Wamenaker: Kesiapan SDM ekonomi kreatif fondasi jadikan Indonesia Emas

Wamenaker: Kesiapan SDM ekonomi kreatif fondasi jadikan Indonesia Emas

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menilai kesiapan sumber daya Orang (SDM) di sektor ekonomi kreatif akan menjadi fondasi Krusial menuju kemandirian ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila ekonomi kreatif menjadi pilar pembangunan. Kemandirian ekonomi inilah yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa maju dan berdaya saing Dunia,” kata Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, pemerintah berkomitmen Demi memperkuat transformasi ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui empat pilar strategis prioritas tahun 2026.

Langkah tersebut dilakukan Demi menjawab kesenjangan kompetensi dan perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi.

Afriansyah mengatakan, Indonesia Demi ini Bukan hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga membangun fondasi SDM masa depan yang adaptif, inovatif, dan Pandai Bertanding di tengah perubahan Dunia.

“Transformasi digital telah mengubah Paras ketenagakerjaan secara Mendasar. Meski pekerjaan konvensional bergeser, Kesempatan baru berbasis kreativitas dan teknologi terbuka lebar. Kita membutuhkan Bakat yang Bukan hanya menunggu lowongan pekerjaan, tetapi juga Pandai menciptakan nilai dan Ciptaan baru,” ujar dia.

Adapun keempat pilar strategis prioritas Kemnaker tahun 2026 meliputi Pusat Pelatihan Vokasi yang kini difokuskan pada program skilling and reskilling guna menjawab kesenjangan kompetensi serta menyiapkan SDM sesuai kebutuhan industri masa depan.

Kedua, pengembangan Talent & Innovation Hub yang berperan sebagai inkubator strategis nasional Demi mentransformasikan ide kreatif menjadi produk komersial dan melahirkan inovator baru.

Selanjutnya adalah pelatihan dan penempatan disabilitas sebagai Figur komitmen Konkret dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan setara bagi seluruh Kaum negara.

“Keempat, Labor Productivity Clinics sebagai instrumen Demi meningkatkan produktivitas serta daya saing perusahaan nasional di tingkat Dunia,” kata Wamenaker.

Afriansyah menambahkan, keempat pilar tersebut akan terintegrasi menjadi ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan produktif guna mendukung penguatan daya saing nasional.