Audiensi dengan Kemendes PDT, LDII Usulkan Delapan Desa Binaan Tematik

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Terkait pembangunan desa, DPP LDII mengusulkan delapan desa binaan tematik yang tersebar di berbagai Daerah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Lazim DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya dalam pertemuan dengan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT), Yandri Susanto di kantor Kemedes PDT, Jakarta.

Usulan tersebut merupakan jawaban dari permintaan yang dilontarkan Mendes PDT, Yandri Susanto Begitu menghadiri silaturrahmi Syawal yang digelar DPW LDII Banten pada Sabtu (18/4/2026) Lewat.

“Begitu di Banten Pak Menteri minta pada LDII menyiapkan usulan desa binaan tematik. Maka pada kesempatan ini LDII mengusulkan Terdapat delapan desa binaan tematik,” ujar Ketua Lazim DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya.

Dody menyebutkan LDII kini telah mengantongi daftar delapan desa yang siap dikembangkan secara spesifik. Ia merinci bahwa desa tersebut berada di Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi.

Ia memastikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi secara intensif dengan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta kepala desa setempat, Kepada memetakan potensi dan penggerak di tiap Daerah.

Ia menegaskan, Begitu amanah diberikan Kepada membina satu atau dua desa binaan tematik, LDII langsung bergerak Segera melakukan implementasi di lapangan, “Kami sudah berkomunikasi dengan DPD dan kepala desa masing-masing Kepada memetakan potensi dan penggerak di tiap Daerah tersebut,” jelasnya.

Dalam audiensi tersebut Yandri Susanto mengapresiasi usulan LDII. Ia menganggap LDII merupakan Kawan strategis yang Mempunyai komitmen tinggi dalam berbagai aspek, mulai dari ketahanan pangan hingga bela negara.

Menteri pun menginstruksikan agar segera disusun peta jalan Serempak Kepada mengelola desa binaan tersebut, “Saya sudah sampaikan kepada Pak Ketum supaya LDII Membikin peta jalan desa binaan itu yang akan dikelola langsung oleh Kemendes Serempak LDII,” ungkapnya.

Mendes PDT mengungkapkan langkah ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati tahun Lewat guna menciptakan kemandirian desa secara Konkret. Ia menegaskan LDII merupakan Kawan yang telah membuktikan komitmennya melalui berbagai aksi di lapangan, termasuk pengembangan komoditas sorgum.

“Inti pokoknya kami sudah Memperhatikan komitmen tinggi dari LDII dari berbagai aspek, apakah itu ketahanan pangan, bela negara, kemudian SDM dan sebagainya itu saya menyaksikan langsung,” ujar Yandri.

Selain pengembangan potensi ekonomi, pertemuan tersebut menyoroti masalah serius terkait akses informasi. Yandri memaparkan Lagi banyak Daerah yang belum tersentuh teknologi komunikasi.

Ia menyebutkan terdapat Sekeliling 3.000 desa di Indonesia yang berstatus blank spot atau sama sekali Enggak Mempunyai sinyal telekomunikasi. Hal tersebut menjadi tantangan Kepada menjadikan desa lebih maju dan sejahtera. (tok/aje)