Banyuwangi (Liputanindo.id) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali mencatatkan prestasi nasional. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menetapkan Banyuwangi sebagai kabupaten dengan kinerja terbaik se-Indonesia dalam kategori “Kinerja Tinggi” berdasarkan hasil Penilaian penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2026.
Capaian ini sekaligus melengkapi prestasi sebelumnya, di mana Banyuwangi juga dinobatkan sebagai kabupaten terinovatif nasional pada 2025. Tahun ini menjadi kali keempat Banyuwangi meraih peringkat pertama secara nasional dalam penilaian tersebut.
Penilaian dilakukan melalui Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), sebuah mekanisme Penilaian tahunan Kemendagri Buat mengukur akuntabilitas dan efektivitas kinerja pemerintah daerah. Sebanyak 606 indikator digunakan dalam penilaian, mencakup berbagai sektor mulai dari pengentasan kemiskinan, pembangunan daerah, pendidikan, kesehatan, transparansi keuangan, hingga pelestarian lingkungan dan Penemuan daerah.


Penghargaan tersebut diserahkan dalam Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 di Plaza Kemendagri, Jakarta, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, Senin (27/5/2026).
“Para kepala daerah yang hadir hari ini telah menunjukkan bahwa di balik retorika Eksis Bilangan dan indikator yang bermakna. Tetapi jangan berhenti di Bilangan itu. Sesuai pesan Presiden, Maju hadirkan program yang efektif dan efisien,” ujar Bima Arya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan capaian ini menjadi motivasi Buat Maju melakukan perbaikan.
“Banyuwangi tentu belum sempurna. Kami Maju berbenah. Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Banyuwangi yang telah mendukung,” ujarnya.
Menurut Ipuk, berbagai program pembangunan daerah dirancang selaras dengan agenda nasional maupun kebijakan pemerintah provinsi, terutama dalam pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.
Asisten Administrasi Lumrah Setda Banyuwangi, Budi Santoso, menambahkan Banyuwangi meraih nilai tertinggi nasional dengan skor 3,8202 dan status kinerja tinggi. Ia menyebut capaian tersebut menunjukkan tren pembangunan yang Maju meningkat.
Indikator makro juga menunjukkan hasil positif. Indeks Pembangunan Orang (IPM) Banyuwangi pada 2025 mencapai 75,17, meningkat dari 74,3 pada 2024. Persentase penduduk miskin turun dari 6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen di 2025, sekaligus menjadi Bilangan terendah sepanjang sejarah daerah tersebut.
Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat juga meningkat menjadi Rp67,08 juta pada 2025 dari sebelumnya Rp62,08 juta pada 2024.
Di sektor pelayanan dasar, Banyuwangi juga mencatat capaian maksimal. Layanan kesehatan bagi balita, ibu hamil, bersalin, dan menyusui dilaporkan mencapai 100 persen.
Tak hanya itu, Banyuwangi juga tercatat sebagai kabupaten terinovatif versi Kemendagri selama delapan tahun berturut-turut sejak 2018 hingga 2025. Daerah ini juga menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang meraih predikat AA dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Prestasi tersebut semakin menegaskan posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Indonesia. [alr/but]
