Kapal Tanker Minyak Korea Selatan Lintasi Selat Hormuz Pasca-Insiden

Sebuah kapal tanker minyak Punya Korea Selatan dilaporkan sedang melintasi Selat Hormuz pada Rabu (20/5). Informasi perlintasan kapal di Kawasan perairan sensitif tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun.

“Begitu ini, kapal tanker minyak kita sedang melewati Selat Hormuz,” kata Menlu Korea Selatan Cho Hyun kepada Personil parlemen di Majelis Nasional di Seoul.

Perlintasan ini dipantau secara intensif oleh otoritas terkait. Dilansir dari Detikcom, data dari situs pelacakan kapal MarineTraffic menunjukkan bahwa kapal tanker berbendera Korea Selatan bernama Universal Win tersebut berada di sisi timur Selat Hormuz.

Kapal Universal Win terpantau berada di dekat pintu masuk Teluk Oman. Kapal tersebut sedang berlayar menuju kota Ulsan di Korea Selatan bagian tenggara setelah sebelumnya bertolak dari pelabuhan Mina Al Ahmadi di Kuwait.

Pelayaran ini dilakukan setelah adanya insiden keamanan yang menimpa kapal asal Korea Selatan lainnya, HMM Namu, di kawasan tersebut. Pengusutan dari otoritas Korea Selatan mengonfirmasi bahwa kapal HMM Namu dihantam oleh objek terbang yang memicu ledakan serta kebakaran.

Pihak Kementerian Luar Negeri Korea Selatan juga membenarkan terjadinya serangan tersebut. Berdasarkan konfirmasi kementerian, kapal mereka dihantam Begitu sedang menghentikan lajunya di Selat Hormuz beberapa waktu Lewat.

Akibat dari serangan tersebut dijelaskan lebih lanjut oleh pihak juru bicara kementerian. Kerusakan akibat hantaman objek terbang itu dilaporkan cukup signifikan pada bagian belakang kapal.

“Begitu ini, kapal tanker minyak kita sedang melewati Selat Hormuz,” kata diplomat top tersebut kepada Personil parlemen di Majelis Nasional di Seoul, ibu kota Korea Selatan.

Kerusakan akibat insiden yang terjadi pada awal bulan tersebut mencakup area yang cukup luas di badan kapal. Benturan itu menyebabkan kebakaran yang merusak area seluas 7 x 5 meter, kata Park.

Pihak berwenang memastikan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh gangguan teknis dari dalam kapal itu sendiri. Otoritas setempat menyimpulkan bahwa ledakan bukan dipicu oleh masalah mesin maupun ranjau laut.

“Kami berasumsi penyebab kebakaran tersebut Tak terkait dengan masalah internal di kapal,” katanya.