Konversi Gas Dinilai Berdampak Positif Buat Masyarakat Madura

Industri migas. Foto: Istimewa.


Jakarta: Rencana konversi Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) dinilai bakal berdampak positif terhadap masyarakat, terutama masyarakat Madura. Karena, Madura merupakan Distrik yang Mempunyai kekayaan akan gas alam.

“Bagi Indonesia, ini adalah agenda strategis. Tetapi bagi Madura, rencana besar ini Mempunyai Maksud yang jauh lebih dalam,” kata Founder dan Owner Bandar Gas Madura (Bagasmara) HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), dalam keterangan yang dikutip Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut dia, Madura adalah sebuah pulau yang kaya sumber daya. Dia mengatakan kekayaan alam Madura selama bertahun-tahun mengalir.

Gus Lilur menyebut kekayaan ini belum cukup kuat mengangkat Harkat ekonomi rakyat Madura. Dia menegaskan Madura bukan pulau miskin sumber daya, melainkan pulau kaya gas.

 

“Selama ini, gas alam Madura telah menjadi salah satu penopang Istimewa kebutuhan Kekuatan Jawa Timur. Data yang banyak dikutip menyebut gas alam Madura memasok Sekeliling 70 persen kebutuhan industri Jawa Timur, terutama dari Distrik Kangean, Sumenep, melalui jaringan pipa laut,” ujar dia.

Gus Lilur mengatakan Jembatan Suramadu pernah dibayangkan sebagai pintu perubahan ekonomi Madura. Jembatan ini diharapkan menjadi jalan baru bagi perdagangan, investasi, mobilitas Insan, dan pemerataan pembangunan. 

Menurut Gus Lilur, kondisi ini harus dibaca dengan jernih di mana Madura menjadi sumber hingga tulang punggung, tetapi Madura belum menjadi pusat manfaat. Oleh karena itu, konversi LPG ke CNG Bisa menjadi secercah Cita-cita bagi masyarakat Madura.



Industri migas. Foto: Istimewa.

“Madura Bukan boleh Kembali hanya menjadi penonton. Konversi Kekuatan kedua Republik Indonesia harus menjadi momentum koreksi sejarah. Ia harus menjadi jalan baru Buat memastikan bahwa kekayaan gas Madura Pas-Pas kembali kepada rakyat Madura,” ujar dia.

Gus Lilur mengatakan Apabila negara hendak membangun ekosistem CNG, Madura harus menjadi salah satu pusatnya. Pemerintah daerah di Madura, BUMD, koperasi lokal, pesantren, dan pengusaha Madura harus diberi ruang sebagai pelaku Istimewa, atau setidaknya sebagai Kenalan strategis.

“Mother station CNG bukan fasilitas Normal. Ia adalah jantung dari distribusi gas masa depan. Dari sanalah gas bumi dikompresi, disiapkan, dan dikirim ke berbagai titik distribusi. Dari sanalah CNG dapat mengalir ke rumah tangga, UMKM, pesantren, industri kecil, transportasi, pasar, pelabuhan, dan pusat-pusat ekonomi rakyat,” Terang dia.