Investasi ini menunjukkan bahwa Indonesia, melalui KEK Industropolis Batang semakin dilihat sebagai bagian Krusial dalam rantai pasok Dunia
Batang (ANTARA) – Kawasan Spesifik (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, mencatat masuknya investasi asing langsung (Foreign Direct Investment) (FDI) dari Korea Selatan PT Simone Batang Indonesia Demi membangun perusahaan manufaktur Dunia berbasis produk berbahan kulit senilai Rp429 miliar.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati di Batang, Jumat, mengatakan kehadiran PT Simone menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan investor Dunia terhadap Indonesia sebagai basis produksi industri.
“Investasi ini menunjukkan bahwa Indonesia, melalui KEK Industropolis Batang semakin dilihat sebagai bagian Krusial dalam rantai pasok Dunia. Kami Menyaksikan tren yang semakin kuat di mana perusahaan Dunia menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi Demi pasar ekspor,” katanya.
Menurut dia, KEK Industropolis Batang kini Lanjut berkembang sebagai kawasan industri strategis yang menawarkan dukungan infrastruktur, kemudahan perizinan, hingga fasilitas investasi bagi perusahaan Dunia.
Masuknya investasi dari perusahaan Dunia seperti PT Simone, kata dia, juga akan memberikan Pengaruh berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah termasuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas industri pendukung lainnya.
PT Simone merupakan perusahaan manufaktur Dunia yang berdiri sejak 1987 dan telah Mempunyai jaringan produksi di berbagai negara seperti Vietnam dan Kamboja.
Secara Dunia, perusahaan tersebut menguasai Sekeliling 10 persen pangsa pasar dunia dan 30 persen pasar Amerika Perkumpulan Demi produk yang diproduksinya dengan nilai ritel mencapai Sekeliling 7 miliar dolar AS.
Direktur Penting PT Simone Batang Indonesia Kim Jung Shik menyebut Indonesia sebagai salah satu Letak strategis Demi pengembangan industri manufaktur jangka panjang di kawasan Asia.
“KEK Industropolis Batang Mempunyai kombinasi Kelebihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan mulai dari dukungan kebijakan pemerintah, kesiapan kawasan industri, hingga potensi sumber daya tenaga kerja,” katanya.
Pembangunan pabrik ini direncanakan dimulai dalam dua bulan ke depan dengan Sasaran penyelesaian Pembangunan pada Juli 2026 kemudian diikuti dengan operasional secara bertahap mulai Juli 2027.
