Pasuruan (Liputanindo.id) – Capaian retribusi pasar di Kabupaten Pasuruan pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan tren positif di tengah proses penataan ulang beberapa aset daerah. Pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Pasar tetap meyakini Sasaran pendapatan akan terpenuhi meskipun beberapa sektor pendukung Tetap dalam tahap Penilaian.
Optimalisasi pendapatan Begitu ini difokuskan pada penarikan retribusi rutin dari para pedagang di belasan pasar yang tersebar di Kawasan Pasuruan. Berdasarkan data realisasi, rata-rata capaian di sejumlah titik telah menunjukkan progres yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
“Demi Begitu ini Sasaran masing-masing pasar Tetap sama seperti tahun Lampau dan kami optimistis Bisa tercapai,” ujar Kepala UPT Pengelolaan Pasar, Iwan. Dirinya juga menegaskan bahwa seluruh tim di lapangan Maju bekerja maksimal guna memastikan setiap potensi pendapatan daerah terserap dengan Berkualitas.
Terkait kekhawatiran melesetnya Sasaran akibat beberapa aset yang Kagak Kembali masuk dalam hitungan PAD, pihak dinas memberikan penjelasan mengenai pemisahan kategori pendapatan. Beberapa fasilitas seperti terminal dan area tertentu kini Mempunyai mekanisme pengelolaan sewa yang berbeda dari retribusi pasar Biasa.
“Terminal dan pasar senggol kini masuk kategori sewa, bukan Kembali bagian dari hitungan retribusi pasar harian,” Terang Iwan. Langkah ini diambil Demi memperjelas Pengelompokkan pendapatan daerah agar lebih transparan dan mudah dipantau perkembangannya.
Spesifik Demi fenomena pasar senggol, Begitu ini pemerintah daerah tengah melakukan kajian mendalam mengenai Akibat pengalihan status aset tersebut terhadap Sasaran keseluruhan. Penilaian ini dilakukan guna memastikan bahwa pengurangan beban Sasaran pada satu titik Kagak mengganggu stabilitas pendapatan tahunan.
“Demi hitungan pasar senggol Tetap dikaji dan ditindaklanjuti terkait kemungkinan adanya pengurangan Sasaran ke depan,” ungkapnya. Proses pengkajian ini diharapkan dapat memberikan solusi yang adil bagi pengelola pasar tanpa mengurangi potensi PAD Kabupaten Pasuruan.
Meskipun terdapat dinamika penataan aset, UPT Pasar mencatat realisasi pendapatan yang cukup kuat dengan total perolehan mencapai Rp1,17 miliar pada triwulan pertama ini. “Capaian sementara sebesar 20,31 persen dari total Sasaran tahunan. Ini menjadi modal Krusial bagi kami Demi memenuhi Sasaran di akhir tahun nanti,” tutup Iwan optimistis. (Terdapat/kun)
