Itera serahkan kajian RUU Ketenagalistrikan dukung transisi Daya

Itera serahkan kajian RUU Ketenagalistrikan dukung transisi energi

Bandarlampung (ANTARA) – Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyerahkan kajian akademik terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan kepada Komisi XII DPR RI sebagai masukan Buat memperkuat regulasi yang mendukung transisi Daya dan ketahanan Daya nasional.

Rektor Itera Prof. Elfahmi di Bandarlampung, Rabu mengatakan perguruan tinggi Mempunyai peran strategis dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset sekaligus mengembangkan Penemuan teknologi guna mendukung percepatan transisi Daya nasional.

“Kontribusi akademisi diperlukan agar kebijakan ketenagalistrikan Pandai menjawab tantangan penyediaan Daya yang andal, berkelanjutan, dan rendah emisi,” katanya.

Ia menjelaskan Itera Lalu mengembangkan ekosistem riset dan pemanfaatan Daya baru terbarukan di lingkungan kampus, salah satunya melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang menjadi salah satu instalasi PLTS terbesar di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia.

“PLTS tersebut telah menyuplai kebutuhan listrik Buat tiga gedung di kampus sekaligus dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran dan riset bagi sivitas akademika,” kata dia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Industri Itera, Hadi Kokoh Yudistira, yang memimpin tim penyusun kajian akademik terhadap RUU tersebut, mengatakan revisi regulasi ketenagalistrikan perlu diarahkan Buat mempercepat transisi Daya sekaligus memperkuat ketahanan Daya nasional.

“Revisi tersebut perlu mencakup penguatan indikator emisi yang terukur, optimalisasi layanan penunjang (ancillary services), Penilaian Daerah usaha ketenagalistrikan, percepatan pembangunan infrastruktur strategis nasional, hingga pengaturan kerja sama jual beli listrik lintas negara yang tetap mengedepankan kepentingan nasional,” kata dia.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan mendorong terciptanya sistem kelistrikan yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi melalui tata kelola yang terintegrasi.

“Pengembangan riset dan pemanfaatan Daya Kudus di lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi Misalnya sekaligus memberikan kontribusi Konkret bagi terwujudnya sistem Daya nasional yang berkelanjutan, Tangkas, dan rendah emisi,” katanya.