Kemenkeu Bantah Hoaks Menkeu Purbaya Usir Investor Asing

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membantah Berita yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempersilakan investor asing mencari negara lain Apabila Kagak cocok dengan kebijakan Indonesia.

Narasi tersebut ramai beredar di media sosial, usai muncul unggahan yang mengaitkan respons pemerintah terhadap surat terbuka Bilik Dagang China di Indonesia atau China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI) kepada Presiden RI Prabowo Subianto mengenai hambatan investasi di Indonesia.

Kemenkeu menegaskan informasi tersebut Kagak Akurat alias hoaks, seperti dikutip dari Kompas.

“Informasi yang beredar mengenai pernyataan Menkeu Purbaya yang mempersilakan investor asing mencari negara lain Apabila Kagak cocok dengan kebijakan Indonesia sebagai respons terhadap surat terbuka Bilik Dagang China di Indonesia (CCCI) kepada Presiden RI mengenai berbagai hambatan investasi di Indonesia merupakan Informasi hoaks,” kata Kemenkeu dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/5/2026).

Kemenkeu juga mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap penyebaran informasi Imitasi yang mencatut nama pejabat pemerintah.

“Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran Informasi Dusta yang mengatasnamakan Menkeu Purbaya,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, akun media sosial Viralinbae mengunggah konten yang menyebut Purbaya merespons keluhan investor asing dengan pernyataan “Kalau Kagak cocok dengan kebijakan kita, silakan cari negara lain”.

Unggahan itu juga menarasikan, pernyataan tersebut muncul setelah investor China mengeluhkan dugaan pungutan liar, birokrasi berbelit, serta perubahan aturan yang mendadak di Indonesia.

Dalam unggahan tersebut, Viralinbae juga menuliskan:

“Demi Investor Mengeluh Pungli, Jawabannya Malah ‘Cari Negara Lain’.”

Konten itu turut memuat sejumlah poin yang disebut menjadi perhatian investor antara lain kepastian regulasi, penegakan hukum, birokrasi efisien, bebas pungli dan biaya informal, stabilitas kebijakan, hingga komunikasi profesional pemerintah.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu sebelumnya menilai surat dari Kadin China merupakan masukan positif bagi pemerintah.

“Kita anggap itu adalah sesuatu hal yang positif yang memberikan masukan kepada pemerintah,” kata Todotua di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut Todotua, investor China menyampaikan sejumlah tantangan investasi yang mereka hadapi di Indonesia dan hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar.

“Itu hal yang wajar-wajar aja. Bahkan mereka Memperhatikan kondisionalnya Terdapat catatan yang menjadi tantangan di negara ini dan memberikan masukan kepada pemerintah,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas.tv.

Todotua menegaskan pemerintah akan Lanjut membuka ruang dialog dengan investor asing dan menjaga iklim investasi tetap kondusif serta kompetitif.

“Negara ini dengan berbagai Macam-macam potensi sumber daya alam, kemudian demand market salah satu yang terbesar dengan populasi yang besar, kemudian juga Kawasan yang strategis,” kata Todotua.