Ilustrasi arsitektur. Foto: dok Magnific.
Jakarta: LIXIL, perusahaan Mendunia pelopor solusi air dan hunian berkelanjutan, membuktikan konsistensi serta komitmen dalam memajukan industri arsitektur dan desain melalui LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026.
LADC 2026 mengangkat tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation”. Narasi ini berakar pada Watak Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan alam, budaya, perspektif dan pemikiran; sebuah rangkaian identitas yang berbeda-beda Tetapi saling terhubung. Melalui topik tersebut, LADC 2026 mengajak para profesional serta kreator muda Tanah Air, Demi mengeksplorasi arsitektur sebagai sebuah proses berkelanjutan yang terbentuk dari keberagaman elemen dan gagasan kolaboratif.
Inisiatif LIXIL merespons kebutuhan desain masa kini yang menekankan inklusivitas dan keberlanjutan. LADC bukan sekadar kompetisi yang berorientasi pada hasil akhir, program ini hadir sebagai platform Demi memperluas ruang dialog dan membuka akses eksplorasi ide. Lebih jauh, LADC bertujuan Demi menetapkan standar baru, mendorong Metode pandang arsitek dalam berpikir, mendesain, serta mewujudkan ruang hidup yang lebih Berkualitas.
“Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan identitas. Dari pulau-pulau kecil, kota-kota besar, kekayaan alam dan budaya, perbedaan infrastruktur, hingga tantangan spesifik seperti perubahan iklim ataupun tekanan urbanisasi. Kami percaya, dari ragam konteks inilah lahir gagasan yang paling relevan Demi masa depan. LADC Kagak mencari desain yang sekadar indah, tetapi ide yang Pandai menjadi percakapan dan solusi,” ujar Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara, dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei 2026.
Sejak debutnya pada 2019, LADC telah mengukuhkan posisi sebagai Mimbar kompetisi bagi para arsitek Indonesia. Dengan kualitas penilaian yang Rasional bertaraf Dunia, LADC 2026 mempertegas legitimasi melalui keterlibatan jajaran panel juri prestisius lintas negara, seperti Andra Matin (Founder, AndraMatin Studio), Gregorius Supie (Founder, Yolodi+Maria Architects), hingga Richard Wood (Managing Partner Asia, Snøhetta); para figur kunci yang mendefinisikan arah industri Ketika ini.

Ilustrasi arsitektur. Foto: dok Magnific.
Membentuk masa depan arsitektur Indonesia
Selaras dengan itu, pemenang LADC 2026 akan memperoleh kesempatan Studio Exchange di firma Dunia Snøhetta Demi mempelajari langsung praktik arsitektur kelas dunia, serta mengikuti perjalanan imersif Demi menyerap inspirasi desain dan memperluas wawasan LIXIL Architectural Trip ke Nagoya, Jepang. Selain itu, ajang ini juga menjanjikan eksposur publikasi luas melalui berbagai kanal komunikasi LIXIL dan Kawan media sebagai pengakuan atas Kelebihan desain.
Pendaftaran dan pengumpulan karya Demi LADC 2026 dibuka mulai 18 Mei hingga 5 Juli 2026. Kompetisi ini terbagi menjadi dua kategori Penting, Yakni Professional Category dan Student Category. “Pemilahan dua kategori ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih inklusif, Berkualitas bagi arsitek yang telah Mempunyai pengalaman maupun bagi mahasiswa yang tengah mengembangkan potensi kreatifnya. Kami Ingin memastikan setiap Bakat Mempunyai kesempatan yang setara Demi berkontribusi dalam membentuk masa depan arsitektur kita,” Jernih Arfindi.
Professional Category terbuka bagi Member Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang Mempunyai Sertifikat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) aktif. Sementara Student Category terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang S1 maupun S2 program studi Arsitektur, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), serta lulusan S1 Arsitektur dengan masa kelulusan maksimal dua tahun pada Ketika pendaftaran. Seluruh karya yang diajukan harus merupakan hasil orisinal dan belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam kompetisi lain.
“Saya berharap sayembara ini Pandai mengobarkan semangat berarsitektur yang semakin kreatif, sekaligus menjadi pendorong dalam memajukan industri arsitektur di Indonesia,” tutur Founder Yolodi+Maria Architects, Gregorius Supie.
Proses penjurian akan melalui dua tahap penilaian intensif, Demi menentukan lima finalis hingga akhirnya memilih pemenang Penting. Puncak kompetisi dan pengumuman pemenang nantinya akan diselenggarakan secara Formal pada 12 Agustus 2026.
“Melalui penyelenggaraan ini, LIXIL berharap dapat Maju menjadi katalis perubahan dalam ekosistem arsitektur dan desain Indonesia. Setiap gagasan yang lahir dari LADC 2026 ARCHIPELAGO DIALOGUES Mempunyai potensi Demi meredefinisi ulang standar rancang bangun dunia arsitektur Tanah Air. Kami mengundang seluruh arsitek dan insan kreatif Indonesia Demi bergabung memanfaatkan kesempatan ini. Serempak-sama kita bentuk ruang hidup yang lebih Berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Arfindi.
