Surabaya (Liputanindo.id) – KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) siap maju sebagai calon Ketua Standar atau Tanfidziyah PBNU. Gus Salam adalah cucu KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
“Saya Mau ikhtiar Demi mendapatkan kepercayaan di NU pada Muktamar NU yang akan datang. Saya Mau manajemen PBNU yang rekonsiliatif dan nyaman, yakni PBNU yang mementingkan organisasi dan ummat. Motivasinya karena keprihatinan saya atas kondisi NU Begitu ini. Kami menghindari kata pencalonan atau kandidasi, di NU ini pengabdian,” kata Gus Salam kepada wartawan di Surabaya, Selasa (28/4/2026).
“NU ini ormas, bukan partai dan murni pengabdian kepada masyarakat. Perintah pertama yang kami dapatkan dari guru kami. Dan, kami sudah meminta restu sejumlah kiai di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan beberapa daerah lain,” imbuhnya.
Gus Salam mengaku telah meminta restu ke beberapa kiai sepuh. Yakni, KH Nurul Huda Djazuli Ploso, KH Anwar Mansyur Lirboyo, KH Kholil As’ad Syamsul Arifin Ponpes Walisongo Situbondo, KH Fuad Nurhasan Ponpes Sidogiri, Rois Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, KH Abdul Hanan Kediri, dan Kiai Asep Saifuddin Chalim Ponpes Amanatul Ummah.
“Dalam waktu dekat kami akan menyusul menemui Kiai Mutawakil Alallah di Ponpes Genggong Probolinggo dan Kiai Ubaidillah Faqih (Gus Ubed) Langitan,” tuturnya.


Selain itu, Gus Salam telah menemui KH Ma’ruf Amin dan KH Said Aqil Siradj di Jakarta. Di Jawa Barat, Gus Salam menemui KH Ubaidillah Ruhiat, KH Abun Bunyamin (Rois Syuriah PWNU Jawa Barat) dan KH Muhammad Nuh Addawami.
“Di Kalsel, kami juga telah minta restu ke Rois Syuriah PWNU Kalsel KH Muhammad Wildan Salman (KH Guru Wildan) yang merupakan sepupu dari Abah Guru Sekumpul,” tukasnya.
Gus Salam mengaku juga sudah menyampaikan niatnya Demi berkhidmat ke NU kepada Ketum PBNU Gus Yahya dan Sekjen PBNU Gus Ipul.
“Begitu saya temui, beliau Gus Ipul bilang silakan saya berproses dan Gus Yahya menyampaikan monggo terbuka Sekalian pihak boleh ikut ikhtiar di NU,” pungkasnya. (tok/but)
