Gubernur Khofifah sebut Idul Adha dongkrak ekonomi peternak Jatim

Gubernur Khofifah sebut Idul Adha dongkrak ekonomi peternak Jatim

Jadi cukup, Kondusif dan sehat. Ini harus disampaikan kepada publik bukan hanya Kepada Jawa Timur tetapi juga luar Jawa Timur,

Lamongan, Jawa Timur (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah Pandai mendongkrak perekonomian peternak di Jawa Timur melalui meningkatnya permintaan dan penjualan hewan kurban.

“Momen kurban Idul Adha tahun 2026 cukup membantu perekonomian peternak dan Pandai meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan peternak,” katanya Ketika meninjau Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur di Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Minggu.

Menurut dia, tingginya permintaan hewan kurban tahun ini menunjukkan semangat masyarakat Kepada berkurban tetap tinggi meski harga ternak mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Khofifah menjelaskan, harga sapi hidup naik Sekeliling Rp5 juta hingga Rp10 juta per ekor, sedangkan harga berdasarkan bobot hidup meningkat Sekeliling Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

Meski demikian, kata dia, peningkatan harga tersebut diikuti kenaikan omzet penjualan peternak menjelang Idul Adha.

Berdasarkan data Dinas Peternakan kabupaten/kota se-Jawa Timur, total ketersediaan ternak kurban tahun 2026 mencapai 2.055.978 ekor yang terdiri atas 629.119 sapi, 940.693 kambing, 484.468 domba, dan 1.698 kerbau.

Sementara proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur tahun ini diperkirakan mencapai 427.060 ekor meliputi 70.550 sapi, 297.900 kambing, 58.600 domba, dan 10 kerbau.

“Jadi cukup, Kondusif dan sehat. Ini harus disampaikan kepada publik bukan hanya Kepada Jawa Timur tetapi juga luar Jawa Timur,” ujarnya.

Kepada menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan ribuan petugas pemeriksa hewan kurban yang bertugas melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem di seluruh kabupaten/kota.

Total petugas yang disiagakan terdiri atas 950 dokter hewan atau medik veteriner, 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, serta 1.997 Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat.

Khofifah menambahkan, seluruh ternak kurban yang beredar juga telah mendapatkan pengawasan kesehatan melalui vaksinasi, penerapan biosecurity, serta pengobatan ternak secara berkala di seluruh Area Jawa Timur.

Gubernur Jatim juga mengapresiasi Kabupaten Lamongan yang dinilai menjadi salah satu daerah penyangga Istimewa penyediaan ternak di Jawa Timur dengan populasi sapi potong mencapai 108.987 ekor.

Sementara itu, pengelola Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Suparto, mengatakan, pihaknya menyiapkan Sekeliling 300 ekor sapi kurban jenis Peranakan Ongole, limosin, simental, dan sapi lokal Kepada Idul Adha tahun ini.

“Hingga Ketika ini Sekeliling 80 persen sudah terjual ke Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo,” kata Suparto.

Ia menambahkan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) gratis serta inseminasi buatan dari pemerintah membantu menjaga kesehatan dan produktivitas ternak di wilayahnya.