Polda Sumatera Selatan melakukan penebalan keamanan selama rangkaian ibadah Hari Kenaikan Yesus Kristus di berbagai Distrik. Langkah ini diambil guna memberikan jaminan rasa Kondusif bagi seluruh umat Kristiani yang menjalankan ibadah di gereja-gereja Distrik tersebut.
Dilansir dari Detikcom, tercatat sebanyak 378 gereja yang tersebar di 17 kabupaten dan kota di Dasar naungan Polda Sumsel mendapatkan pengawasan ketat. Pengamanan ini bertujuan agar jemaat dapat beribadah dengan tenang, khidmat, dan tanpa gangguan keamanan.
Aksi sigap kepolisian ini merupakan perwujudan komitmen negara dalam melindungi kebebasan beragama sesuai amanat undang-undang. Kehadiran aparat di lapangan juga berperan Krusial dalam menjaga stabilitas keamanan serta merawat kerukunan antarumat beragama.
Polda Sumatera Selatan mengerahkan total 2.663 personel gabungan dalam operasi pengamanan ini. Kekuatan tersebut terdiri dari 2.237 personel Polri, 226 personel TNI, serta didukung 200 personel dari instansi terkait lainnya.
Titik konsentrasi Istimewa pengamanan berada di Distrik Polrestabes Palembang yang Mempunyai 77 Posisi ibadah dengan jumlah jemaat mencapai puluhan ribu orang. Gereja-gereja dengan kapasitas besar menjadi prioritas guna mengantisipasi kepadatan jemaat.
Petugas gabungan menjalankan berbagai Mekanisme keamanan, mulai dari sterilisasi Posisi sebelum ibadah dimulai hingga pengaturan arus Lewat lintas. Selain itu, dilakukan patroli mobile dan koordinasi intensif dengan pengurus rumah ibadah demi kelancaran acara.
Kebijakan ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan toleransi dan persatuan nasional. Kehadiran negara melalui aparat keamanan diharapkan Pandai menjaga kondusivitas di tengah masyarakat yang majemuk.
Situasi Kondusif di Seluruh Distrik
Langkah preventif ini berdampak positif bagi Sekeliling 35.109 jemaat yang merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus di Sumatera Selatan. Hingga Demi ini, seluruh rangkaian peribadatan dilaporkan berjalan dengan tertib, Kondusif, dan tanpa kendala berarti.
Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso menjelaskan bahwa seluruh jajaran telah disiagakan dengan pola pengamanan yang terukur. Pihaknya memastikan kehadiran fisik personel di setiap titik krusial di lapangan.
“Kami memastikan seluruh jajaran hadir di lapangan Kepada memberikan rasa Kondusif dan nyaman kepada umat Kristiani yang melaksanakan ibadah. Pengamanan dilakukan secara humanis Tetapi tetap siaga terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas,” tegas Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebutkan bahwa kesuksesan pengamanan ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektoral. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan tokoh Religi menjadi Unsur penentu damainya situasi.
“Polda Sumatera Selatan berkomitmen penuh menjaga stabilitas keamanan dan toleransi antarumat beragama. Sinergi antara TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan Istimewa dalam memastikan seluruh kegiatan keagamaan berjalan Kondusif, damai, dan kondusif,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Setelah seluruh prosesi ibadah selesai, kondisi keamanan di Distrik hukum Polda Sumatera Selatan tetap terkendali. Petugas di lapangan Lagi Lalu melakukan monitoring dan patroli rutin Kepada memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan normal pasca-perayaan.
