelembung besar kamu harus meniup sepelan mungkin. Dan bernapas dengan pelan dan dalam, menenangkan sistem saraf," kata Katrin.

Apa Dampak dari hal ini pada otak anak-anak?

Apa yang saya lakukan, pada dasarnya, adalah memberikan amigdala, sistem alarm otak, kesempatan Demi tenang. Dengan demikian, korteks prefrontal, bagian otak yang bertugas dalam penyelesaian masalah dan regulasi, Mempunyai kesempatan Demi berkembang lebih Bagus.

Tentu saja, itu Enggak menyelesaikan masalah sepenuhnya, tetapi itu memberikan anak-anak ini kesempatan yang lebih Bagus Demi mengurangi Dampak jangka panjang dari kerusakan kognitif yang Dapat mereka derita akibat perang.

Suatu hari Mona Mengucapkan “Saya Ingin sebuah rumah putri”, dan dia menjelaskan kepada saya bahwa dia berbicara tentang sebuah rumah boneka. Tentu saja itu Enggak Dapat didapatkan di Gaza, tetapi saya menemukan kardus, pita perekat, dan beberapa Rona Demi melukis, dan Berbarengan-sama kami membangun sebuah rumah.

Mona Ingin rumah itu Mempunyai dua Dasar dan menghiasnya dengan sangat Bagus. Dia dan saudari perempuannya sedang bermain dengan sebuah rumah boneka ketika bom itu Anjlok.

Meskipun itu tampak seperti sesuatu yang sederhana, itu adalah pertama kalinya Mona Dapat menceritakan kepada saya apa yang telah terjadi padanya dan betapa khawatirnya dia ke saudari perempuannya.

Hanya melalui permainan dia Dapat menemukan kata-kata Demi mengekspresikan dirinya. Jadi permainan Dapat menjadi sebuah Metode Demi memproses trauma, Demi menemukan bahasa bagi pengalaman-pengalaman yang telah dijalani.

Mona, enam tahun, menderita luka bakar parah. Suatu hari dia meminta sebuah "rumah putri" dan hanya melalui permainan dia bisa menemukan kata-kata untuk mengekspresikan dirinya.

Bisakah Anda menjelaskan kepada kami konsep yang sering Anda gunakan tentang “penderitaan dalam Hening”?

Dalam konteks seperti Gaza, semuanya kacau. Terdapat banyak kebisingan, anak-anak berteriak karena serangan, orang Uzur berteriak khawatir tentang anak-anak mereka, orang-orang menangis karena kesakitan.

Sangat mudah Demi mengabaikan anak-anak yang Hening-Hening menderita. Bukan karena orang-orang Enggak Acuh, melainkan karena Terdapat terlalu banyak hal yang menyita perhatian dan sangat sedikit sumber daya Demi Segala yang harus dilakukan.

Seorang anak yang Hening, yang Enggak mengekspresikan penderitaannya, yang Enggak meminta Donasi, adalah anak yang menderita dan membutuhkan perhatian yang sama besarnya dengan mereka yang menangis dengan keras.

Karena Apabila Enggak, dalam kasus terburuk, mereka Dapat tetap berada dalam penderitaan Hening ini Demi waktu yang sangat lelet. Saya telah Menyaksikan kasus-kasus ekstrem, bukan di Gaza, tetapi di Moria, kamp pengungsi di Yunani.

Ini adalah sebuah sindrom yang disebut “sindrom pengunduran diri”, yang Membikin anak-anak membisu sepenuhnya. Mereka berhenti berbicara, makan, bahkan Enggak membuka mata mereka, nyaris Enggak merespons ketika Anda mencoba menyentuh mereka.

Dan Apabila mereka Enggak menerima Donasi, mereka akan tetap berada dalam kondisi itu selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, sangat Krusial bagi anak-anak seperti Adam dan Mona Demi dapat berintegrasi kembali ke dalam kehidupan.

Katrin menegaskan bahwa dia ingin kembali ke Gaza untuk terus membantu anak-anak.

Anda berada di banyak Area konflik. Mengapa Anda mengatakan bahwa Gaza Enggak sebanding dengan apa pun?

Saya bekerja selama 12 tahun terakhir di Kongo, Lebanon, Mesir dengan para pengungsi yang trauma, di sebuah kapal penyelamat di Laut Mediterania, di Turki setelah sebuah gempa bumi besar.

Tetapi tingkat trauma yang saya lihat di Gaza dan tingkat kehancurannya itu sama sekali Enggak sebanding dengan apa pun yang pernah saya lihat dalam 12 tahun itu. Mutlak Segala orang di Gaza terdampak.

Dan Enggak Terdapat jalan keluar, Enggak Terdapat tempat Terjamin yang Dapat dituju. Seluruh Distrik hancur berkeping-keping. Selain itu sistem kesehatan diserang secara sistematis, rumah sakit-rumah sakit dibom. [Israel membenarkan serangan-serangan terhadap fasilitas medis dengan mengklaim bahwa kelompok-kelompok bersenjata seperti Hamas menggunakan rumah sakit untuk tujuan militer].

Apakah Anda berharap kembali ke Gaza? Israel membatasi akses badan-badan Donasi.

Demi Demi ini mereka Enggak mengizinkan saya masuk.

Kami Mempunyai 1.600 karyawan setempat, dan saya Percaya mereka sedang melakukan pekerjaan yang luar Lumrah, tetapi staf Dunia Enggak Mempunyai izin Demi masuk sejak 1 Januari. Saya sangat berharap itu berubah. Apabila saya Dapat pergi ke Gaza, saya akan pergi dalam sekejap mata; itu adalah satu-satunya tempat di mana saya Ingin berada.

Satu-satunya hal yang Betul dan apa yang dibutuhkan oleh anak-anak di Gaza sekarang adalah kita mengerahkan seluruh upaya, kemampuan, Demi memberikan mereka sebuah perdamaian sejati. Mengembalikan kehidupan mereka, memberi mereka kemungkinan Demi tinggal di tempat-tempat yang Terjamin, Demi pergi ke sekolah.

Itu adalah satu-satunya Metode agar mereka Mempunyai masa depan yang layak. Dan apakah Anda seorang politisi, mahasiswa, atau apa pun, saya akan mengatakan kepada mereka: gunakan suaramu agar tekanannya cukup dan perdamaian ini akhirnya tiba di Gaza. Apabila Enggak, kita akan menghancurkan seluruh generasi anak-anak.

"Bagi anak-anak ini, berhenti berbicara adalah cara untuk tidak berinteraksi dengan dunia yang terus membuat mereka menderita dan menyakiti mereka," kata Katrin.

Apa yang membawa Anda Demi mendedikasikan hidup Anda bagi anak-anak yang menderita dalam keadaan-keadaan traumatis?

Saya tumbuh dengan mendengarkan cerita-cerita perang sepanjang hidup saya.

Ibu saya adalah orang Jerman, lahir pada 1942. Ketika dia Lagi kecil dan sirine berbunyi, mereka membawanya turun ke ruang Dasar tanah dan dia tidur di atas karung-karung kentang. Dan dia menceritakan bahwa para tentara kembali dari garis depan tanpa kaki atau lengan.

Bagi dia, sangat Krusial Demi mencoba memahami bagaimana sebuah genosida Dapat terjadi, bagaimana kita Dapat membiarkannya. Dan berulang kali dia menegaskan kepada kami, anak-anaknya, “Enggak pernah Tengah terjadi”, sesuatu seperti itu Enggak boleh terjadi Tengah.

Dan kemudian saya, tentu saja, Berbarengan Kerabat Lelaki saya, Menyaksikan dari dekat trauma dan kerusakan yang disebabkan oleh perang pada seorang anak. Pekerjaan saya di Gaza adalah versi saya dari “Enggak pernah Tengah”. Enggak Terdapat anak yang boleh mengalami trauma ini. Itu menghancurkan hati saya.