Ilustrasi, perlindungan keamanan pada industri keuangan digital. Foto: Freepik.
Di tengah pertumbuhan tersebut, pelaku industri dan regulator, termasuk Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan OJK, sepakat Ciptaan tanpa perlindungan konsumen Tak Kembali menjadi opsi yang dapat ditoleransi. Komitmen tersebut kembali mengemuka dalam Rapat Biasa Personil AFTECH 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Perkembangan ini menunjukkan industri keuangan digital Indonesia mulai bergeser dari sekadar persaingan pertumbuhan menuju persaingan dalam membangun kepercayaan publik dan kepatuhan terhadap regulasi.
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian menilai kondisi tersebut menjadi sinyal industri aset digital kini dituntut Demi tumbuh secara lebih transparan, bertanggung jawab, serta Bisa membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap layanan keuangan digital.
“Dalam industri aset digital, kepercayaan bukan hanya Unsur pendukung, tetapi fondasi Primer. Pertumbuhan industri kripto dan crypto exchange Indonesia Demi ini harus diimbangi dengan perlindungan konsumen, transparansi, dan tata kelola yang kuat agar ekosistem dapat berkembang secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat Konkret yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Aloysia dalam keterangan tertulis, Selasa, 12 Mei 2026.
Pentingnya membangun Ciptaan yang ‘secure by design‘
Pandu juga menyoroti pentingnya membangun Ciptaan yang secure by design dan responsible by design, agar perkembangan teknologi keuangan dapat memberikan Akibat Konkret bagi sektor riil dan masyarakat luas. Ia menilai industri digital Indonesia Demi ini Mempunyai cerita pertumbuhan yang positif dan semakin menunjukkan fondasi bisnis yang lebih sehat dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menekankan Ciptaan di sektor keuangan digital harus berjalan seiring dengan perlindungan konsumen dan penguatan kepercayaan publik. Menurut dia, pertumbuhan industri Tak boleh hanya berorientasi pada Perluasan bisnis semata, tetapi juga perlu memastikan keamanan dan keberlanjutan ekosistem dalam jangka panjang.
Friderica juga menegaskan teknologi seperti artificial intelligence, big data analytics, cloud computing, hingga blockchain akan semakin berperan sebagai enabler dalam memperluas inklusi dan efisiensi layanan keuangan digital, termasuk menjangkau masyarakat dan pelaku usaha yang sebelumnya belum terlayani secara optimal.

(Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian. Foto: dok Indodax)
Membangun rasa Terjamin dan kepercayaan masyarakat
“Pada akhirnya, industri aset digital termasuk kripto bukan hanya soal teknologi atau pertumbuhan transaksi, tetapi juga tentang bagaimana membangun rasa Terjamin dan kepercayaan bagi masyarakat. Kami percaya, ekosistem yang sehat hanya Dapat tercipta ketika Ciptaan berjalan seiring dengan perlindungan konsumen, edukasi, dan tata kelola yang Bagus,” tambah Aloysia.
Ke depan, Indodax Menonton pertumbuhan industri aset digital Indonesia akan semakin ditentukan oleh kemampuan pelaku industri dalam menjaga keseimbangan antara Ciptaan, perlindungan konsumen, dan tata kelola yang Bagus.
“Dengan dukungan regulasi yang semakin matang serta kolaborasi antara regulator dan industri, Indodax optimistis ekosistem keuangan digital Indonesia dapat Maju berkembang secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” tegas dia.
